Komoditas Ekspor Indonesia

Komoditas Ekspor Indonesia

Banyak sekali komoditas ekspor Indonesia yang diakui kualitasnya oleh dunia.

Komoditas ini datang dari berbagai sektor dari mulai pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan dan lain-lain.

Sebagai salah satu negara terbesar dan terluas di dunia, sudah tentu komoditas negeri kita ini sangat beragam

Kekayaan komoditas di negeri kita ini sangat dibutuhkan oleh dunia. Terutama untuk komoditas yang memang sangat langka.

Contohnya minyak bumi, batu bara, dan lain-lain.

Ada banyak negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia karena kebutuhannya yang sangat tinggi terhadap komoditas jenis tersebut.

Namun perlu Anda ketahui, ternyata ada banyak sekali komoditas ekspor yang terbilang tidak masuk akal.

Sebagian orang berpikir komoditas tersebut unik karena keberadaannya memang tidak terlalu dilirik di negeri sendiri.

Namun di luar negeri, ternyata komoditas unik tersebut dihargai dengan sangat tinggi. Bahkan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negeri ini.

Lantas apa saja komoditas ekspor Indonesia yang unik dan laris di pasar internasional tersebut? Simak selengkapnya disini!

Kulit Reptil Seperti Ular dan Buaya

Kulit Reptil Seperti Ular dan Buaya
gambar: pixabay

Tidak disangka, ternyata kulit reptil liar seperti ular dan buaya begitu laris di pasar internasional.

Seperti kita ketahui, di negeri kita sendiri kulit reptil seperti ini seringkali dijadikan bahan baku pembuatan dalam industri fashion.

Ada yang dirubah menjadi tas, sabuk, jaket, dompet, dan lain-lain. Namun ternyata tidak hanya pasar dalam negeri saja yang membutuhkan kulit reptil seperti ini.

Pasar luar negeri juga sangat menginginkannya. Namun ternyata mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan-baku tersebut.

Sebagai negara tropis dengan luas wilayah yang besar, tentu saja ada banyak sekali spesies reptil yang bisa ditemukan.

READ  Pembayaran Ekspor Impor

Tidak heran kalau kemudian ada banyak pengusaha yang menjadikan kulit reptil ini sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan dari pasar ekspor.

Di luar negeri sendiri, komoditas ekspor Indonesia ini dijadikan bahan baku dalam industri fashion.

Percaya atau tidak, para pengusaha yang terjun ke dalam bisnis ekspor kulit reptil ini mampu menarik keuntungan hingga USD 3,6 juta atau sekitar alias 35 miliar Rupiah per tahunnya.

Tokek Kering atau Bihu Kering

Bukan hanya kulit reptil saja, ternyata tokek kering juga sangat laris di pasar internasional. Terlebih lagi di negeri tirai bambu, China.

Di negara Asia Timur ini tokek lebih dikenal dengan nama bihu. Bihu kering ini sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.

Para tabib tradisional di China biasa menggunakan komoditas ekspor Indonesia ini sebagai bahan baku pembuatan obat.

Dalam praktiknya, diyakini kalau kombinasi ramuan tokek kering dan bahan lainnya bisa digunakan untuk mengatasi asma, masuk angin, kanker, tumor dan penyakit kulit.

Tidak mengherankan kalau kemudian setiap tahunnya Indonesia terus mengekspor tokek kering ke wilayah China.

Tidak tanggung-tanggung, setiap tahunnya negara kita bisa mengirim toket kering dengan bobot mencapai 2 hingga 3 ton.

Total transaksi yang dilakukan setiap tahunnya juga mencapai ratusan juta Rupiah.

Hal ini dibenarkan oleh Musyaffak Fauzi yang menjabat sebagai Kepala Karantina Pertanian Surabaya.

Dalam wawancara yang dilakukan, Fauzi mengungkapkan kalau potensi ekspor tokek di wilayah Jawa Timur ke China benar-benar menjanjikan.

Air Laut dari Perairan Indonesia

Air Laut dari Perairan Indonesia
gambar: pixabay

Tidak akan ada yang menyangka kalau ternyata air laut menjadi komoditas ekspor Indonesia yang sangat menjanjikan.

Bahkan mungkin sebagian orang menganggap ini hanya candaan. Namun sama sekali tidak ada yang salah dengan informasi ini.

Indonesia merupakan negara maritim yang 70% wilayahnya merupakan laut. Hal ini berarti Indonesia sendiri memiliki cadangan air asin yang sangat tinggi.

READ  Istilah Dalam Forwarding

Tidak semua negara memiliki cadangan air asin sebesar negara kita.

Tidak aneh kalau kemudian mereka memesan air asin dalam jumlah besar setiap bulannya kepada para eksportir di negara kita.

Adapun air asin ini biasanya digunakan sebagai media pengobatan alternatif.

Namun di beberapa wilayah, banyak juga orang yang menggunakan air asin atau air laut asli Indonesia ini untuk memelihara ikan laut.

Percaya atau tidak, air asin di Indonesia dianggap sebagai air asin paling berkualitas yang ada di dunia ini.

Meskipun permintaannya cenderung naik turun, tapi potensi bisnis komoditas ekspor Indonesia ini begitu tinggi.

Berdasarkan data di lapangan, total nilai ekspor dari komoditas ini pada tahun 2012 lalu bisa mencapai hingga 763 ribu Dollar Amerika atau setara dengan 73 miliar Rupiah.

Ada yang tertarik untuk mencoba ekspor?

Kaki Kodok untuk Konsumsi dan Obat

Selain komoditas ekspor yang sudah kami jelaskan di atas, ternyata ada jenis komoditas lain yang tidak kalah unik.

Namun komoditas tersebut sangat laris di pasar Internasional. Salah satunya adalah kaki kodok.

Permintaan komoditas ekspor Indonesia ini cukup tinggi di pasar internasional. Terutama di Perancis dan China.

Di China, kaki kodok ini digunakan sebagai sarana pengobatan. Namun sebagian dipakai juga untuk konsumsi sehari-hari.

Begitu juga di Perancis, setiap tahunnya warga yang bangga dengan keberadaan Menara Eiffel ini mampu menghabiskan kurang lebih 4000 ton kaki kodok.

Namun tentunya tidak semua jenis kodok yang diterima di negara-negara tersebut. Mereka hanya menerima kodok jenis swike.

Biasanya kodok jenis ini tinggal di pepohonan atau daerah yang lembab. Postur badannya cenderung kurus kering dengan kulit yang basah berlendir.

Kodok Swike ini banyak ditemukan di seluruh wilayah Indonesia.

Namun tidak ada yang akan mengira kalau jenis kodok swike ini bisa menjadi komoditas ekspor Indonesia yang sangat laris di pasar internasional.

READ  Penghambat Perdagangan Internasional

Kebutuhan akan kaki kodok ini sendiri semakin besar saja setiap tahunnya. Menurut BPS, permintaan kaki kodok di China terus mengalami peningkatan setiap bulannya.

Selama tiga bulan terakhir, pemerintah mampu mengekspor kaki kodok senilai 15,7 Juta Dollar Amerika atau setara dengan Rp. 150 Miliar.

Lidi Sawit dari Sumatera Utara

Lidi Sawit dari Sumatera Utara
gambar: pixabay

Perkebunan sawit ternyata tidak hanya mengekspor komoditas minyak sawit saja.

Lidi dari pohon sawit ternyata juga menjadi produk unggulan yang tidak bisa disepelekan keberadaannya.

Dulunya produk ekspor Indonesia satu ini dibuang begitu saja dan dibiarkan busuk di perkebunan sawit.

Namun saat ini lidi sawit menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia unggulan yang terus menanjak permintaannya.

Berdasarkan data dari Kementrian Pertanian, Indonesia mampu mengekspor lidi sawit dengan total berat mencapai 8,5 ribu ton pada semester pertama tahun 2020 lalu.

Dengan mencapai angka ini, ekspor lidi sawit mengalami peningkatan sebesar 30% dibanding dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2019, pemerintah hanya mampu mengekspor 6,3 ribu ton lidi sawit dengan frekuensi 81 kali.

Bahkan meski berada dalam masa pandemi, kebutuhan akan lidi sawit ini di pasar Internasional tetap tinggi.

LIdi sawit ini kebanyakan diminta oleh negara-negara di Asia Selatan seperti Nepal, Pakistan, dan India.

Namun negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia juga meminta dalam jumlah yang tidak sedikit.

Tentunya masih banyak komoditas ekspor unik asal Indonesia lainnya yang laris di pasaran.

Hanya saja potensi tersebut belum tergali dengan maksimal oleh pemerintah maupun masyarakat.

Untuk Anda yang sedang menggeluti usaha, terus konsisten karena bisa jadi produk Anda itulah yang akan menjadi komoditas ekspor Indonesia selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAST RESPONSE

If you have any questions about our services, we would love to hear from you. Please Call Us Today.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-812-9031-1909