Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi

Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi

Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi merupakan barang dagangan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Baik membeli atau menjual keluar negara tersebut kegiatan itu digunakan untuk kepentingan masyarakat dan keuntungan semata.

Tentunya setiap negara memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan dalam memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu setiap negara harus memiliki hubungan dagang dengan negara lain agar tidak terjadi krisis.

Kita bisa melihat salah satu contohnya seperti negara di timur tengah, banyak menghasilkan minyak tetapi sedikit menghasilkan produk pertanian. Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan pangan negara tersebut harus berelasi demi memenuhi hajat hidup masyarakatnya.

Negara timur tengah harus bisa memainkan posisi tawar hal yang banyak diproduksi di negaranya di depan negara lain. Hal ini agar menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak negara bergantung pada produksi dalam negerinya.

Kestabilan harga tersebut tentunya akan sangat berpengaruh pada ekonomi dalam negerinya. Apabila harga kebutuhan suatu negara terhadap situ produk itu meningkat maka mereka harus membeli dengan harga lebih mahal.

Jika harga produksi suatu barang di dalam negara meningkat alhasil kebutuhan lain dapat mudah dipenuhi. Oleh sebab itu negara dengan produksi komoditas ekspor impor Arab Saudi cenderung sulit didapat di negara lain akan cenderung lebih sejahtera.

Begitu juga Arab saudi terhadap Indonesia di mana kedua negara ini sama-sama saling membutuhkan dalam hal perdagangan. Kepentingan dua negara tersebut sangat berkaitan erat sehingga komoditas ekspor impor di Arab Saudi layak diperhatikan.

Alasan Indonesia dan Arab Saudi Berhubungan Erat

Alasan Indonesia dan Arab Saudi Berhubungan Erat
gambar: pixabay

Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, yaitu sebanyak sekitar 229 juta. Hal itu menjadikan Indonesia sebuah pasar yang besar bagi Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi.

Produk seperti kurma, air zam-zam, tasbeh, pashmina, dan lainnya berasal dari Arab Saudi sangat laris di pasaran Indonesia. Belum lagi berbicara soal hasil mineral seperti minyak bumi di mana kebutuhan masyarakat Indonesia sangat bergantung dengan negara tersebut.

Demikian juga dengan Arab banyak membutuhkan Indonesia di bidang pangan seperti olahan daging ternak, ikan, udang. Bahkan beberapa produk seperti kayu, kawat, kertas, besi dan baja dari Indonesia juga laris sehingga terjadi komoditas ekspor impor Arab Saudi.

Hal yang membuat hubungan bilateral kedua negara ini sangat harmonis juga dikarenakan kesamaan mayoritas agama. Jutaan penduduk Indonesia berangkat melakukan perjalanan Haji, dan tentunya berdampak baik bagi pemasukan devisa Arab Saudi.

Begitu juga dengan Indonesia, banyak mengirimkan jutaan tenaga kerja yang membuat devisa dalam negeri menjadi meningkat. Bahkan kita bisa melihat beta banyaknya orang Indonesia, bekerja mencari nafkah di negara tersebut.

Dengan begitu hubungan kedua negara Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi berjalan sangat baik, karena didukung oleh banyak faktor keeratan. Posisi tawar kedua negara tetap berusaha mencari keuntungan yang sama-sama baik bagi semua pihak.

Akibat banyaknya penduduk Indonesia di sana juga membuat berjamurnya rumah makan khas Indonesia laris di sana. Oleh sebab itu untuk menunjang restoran di sana maka banyak membutuhkan komoditas ekspor impor di Arab Saudi.

Indonesia sendiri memiliki komoditas ekspor berupa suku cadang otomotif ke Arab Saudi. Hal ini juga melihat kebutuhan yang mewah membutuhkan banyak potensi produksi dengan cepat terkait alat-alat otomotif.

Sedangkan komoditas ekspor impor Arab Saudi tertinggi diminati Indonesia adalah Minyak. Bahkan setengah dari kebutuhan minyak bumi berasal dari sana.

Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi Saat Pandemi

Di tengah mewabahnya covid-19, tentunya akan sangat berpengaruh pada proses perdagangan suatu negara. Terlebih wabah ini mengharuskan kita untuk mencegah berkerumun dan melakukan kontak fisik.

Wabah ini sendiri diketahui sangat mematikan dan menyebar dengan cepat. Hal tersebut membuat kebijakan suatu negara terkait perekonomiannya menjadi berubah.

Setiap negara tentunya akan terus menjaga agar negaranya tetap stabil dalam bidang ekonomi. Salah satunya adalah dengan melakukan ekspor-impor.

Indonesia dan Arab Saudi telah lama menjalin hubungan hangat oleh karena itu akan bersama untuk bisa melewati pandemi ini. Salah satu menjadi kekuatan Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi terhadap Indonesia adalah bahan pangan tetap berproduksi saat pandemi.

Oleh karena itu industri makanan tetap stabil dikirim ke sana. Seperti yang diketahui negara kaya minyak tersebut juga mengalami kesulitan ekonomi dengan jatuhnya harga minyak dunia.

Jatuhnya harga minyak dunia membuat negara tersebut menetapkan bea impor yang cukup besar. Hal tersebut agar pemasukan tetap terjaga.

Di samping itu negara Indonesia tidak terkena imbas kenaikan bea impor tersebut akibat dari ikatan yang kuat. Menurut data ekspor impor Arab Saudi, beberapa komoditi yang tidak terpengaruh adalah produk sawit, kayu, vitamin, ikan, daging, sayur, dan buah.

Hal tersebut selain karena ikatan yang kuat dalam bidang ekonomi tetapi komoditi tersebut dapat memperkuat imun. Selain itu juga mengekspor berbagai hasil industri farmasi agar indonesia bisa bertahan saat pandemi.

Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi Menjadi Harapan UMKM Indonesia

Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi Menjadi Harapan UMKM Indonesia
gambar: pixabay

Arab Saudi seakan membuka angin segar untuk Indonesia terlebih pada usaha kecil. Barang-barang seperti rempah, suku cadang kendaraan, dan masker.

Indonesia yang terkenal dengan usaha padat karya memproduksi berbagai produk dengan cepat dan harganya lebih murah dibanding negara lain. Hal tersebut menjadikan komoditas impor Arab Saudi sangat mudah memasuki pasar di sana.

Berbagai produk makanan yang dibawa oleh pengusaha juga laris terjual di sana. Bahkan kita bisa melihat banyaknya produk makanan olahan yang bahkan diperdagangkan langsung oleh orang Indonesia.

Belum lagi terkait komoditi kerajinan seperti anyaman, batik, dan furnitur rumah tangga yang sangat cepat diproduksi oleh Indonesia. Tentunya akan menjadi incaran negara tersebut karena harganya yang murah dan berkualitas tinggi.

Seperti contohnya adalah masker dan juga baju pelindung virus, karena Indonesia bisa memproduksi dalam waktu cepat dan murah sehingga cukup banyak terbeli di sana. Terlebih terkait kebutuhan waktu pandemi di mana, produksi juga sedang lesu.

Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi yang Paling Diminati Oleh Masyarakat Indonesia

Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi yang Paling Diminati Oleh Masyarakat Indonesia
gambar: pixabay

Kita bisa melihat cukup banyak toko-toko arab saudi yang berdagang di Indonesia. Seperti salah satu contohnya adalah di Kota Bogor dan Jakarta.

Berbagai barang impor Arab Saudi ke Indoneisa tersebut sangat laris diincar masyarakat, bahkan akan membeli walau dengan harga yang mahal sekalipun.

Komoditi yang diminati diantaranya permadani, kain khas arab, tasbeh, minyak penumbuh jambang, minyak kesehatan, obat, daging dan susu unta dan sebagainya. Bahkan ada kebanggaan tersendiri yang dimiliki saat membeli barang dari negara arab karena faktor agamis dan keindahan.

Berbagai barang berseni tinggi juga banyak diincar untuk ornamen rumah seperti lampu, ukiran, lukisan kaligrafi, serta foto-foto ikonik seperti Kabah dan masjid. Tentunya juga berbagai barang khas seperti vas dan meja yang memiliki ukiran kaligrafi indah.

Saat lebaran tiba banyak panganan khas timur tengah yang dibeli untuk menarik tamu yang hadir. Salah satunya adalah kurma, kacang arab, dan permen. Belum lagi dengan pembelian air zam-zam yang laris dibeli untuk melepas dahaga sekaligus menambah kesan agamis.

Kerja sama yang erat antara Arab Saudi dengan Indonesia telah berjalin lama dan cukup mesra. Hal tersebut dikarenakan faktor historis yang panjang.

Berbagai kebijakan ekonomi yang searah dengan Indonesia di mana sangat menguntungkan kedua belah pihak. Selain dikarenakan kesamaan mayoritas pemeluk Agama Muslim, negara ini juga sejalan dalam bidang pendidikan dan tenaga kerja.

Oleh sebab itu jalinan ekspor dan impor juga sangat lancar terlebih Indonesia kerap mendapat relaksasi kebijakan ekonomi seperti bea impor. Rasa yang kuat juga menjadikan Komoditas Ekspor Impor Arab Saudi diterima kebijakannya.

Komoditi Indonesia yang Diekspor ke Australia

Komoditi Indonesia yang Diekspor ke Australia

Komoditi Indonesia yang diekspor ke Australia memiliki jenis cukup beragam. Terlebih dengan lokasi strategis kedua negara saling berdekatan. Produk Indonesia juga tidak kalah saing dengan barang di dunia.

Pada kegiatan perdagangan skala internasional banyak negara telah bekerja sama dengan Indonesia termasuk salah satunya yaitu Australia. Berbagai produk unggulan telah dikirim ke negara kanguru tersebut.

Jenisnya sangat beragam dari mulai pangan hingga kebutuhan lain. Tidak hanya ke negeri kanguru, berbagai barang juga dikirim ke negara lain sebab sumber daya alam dimiliki bisa dikatakan berlimpah.

Kegiatan ekspor maupun import memiliki manfaat cukup banyak utamanya dalam peningkatan nilai perekonomian. Dalam lingkup nasional berdampak positif terhadap neraca perdagangan.

Kegiatan ekspor impor Australia, utamanya berhubungan dengan Indonesia memiliki jenis tertentu. Aktivitas perdagangan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya didasari untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Hubungan bilateral utamanya dalam bidang perdagangan memberikan pengaruh besar. Terlebih hubungan kedua negara sudah terjalin sejak lama dengan faktor geografis sebagai alasan utamanya.

Dengan begitu Indonesia mencatat telah mengirimkan banyak barang ke negeri kanguru tersebut. Kerjasama terjalin tidak hanya dalam hal perdagangan namun juga pertahanan antar negara.

Kegiatan perdagangan memberikan dampak baik dalam peningkatan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan domestik antar kedua negara.

Daftar Komoditi Indonesia yang Diekspor ke Australia

Daftar Komoditi Indonesia yang Diekspor ke Australia
gambar: pixabay

Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengirimkan berbagai produk unggulannya ke pasar Australia. Sehingga kegiatan ekspor ke negeri kanguru tersebut memberi peluang untuk Indonesia memperluas pasar.

Aktivitas ekspor juga sangat membantu memperkenalkan produk Indonesia ke lingkup internasional. Jenis barang ekspor sangat beragam dari mulai hasil alam hingga otomotif.

Berikut beberapa daftar komoditas ekspor Indonesia ke pasar Australia:

1. Kayu Olahan

Kerajinan kayu Indonesia telah terkenal luas di mancanegara tidak terkecuali Australia. Oleh sebab itu, olahan kayu menjadi salah satu produk unggulan ekspor.

Ada dua jenis tipe kayu ekspor Indonesia yaitu dalam bentuk produk dan ukiran. Penyumbang produk kayu tersebar yaitu dari Papua sementara untuk ukiran adalah Jepara, Jawa Tengah.

2. Produk Otomotif

Komoditi Indonesia yang diekspor ke Australia salah satu yaitu kendaraan bermotor. Selama beberapa tahun terakhir negeri kanguru sudah tidak memproduksi mobil sehingga membuka peluang bagi produsen Indonesia dalam mengirim kendaraan bermotor.

3. Kopi dan Minyak Kelapa

Indonesia terkenal sebagai negara penghasil kopi dan minyak kelapa berkualitas baik. Tidak heran jika kedua komoditas tersebut menjadi andalan dalam dilakukannya ekspor.

Daerah Sumatera seperti Lampung, Riau dan Aceh menjadi penghasil kopi terbaik. Sementara produksi minyak kelapa tersebar di Sumatera hingga Sulawesi.

4. Perhiasan

Komoditi Indonesia yang diekspor ke Australia lainnya yaitu perhiasan. Sebagai negara dengan sumber daya melimpah, Indonesia menghasilkan perhiasan dalam jumlah cukup tinggi.

Berbagai perhiasan tersebut yaitu emas, mutiara serta logam mulia lain. Martapura dikenal sebagai daerah penghasil emas cukup besar di Indonesia.

Selain beberapa jenis komoditas tersebut, masih ada banyak barang lain dikirim ke negeri kanguru. Namun komoditas diatas menjadi salah satu produk unggulan Indonesia untuk pasar internasional.

Cara Ekspor ke Australia Sesuai Aturan

Cara Ekspor ke Australia Sesuai Aturan
gambar: pixabay

Agar produk dapat dikirim ke Australia ada beberapa tahapan perlu dilakukan. Cara tersebut juga perlu diketahui oleh pengusaha yang berencana untuk melakukan ekspor ke negara satu ini.

Berikut cara serta tahapan dalam melakukan ekspor agar produk diterima:

1. Melakukan Pelabelan

Komoditi Indonesia yang diekspor ke Australia harus dilabeli. Sementara itu tata cara pelabelan untuk produk akan dikirim harus mengikuti ketetapan dari departemen bea Australia.

Terdapat regulasi perlu dilewati agar produk dapat diedarkan kepada pasar negeri kanguru.

2. Jaminan

Hukum konsumen Australia mengatur penjualan produk harus sesuai dengan deskripsi. Selain itu, harus ada garansi serta refund pada jenis produk yang dijual.

Kesepakatan dalam kompensasi meliputi proses refund, pembatalan pembelian, kompensasi atas kerusakan maupun kehilangan.

3. Keamanan Produk

Pemasar maupun produsen perlu menjamin keamanan produk yang dijual. Penjaminan keamanan komoditas biasanya meliputi pemenuhan standard keamanan dan peringatan penggunaan untuk mencegah terjadinya kerusakan.

Agar barang diterima, terdapat beberapa persyaratan harus dipenuhi. Ketentuan tersebut umumnya dilakukan untuk melindungi konsumen supaya tidak dirugikan.

Persyaratan Ekspor ke Australia yang Harus Diketahui

Pemenuhan standar mutu bagi pemasar maupun produsen menjadi suatu hal yang penting untuk diketahui utamanya pada produk makanan. Sementara itu, Australia menerapkan peraturan impor yang ketat untuk memastikan keamanan barang.

Terdapat setidaknya dua regulasi yang perlu dilewati sebelum produk bisa dipasarkan. Pertama yaitu lolos uji kelayakan dan keamanan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Produk yang dikirim setidaknya harus memiliki standar keamanan sama dengan dalam negeri. Terdapat persyaratan mutu, kemasan serta label yang juga harus dipenuhi.

Komoditi Indonesia yang diekspor ke Australia memiliki persyaratan untuk mencantumkan label ke produk. Dalam labeling perlu memuat penjelasan mengenai barang.

Australia mewajibkan negara pengimpor untuk mencantumkan keterangan pada produk yang meliputi nama importir, nomor lot, peringatan dan keterangan resmi, negara pengirim, serta jangka waktu penggunaan utamanya jenis makanan.

Persyaratan lain yang juga perlu diperhatikan yaitu berat bersih pada produk makanan dan daftar kandungan sebagai bagian dari allergy warnings.

Saluran Distribusi Komoditi Indonesia yang Diekspor ke Australia

Saluran Distribusi Komoditi Indonesia yang Diekspor ke Australia
gambar: pixabay

Saat komoditas dikirim ke luar negeri, ada beberapa saluran distribusi perlu dilewati. Sebab proses distribusi memiliki peranan penting terhadap kesuksesan penjualan barang di luar negeri.

Sementara itu, di Indonesia menerapkan berbagai kebijakan mengenai saluran pemasaran utamanya untuk kegiatan ekspor. Pemilihan agen pemasaran di luar negeri juga memiliki peranan yang cukup penting.

Oleh sebab itu pencarian agen distribusi perlu dilakukan dengan melihat jaringan pemasarannya. Selain itu, kinerja serta spesifikasi juga perlu untuk diketahui.

Tahapan yang perlu dilalui oleh pengekspor Indonesia sendiri yaitu memiliki proses kontrak penjualan. Dokumen ini harus dimiliki sebagai bentuk persetujuan dilakukannya proses jual dan beli.

Setelah proses kontrak penjualan akan dilanjutkan order pembelian. Dimana memuat berbagai jenis produk, serta jumlah produk yang akan diekspor.

Komoditi Indonesia yang diekspor ke Australia juga harus melalui proses pembukaan L/C atau letter of credit. L/C memiliki tiga tahapan diantaranya yaitu pembukaan bank devisa.

Tahapan selanjutnya yaitu pembukaan letter of credit setelah memperoleh persetujuan. Letter of credit akan dikeluarkan jika dokumen lolos pemeriksaan.

Setelah L/C berhasil, terdapat berbagai tahapan lain yang meliputi proses pengiriman menggunakan kapal kargo sesuai sales contract. Langkah ini menjadi salah satu paling penting selama proses ekspor.

Langkah terakhir yaitu proses shipping document negotiation. Pengekspor perlu menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan dalam proses pengiriman barang.

Kegiatan ekspor dan impor memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian dan pemenuhan kebutuhan. Namun selama proses tersebut, eksportir maupun importir juga perlu mengikuti regulasi yang ada.

Sebagai salah satu negara eksportir, Indonesia memiliki beragam produk unggulan, terutama dalam hal hasil alam. Komoditi Indonesia yang diekspor ke Australia banyak jenisnya mulai dari hasil alam, tambang hingga produk otomotif.

Negara Tujuan Ekspor Kayu Manis Indonesia

Negara Tujuan Ekspor Kayu Manis Indonesia

Negara-negara Eropa dan Amerika menjadi negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia hingga kini. Hampir semua negara tersebut menggantungkan pasokan rempah mereka dari Indonesia.

Karena kualitas rempah dari negara Bhineka Tunggal Ika tidak perlu di ragukan lagi.

Aroma yang khas dengan citarasa manis pedas membuat rempah-rempah ini diminati oleh semua orang. Sekedar untuk campuran minuman, campuran adonan kue, hingga bumbu masakan.

Inilah yang membuat orang luar, terutama daerah Erpoa dan Amerika tidak henti-hentinya mengimport cinnamon dari negara kita.

Menurut data dari Kementrian Perdagangan, sejak Januari-April 2020 lalu RI berhasil mengeksport rempah hingga mencapai 218,69 juta dollar AS.

Angka ini terbilang fantastis mengingat pada masa itu pandemi covid-19 sedang menimpa seluruh dunia.

Dunia yang sedang berduka nyatanya tidak menutup jalur dagang internasional. Meskipun ada beberapa penghambat di sana-sini, namun tingkat eksport rempah Indonesia justru naik.

Terlebih di benua Eropa dan Amerika dimana daerah tersebut merupakan negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia.

Alasannya cukup sederhana yaitu rempah-rempah khususnya cinnamon dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan imun tubuh, selain dari konsumsi obat-obatan kimiawi.

Kayu manis terbukti lebih aman serta minim efek samping. Untuk lebih jelasnya, mari mengenal lebih dalam tentang kayu manis.

Mengenal Kayu Manis Lebih Detail

Mengenal Kayu Manis Lebih Detail
gambar: pixabay

Seperti namanya “Kayu Manis” merupakan sebuah nama untuk tanaman rempah-rempah dengan batang kayu yang memiliki rasa manis.

Tanaman satu ini memiliki nama Latin Cinnamomum, serta Cinnamon dalam Bahasa Inggris.

Secara umum morfologi dari tanaman Cinnamomum ini yaitu tumbuhan berkayu dengan daun tunggal.

Tanaman yang termasuk dalam family Lauraceae, ordo Polycarpicae, serta kelas Dicotyledoneae ini dapat tumbuh baik pada lingkungan bersuhu 18-28 derajad celcius.

Kelembaban lingkungan antara 70-90%, curah hujan rata-rata 2000-2500 mm/tahun, sinar matahari 40-70% serta keasaman tanah dengan pH 5-6,5.

Selain di lingkungan dengan kategori tersebut, Cinnamon tetap dapat tumbuh namun akan menghasilkan kualitas kulit kayu yang sedikit lebih rendah.

Itulah mengapa negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia adalah negara-negara daerah Benua Eropa dan Amerika. Selain alasan karena disana tidak ada hujan, pergantian ke-empat musim juga tidak cocok untuk tanaman Cinnamomum.

Ada banyak jenis tanaman Cinnamon seperti Cinnamomum Burmanni, Cinnamomum Zeylanicum, Cinnamomum Cullilawan dan Cinnamomum Cassia.

Indonesia sendiri paling banyak di tanam tanaman Cinnamomum berjenis Burmanni, Cullilawan dan Cassia. Sedangkan untuk jenis Zeylanicum banyak ditemui di Srilanka.

Tanaman berjenis C Burmanni dapat dengan mudah Anda temui di daerah penghasil kayu manis di Indonesia yaitu Sumatera (Barat dan Utara), Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur), Jambi, Maluku dan Bengkulu.

Sedangkan untuk jenis C Cassia dapat Anda temui dengan mudah di daerah Jawa tengah seperti Purwokerto, Baturaden, dan Kebumen.

Berbeda dengan kedua jenis Cinnamomum di atas, jenis Cullilawan hanya dikenal di daerah Maluku, khususnya di Ambon dan Pulau Seram.

Cullilawan memiliki kayu paling lunak berwarna putih dengan kandungan minyak atsiri yang tinggi.

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan

Manfaat Kayu Manis untuk Kesehatan
gambar: pixabay

Mengingat banyaknya daerah di RI yang cocok untuk ditanami Cinnamomum, tidak heran bila negara penghasil kayu manis terbesar di dunia memanglah Indonesia.

Sedangkan negara-negara Benua Eropa dan Amerika sangat bergantung dari suplai rempah dari negara kita.

Menurut data tahun 2020, sebanyak 85% besar produk Cinnamon yang ada di seluruh dunia berasal dari eksport Indonesia.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan, tanaman Cinnamomum yang selama ini hanya dikenal sebagai bumbu dapur ternyata memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan.

Penduduk di negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia biasanya menggunakan Cinnamomum sebagai penghangat badan pada musim dingin.

Mereka mencampurkan potongan kayu manis ke dalam teh atau minuman mereka.

Ada juga yang menggunakan Cinnamon sebagai campuran rokok untuk menambah citarasa manis pedas. Tidak berhenti sampai disitu, kayu manis dijadikan bahan utama obat-obatan tradisional.

Seperti obat gangguan jantung dengan selai cinnamon, gangguan sendi, obat pengontrol kolesterol, obat penurun lemak tubuh, obat kanker, obat pencegah pengentalan darah, serta lain sebagainya.

Bahkan dibeberapa restoran mewah disana juga menggunakan cinnamon untuk campuran kue, cookies, serta berbagai olahan lainnya. Sedangkan pada negara sendiri cinnamon digunakan sebagai bumbu masakan, campuran minuman, dan campuran pembuat kue.

Negara Tujuan Ekspor Kayu Manis Indonesia

Berbagai khasiat tersebut menjadi dasar utama negara-negara beriklim subtropis terus mengimport Cinnamon dari negara tropis seperti Indonesia.

Beberapa negara utama di Benua Eropa yang menjadi target eksport cinnamon negara kita yaitu Jerman, Belanda, Perancis, Rusia, dan lain-lain.

Sedangkan Benua Amerika yang menjadi negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia yaitu Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, serta lain sebagainya.

Tidak hanya itu negara kita juga mengeksport tanaman ini ke Australia serta negara-negara lain di Asia seperti Jepang, Malaysia, Singapura, Korea, dan lain-lain.

Perkembangan Ekspor Kayu Manis Indonesia

Perkembangan Ekspor Kayu Manis Indonesia
gambar: pixabay

Kenyataan itu membuktikan bahwa dunia memang mengandalkan eksport Cinnamon dari Indonesia. Namun sayangnya beberapa tahun belakang negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan Cina mulai menggencarkan eksport rempah-rempah seperti Cinnamomum

Meski muncul pesaing namun eksport Cinnamon negara kita tetap mengalami perkembangan.

Hal ini tercatat dalam data eksport kayu manis Indonesia pada Badan Pusat Statistik dalam beberapa tahun terakhir.

Mulai dari tahun 2011, tercatat Indonesia berhasil mengeksport 45. 695 ton cinnamon. Pada tahun itu eksport cinnamon memiliki nilai sebesar US$ 60.798 ribu.

Sayang pada tahun 2012 sempat mengalami penurunan, sehingga hanya bisa mengeksport 40.403 ton cinnamon senilai US$ 49.953.

Kemudian pada tahun 2013 mulai meningkat lagi sebesar 52.507 ton dengan nilai US$ 72.958, tahun 2014 sebesar 63. 507 dengan nilai US$ 72. 958. Serta pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi sebesar 55. 027 dengan nilai US$ 104. 052 saja.

Namun hal fantastis terjadi pada tahun 2018 dimana negara kita berhasil mengeksport cinnamon seberat 288 ton.

Sedangkan pada tahun 2019 negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia yaitu Perancis, Amerika Serikat, Swedia, dan Estonia berhasil diimport cinnamon sebesar 215 ton, belum termasuk negara-negara lain.

Potensi Eksport dan Pengembangan Kayu Manis Indonesia

Dari data-data tersebut membuktikan bahwa peluang eksport untuk negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia masih terbuka lebar.

Hingga saat ini pemerintah terus menggalakan eksport rempah termasuk cinnamon.

Dengan pemantauan yang tepat dan saling sinergi antara masyarakat dan pemerintah, optimis eksport cinnamon bisa meningkat.

Terlebih lagi telah hadir Kayumanis Koerintji yang diyakini mampu menjadi bibit unggul untuk para petani.

Kayumanis Koerintji ini merupakan jenis kayu manis C Burmanni yang menjadi favorit dari termasuk Amerika, Perancis, Swedia, Rusia, Jerman, Belanda, dan lain-lain.

Bibit pilihan (PIT) dari tanaman Koerintji ini telah tersebar dalam tiga lokasi yang berbeda yaitu Desa Perikan Tengah, Desa Lumpur, dan Desa Air Betung.

Bibit siap tanam ini diharapkan mampu menghasilkan kayu manis dengan kualitas terbaik dan karakteristik yang disukai negara tujuan ekspor kayu manis Indonesia. Jangan lupa untuk membuat Phytosanitary Certificate sebelum mengekspor kayu manis dari Indonesia

Komoditas Ekspor Impor Kamboja

Komoditas Ekspor Impor Kamboja

Salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi yakni komoditas ekspor impor Kamboja masih menjadi andalan negara ini untuk memenuhi keperluan masyarakatnya.

Masih satu Kawasan dengan Indonesia yakni Asia Tenggara, kamboja juga masih mengandalkan sumber alam sebagai pemenuh kebutuhan.

Masih kurang potensial dengan sumber daya manusianya, Kamboja masih bergantung impor untuk memenuhi keperluan selain hasil pertanian.

Negara kerajaan ini tergolong dengan tingkat perekonomian paling bawah dibanding negara ASEAN lainnya meskipun usaha pembangunan dan peningkatan semakin gencar dilakukan pemerintahnya.

Karena pekerjaan mayoritas penduduknya masih dalam bidang pertanian dan perkebunan membuat pendapatan perkapitanya masih tergolong rendah.

Komoditi Ekspor yang Jadi Andalan Kamboja

Komoditi Ekspor yang Jadi Andalan Kamboja
gambar: pixabay

Meskipun jumlah penduduk masih sedikit, namun untuk komoditas ekspor impor Kamboja, mereka terkenal sebagai eksportir hasil pertanian dan perkebunan dengan skala besar keberbagai negara.

Komoditas andalannya yakni beras bahkan banyak dipesan oleh negara Indonesia. Selain itu, ada juga karet dan hasil perkebunan lainnya yang jadi hasil ekspor negara ini.

Karena kondisi perekonomian yang sedang berkembang, hasil pertanian maupun perkebunannya masih menjadi komoditas ekspor terbesar negara Kamboja untuk meningkatkan pemasukan negara.

Mayoritas masyarakat yang bekerja sebagai petani sangat mengoptimalkan hasil pertaniannya untuk menaikkan devisa dari bidang ekspor nasionalnya yakni sebagai berikut.

1. Beras

Pertanian khususnya padi sudah diatur dan didukung penuh oleh pemerintah Kamboja bahkan sejak lama membuat hasil beras negara ini cukup tinggi. Terbantu oleh sistem irigasi yang terstruktur membuat padi semakin bagus tumbuh di wilayah ini.

Jumlah komoditas ekspor impor Kamboja terutama dalam kegiatan ekspor beras dapat mencapai ratusan ribu ton per tahunnya membuat negara ini mendapat pamor bagus di mata negara puluhan negara pengimpor beras termasuk Indonesia.

2. Jagung

Jagung yang merupakan bahan utama berbagai produk olahan makanan membuat ekspor Kamboja akan produk ini tidak akan redup. Dilengkapi dengan luasnya lahan untuk menanam pohon jagung mendukung Kamboja mampu menjual hingga jutaan ton jagung setiap tahunnya.

3. Getah Karet

Selain pertanian padi dan jagung, perkebunan karet juga banyak digeluti masyarakat Kamboja. Kebutuhan global akan getah tanaman ini turut membuat Kamboja fokus menghasilkan getah dalam jumlah besar secara nasional.

4. Lada Hitam

Bumbu atau rempah ini menjadi produk andalan Kamboja dari berbagai komoditas perkebunannya yang lain. Kualitas lada hitam Kamboja bahkan banyak disukai berbagai negara karena berasal dari daerah pegunungan yang subur.

5. Perikanan

Terkenal akan sungai terbesar yakni Mekong, mendukung hasil perikanan sebagai komoditas ekspor impor Kamboja cukup besar dijual ke berbagai negara. Produk perikananan yang di ekspor negara ini kebanyakan masih berdasarkan hasil tangkapan sehingga kulitas ikannya cukup tinggi didukung alamnya yang subur.

6. Industri Garmen

Meskipun terkenal dari bidang pertanian dan sumber daya alam lainnya, namun bidang garmen juga banyak di negara ini dan terbilang cukup penting.

Industri ini bahkan besar menunjang pertumbuhan ekonomi nasional Kamboja dengan target ekspor ke benua Amerika hingga Eropa.

Komoditi Impor Negara Kamboja Apa Saja

Komoditi Impor Negara Kamboja Apa Saja
gambar: pixabay

Kondisi perekonomian yang masih mulai ditingkatkan dan dibangun, membuat komoditas ekspor impor Kamboja termasuk peluang baik secara global.

Berbagai negara sering menjadikan negara ini untuk memasarkan produknya karena memang produksi dalam negerinya yang belum optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kuantitas impor yang dilakukan Kamboja memang lebih tinggi dibanding kegiatan ekspornya karena kemampuan negara ini masih belum tersedia untuk menghasilkan produk-produk tersebut.

Meskipun terus memperbaiki diri dan perkembangan teknologi terus dilakukan Kamboja masih melakukan impor komoditas dalam jumlah besar keperluan masyarakat secara nasional.

Produk makanan seperti biskuit, jajanan ringan, manisan, minyak kelapa sawit serta minuman berupa jus, susu, hingga minuman bersoda adalah impor wajib negara ini.

Selain itu ada juga produk perhiasan, pakaian, rokok, dan alat elektronik guna menunjang kegiatan masyarakatnya.

Bahan makanan untuk konsumsi sehari-hari seperti daging atau daging masih perlu di impor dari negara seperti Hongkong, Thailand, Cina, Amerika Serikat, India, Vietnam, Indonesia dan masih banyak lagi dalam skala besar.

Semua kegiatan untuk mengangkut komoditas ekspor impor Kamboja ini dilakukan melalui transportasi darat maupun udara didukung dengan bandara dan pelabuhan berskala internasional yang dibangun oleh pemerintahnya.

Namun, meskipun demikian tetap masih banyak kegiatan illegal untuk menyelundupkan berbagai produk dari negara lain karena ingin menghindari pajak.

Akan tetapi jumlah impor yang diperlukan Kamboja secara legal terbilang masih sangat besar dalam berbagai bidang.

Komoditas Ekspor Impor Antar Indonesia dan Kamboja

Selain hubungan dalam bidang politik dan keamanan yang terjalin dengan baik antar kedua negara ini, hubungan dalam ekonomi khususnya perdagangan juga turut terjalin bagus.

Meskipun perekonomian kedua negara masih sama-sama berkembang, namun komoditas ekspor impor Kamboja dengan Indonesia sangat baik dan berpotensi semakin besar di tahun mendatang.

Negara Kamboja terbilang suka melakukan impor berbagai komoditas Indonesia karena masyarakatnya juga sangat menyukai berbagai produk secara khusus dan sebaliknya.

Berbagai Macam Barang Impor Kamboja dari Negara Indonesia

Indonesia banyak melakukan perdagangan berbagai komoditas ekspor impor Kamboja khususnya mengimpor terlebih dalam beberapa tahun terakhir ini dengan kondisi perekonomian mereka yang semakin membaik.

Dengan jumlah transaksi yang lumayan besar, Indonesia meraih keuntungan dari hubungan ini khususnya dalam perdagangan komoditas dalam barang-barang keperluan sehari-hari.

Kamboja yang belum memproduksi banyak jenis kebutuhan belasan juta penduduk khususnya keperluan dalam pakaian yang masih jadi kebutuhan pokok membuat peluang kedepannya masih terus ada.

Impor negara Kamboja khususnya dari Indonesia terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Untuk komoditas ekspor Indonesia ke Kamboja mencakup banyak produk. Mulai dari kebutuhan sehari-hari seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian adalah komoditi paling dibutuhkan negara ini.

Bahkan terdapat perusahaan farmasi asal Indonesia yang sudah menjajal pasar Kamboja yang terpercaya khususnya bagi masyarakat kelas menengah kebawah.

Produk bahan makanan seperti minyak sawit, biskuit, wafer, mie instan dan jajanan lainnya laris manis di tengah masyarakat kamboja.

Merk Milkita, Kopiko hingga Nutri C sudah umum dan luas dikenal oleh masyarakat karena memang sesuai selera mereka.

Selain komoditas ini, ada juga barang lain berupa bahan bangunan termasuk batu bata, keramik, marmer, furniture dari kayu, rokok, batik, kertas dan produk kertas seperti tissue, dan produk kecantikan, seperti shampoo maupun sabun banyak jadi komoditas ekspor impor Kamboja paling disukai.

Berbagai Ekspor Kamboja ke Negara Indonesia

Berbagai Ekspor Kamboja ke Negara Indonesia
gambar: pixabay

Hasil produksi pertanian khususnya padi negara Kamboja membuat Indonesia turut menjalin hubungan dagang dalam berbagai produk komoditas ekspor impor Kamboja.

Untuk memenuhi produk pangan dalam negeri, kementrian perdagangan memilih Kamboja sebagai salah satu pemasok beras dalam skala besar di Indonesia.

Sama hal dengan kegiatan ekspor yang terus meningkat ke Kamboja, komoditas impor Indonesia dari Kamboja sangat besar pada produk berasnya turut meningkat setiap tahun.

Bagi Indonesia, negara kamboja adalah pasar potensial untuk memasarkan produk meskipun jumlah penduduk sedikit, namun lokasinya yang strategis bisa menjadi perantara berdagang ke pasar sekitar negara tersebut.

Sehingga pemerintah menjaga dengan baik hubungan bilateral dengan Kamboja dalam berbagai bidang.

Untuk membina hubungan perdagangan ini, kedua pimpinan negara ini sudah melakukan perjanjian dan penandatanganan surat untuk menjamin perdagangan yang sesuai hukum.

Kunjungan dari dan ke Kamboja oleh para pelaku usaha juga terus dilakukan untuk mempelajari pasar dan meningkatkan pelayanan dan kualitas produk perdagangan luar negeri komoditas ekspor impor Kamboja maupun Indonesia.

Potensi Komoditas Ekspor Timor Leste

Potensi Komoditas Ekspor Timor Leste

Potensi komoditas ekspor Timor Leste sebenarnya paling banyak berada pada sektor pertanian. Jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lain, maka Timor Leste berada pada posisi paling bawah.

Negara yang umurnya belum lama tersebut masih mengembangkan sistem ekonomi demi mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Salah satunya adalah meningkatkan hasil produksi pertanian karena ini merupakan potensi paling besar. Dari segi pembangunan manusia juga masih belum sepenuhnya terbangun karena tingkat ekonomi masih rendah.

Bahkan tidak jarang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar harus membeli dari produk penduduk di perbatasan negara.

Apalagi teknologi modern sekalipun belum sepenuhnya dimaksimalkan karena kurangnya sumber daya manusia. Hanya potensi alam seperti pariwisata dan pertanian yang menjadi komoditas utama.

Beberapa hasil pertanian menjadi prioritas utama karena memiliki produksi cukup besar. Berikut adalah beberapa potensi alam yang bisa di ekspor Timor Leste.

Potensi dari Sektor Produksi Holtikultural

Potensi dari Sektor Produksi Holtikultural
gambar: pixabay

Sektor holtikultural menjadi sektor paling penting mengingat Timor Leste juga termasuk negara agraris. Banyak hasil holtikultural yang di jual ke luar negeri, termasuk Indonesia dan negara tetangga sekitar.

1. Produksi sayuran

Hasil holtikultural berupa sayuran merupakan salah satu potensi komoditas ekspor Timor Leste yang cukup besar. Kebiasaan masyarakat yang hidup bertani membuat banyak sayuran dibudidayakan.

Beberapa selain untuk konsumsi dalam negeri namun juga di jual ke luar negeri, misalnya adalah daerah Nusa Tenggara.

Beberapa sayuran yang sering di jual ke Indonesia adalah seperti sayur kol, sawi putih, dan sejenisnya.

Biasanya masyarakat lokal menjualnya di daerah perbatasan karena lebih mudah bertemu dengan pembeli secara langsung.

2. Buah-buahan

Buah-buahan juga menjadi salah satu komoditas ekspor pertanian Timor Leste yang cukup besar.

Potensinya sangat besar karena banyak masyarakat lokal menanam di ladang milik mereka.

Beberapa buah-buahan bisa ditemui secara bebas dalam jumlah besar di pusat kota sebagai hasi dari pertanian milik negara.

Buah-buahan seperti pisang dan mangga adalah beberapa jenis yang paling banyak dijumpai. Beberapa jenis pisang cukup mudah ditemui karena memang menjadi hasil pertanian paling besar.

Terutama bagi masyarakat di daerah pedesaan Timor Leste. Biasanya mereka menjualnya ke pasar-pasar di perbatasan dengan Indonesia.

3. Produksi Lainya

Potensi komoditas ekspor Timor Leste juga ada pada beberapa olahan holtikultualnya. Biasanya olahan berupa makanan jadi seperti camilan atau sejenisnya.

Masyarakat lokal memiliki beberapa olahan tradisional dari sayur maupun buah-buahan.

Kebanyakan juga masyarakat lokal menjualnya ke daerah perbatasan atau hanya sekedar melakukan pertukaran.

Potensi dari Hasil Sektor Perkebunan

Potensi dari Hasil Sektor Perkebunan
gambar: pixabay

Potensi komoditas ekspor Timor Leste juga ada pada hasil perkebunan yang cukup banyak. Beberapa hasil pertanian seperti kopi hingga vanila cukup banyak dihasilkan dari perkebunan rakyat atau industri.

1. Kopi

Ekspor kopi Timor Leste sudah dilakukan sejak lama diminati karena memiliki rasa khas. Biasanya ekspor kopi dilakukan oleh penadah yang mengumpulkan kopi dari beberapa petani.

Setelah terkumpul maka kopi tersebut akan di jual ke negara lain dengan selisih harga cukup tinggi dari biasanya.

Karena ekspor kopi dilakukan dengan cara mengumpulkan dari banyak lokasi, maka rasa yang diberikan juga sedikit unik. Ada perpaduan dari berbagai rasa kopi dalam satu kemasan yang membuat banyak orang tertarik. Biasanya kopi-kopi tersebut didapatkan dari ketinggian 1.100 hingga 1.300 mdpl di seluruh tempat.

2. Vanili

Tanaman vanili asal Timor Leste juga cukup populer di pasar internasional. Vanili menjadi salah satu dari sekian banyak potensi komoditas ekspor Timor Leste.

Meskipun biasanya perkebunan hanya milik masyarakat lokal, namun hasilnya juga cukup lumayan. Setidaknya mampu menembus pasar di beberapa negara seperti Asia.

Sama seperti kopi, vanili juga dikumpulkan dari para petani dari berbagai tempat. Hal tersebut dilakukan karena hampir tidak ada perkebunan vanili skala besar yang dibangun.

Kebanyakan adalah miliki perusahaan dengan tujuan tertentu. Karena itu juga ekspor vanili masih belum sepenuhnya bisa dimaksimalkan oleh pemerintah.

3. Biji-bijian

Biji-bijian seperti kacang juga menjadi salah satu produk yang sering di jual ke luar negeri oleh pemerintah Timor Leste. Kondisi geografis yang hampir sama dengan Indonesia membuatnya banyak ditemui jenis biji-bijian.

Penduduk lokal masih menerapkan sistem pertanian tradisional untuk mengelola dan memanen setiap hasil pertanian.

Potensi dari Sektor Bahan Pokok

Potensi dari Sektor Bahan Pokok
gambar: pixabay

Tidak jarang masyarakat lokal juga melakukan penjualan bahan pokok ke negara tetangga seperti Indonesia.

1. Padi

Meskipun beberapa tahun lalu sempat mengalami masalah ekonomi cukup serius, namun Timor Leste cukup cepat bangkit.

Hanya dalam beberapa tahun saja ekonomi negara mampu tumbuh dengan cepat. Beberapa masyarakat juga diberikan pembekalan dan pelatihan untuk menghasilkan beberapa produk berkualitas untuk tujuan ekspor ke luar negeri.

Padi menjadi salah satu potensi komoditas ekspor Timor Leste yang cukup besar. Memang secara kondisi geografis tidak jauh berbeda dengan Indonesia sehingga padi juga banyak tumbuh.

Beberapa daerah juga memiliki kualitas serta mutu produksi kelas atas. Karena itu padi juga mampu menembus pasar global

2. Umbi-umbian

Ekspor pertanian Timor Leste juga didapatkan dari umbi-umbian yang cukup banyak ditemui. Masyarakat desa memiliki cukup banyak jenis tanaman yang bisa menghasilkan.

Meskipun ladang mereka tidak terlalu luas namun hasilnya cukup maksimal. Hal tersebut karena perhatian pemerintah yang sangat besar untuk meningkatkan taraf ekonomi penduduk.

Ada banyak sekali jenis umbi-umbian yang dihasilkan oleh petani lokal seperti ketela pohon dan sejenisnya. Biasanya pihak terkait akan melakukan ekspor dalam berbagai bentuk.

Namun yang paling sering adalah hasil olahan dari umbi-umbian. Hal tersebut supaya nilai jual menjadi lebih tinggi dan menguntungkan negara.

3. Jagung

Jagung juga cukup banyak ditemui baik dari kebun penduduk atau milik korporasi negara. Tentu saja potensi komoditas ekspor Timor Leste berupa jagung sudah tidak perlu diragukan lagi.

Apalagi banyak negara sudah mengakui kualitas dan mutu jagung Timor Leste.

Potensi dari Beberapa Sektor Lain

Beberapa sektor seperti peternakan, perikanan, dan kehutanan pada dasarnya juga termasuk dalam kategori pertanian.

1. Perhutanan

Sektor kehutanan di Timor Leste pada dasarnya masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Masalah kurangnya kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor yang menghambat.

Namun beberapa waktu lalu ada kerjasama dengan Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan nilai mutu dan kualitas sumber daya manusia Timor Leste.

2. Peternakan

Potensi komoditas ekspor Timor Leste juga ada pada sektor peternakan milik penduduk. Banyak peternakan seperti babi, kerbau, unggas, dan kambing cukup untuk menembus pasar internasional.

Apalagi tidak ada syarat khusus perdagangan internasional dalam sektor peternakan.

3. Perikanan

Perikanan di Timor Leste juga sudah mulai maju dengan banyaknya hasil tangkapan laut.

Secara geografis memang ada banyak potensi tersembunyi yang bisa digali. Terutama daerah selatan yang memiliki hasil laut sangat berlimpah seperti ikan tuna dan sejenisnya.

Meskipun belum lama berdiri sebagai sebuah negara, namun perkembangan ekonominya sudah terlihat baik. Aktif melakukan kerjasama dengan negara tetangga membuat pembangunan menjadi lebih cepat.

Apalagi ditambah dengan adanya berbagai potensi komoditas ekspor Timor Leste dari beberapa sektor.

Komoditas Ekspor Negara ASEAN

Komoditas Ekspor Negara ASEAN

Sudah lama sejak berdiri, maka bentuk hasil kerjasama berdasarkan komoditas ekspor negara ASEAN yang terus berkembang turut mendukung kemajuan negara-negara anggotanya.

Adanya hubungan bilateral termasuk dalam ekonomi dan perdagangan antar negara ini membuat kebutuhan dan perekonomian hingga kehidupan masyarakat membaik setiap tahunnya.

Total 10 anggota ASEAN rata-rata adalah negara yang sangat kaya sumber daya alamnya.

Lokasi yang terletak strategis yakni sekitar garis khatulistiwa membuat adanya kemiripan komoditas ekspor pada bidang agrikultur sebagai andalan.

Musim tropis yang sangat cocok untuk bercocok tanam serta kemampuan sumber daya manusianya yang masih sedang berkembang turut jadi penyebab pertanian maupun perkebunan masih banyak.

Hasil penjualan barang-barang komoditas ekspor negara ASEAN ini adalah pendapatan besar bagi negara, terlebih keberlangsungannya dapat dipertahankan. Berikut barang-barang dagangan tiap anggota ASEAN penghasil devisa tinggi!

Komoditas Ekspor Negara Indonesia yang Sudah Terkenal

Komoditas Ekspor Negara Indonesia yang Sudah Terkenal
gambar: pixabay

Dengan wilayah yang kaya akan sumber daya alam tinggi, Indonesia banyak mengekspor hasil bumi berupa minyak mentah dan gas alam di dunia.

Selain hasil pertambangan ini, ada juga komoditi hasil perkebunan berupa hasil kelapa sawit, karet, hingga kopi. Hasil bumi lainnya yakni kelautan dan perikanan banyak menjadi andalan Indonesia berupa ikan tuna atau jenis ikan lainnya.

Terkenal sejak zaman penjajahan, komoditas ekspor negara ASEAN satu ini memang tinggi pada rempah-rempah dan tehnya.

Sehingga komoditi ini juga turut banyak diperdagangkan ke luar negeri. Namun tidak hanya mengolah alamnya saja, terdapat juga barang hasil buatan manusia yang sering dijual seperti barang elektronik hingga produk tekstil jadi.

Diberkati dengan jumlah penduduk ketiga terbesar di dunia, maka hasil produksi Indonesia untuk hasil pabrik terbilang tinggi.

Hasil elektronik seperti baterai, komponen listrik hingga alat penghasil suara dan video serta produk manufaktur termasuk komoditas ekspor Indonesia ke negara ASEAN maupun secara global.

Komoditas Ekspor Negara Brunei Darussalam

Negara dengan bentuk kerajaan ini yang masih berada satu daratan wilayah Indonesia tepatnya pulau Kalimantan, membuat hasil alamnya juga banyak mirip seperti Indonesia.

Komoditas ekspor negara ASEAN ini terdapat pada hasil tambangnya yakni pada minyak bumi dan gas alam.

Wilayah dan jumlah penduduk yang masih kecil membuat Brunei termasuk negara kaya meskipun untuk memenuhi keperluan barang hingga pangan mereka mayoritas membeli dari luar negeri.

Hasil tambang yang tinggi ini terbukti membuat Brunei memiliki komoditas ekspor migas terbesar di ASEAN dari hasil ini keperluan masyarakat secara nasional bisa terpenuhi dengan baik.

Komoditas Ekspor Menuju Negara Malaysia

Komoditas Ekspor Menuju Negara Malaysia
gambar: pixabay

Tingkat pertumbuhan ekonomi tetangga terdekat Indonesia ini semakin jaya sejak tahun 70-an dengan unggulan perdagangan hasil perkebunan.

Bahan mentah berupa timah dan karet banyak menyumbang pendapatan nasional bagi Malaysia sehingga kemakmuran masyarakat terus membaik.

Masih memiliki wilayah alam yang mirip dengan Indonesia, membuat komoditas ekspor negara ASEAN ini juga menghasilkan komoditi perkebunan seperti hasil kelapa sawit, kayu, buah-buahan hingga pertambangan seperti minyak dan gas alam.

Sebagian wilayah Malaysia yang juga masih sedaratan dengan Indonesia membuat negara kerajaan ini masih banyak mengandalkan sumber daya alam sebagai pendapatan utamanya.

Seiring berjalannya waktu, komoditas utama ekspor Malaysia semakin mengingat pada bidang lainnya.

Semakin tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan negara ini membuat penjualan dalam tekstil, produk listrik, hingga bahan-bahan kimia semakin besar juga.

Bahan mentah yang awalnya langsung di ekspor kini sudah diolah terlebih dahulu seperti olahan minyak bumi jadi komoditi negara ini.

Komoditas Ekspor Negara Filipina yang Banyak dari Hasil Pertanian

Duduk pada peringkat empat sebagai perekonomian paling baik, Filipina banyak melakukan ekspor dari hasil pertanian juga. Komoditas ekspor negara ASEAN ini bergantung pada beras, kelapa, jagung, tebu atau buah lainnya untuk menaikkan pendapatan nasionalnya.

Mirip seperti Indonesia, Filipina juga kaya dengan hasil laut sehingga komoditi produk ikan juga banyak diperdagangkan negara ini. Beberapa tahun terakhir ini hasil industri berupa plastik, mesin, peralatan elektronik, hingga furniture semakin tinggi di ekspor dari Filipina.

Komoditas Ekspor Negara Kamboja dengan Skala Besar

Meskipun jumlah penduduk masih sedikit, namun Kamboja mampu menjadi penyedia hasil perkebunan dengan skala besar dan andalannya berupa karet dan beras. Dengan kondisi perekonomian yang sedang berkembang, negara ini masih banyak bergantung pada hasil pertanian maupun perkebunannya untuk meningkatkan pemasukan negara melalui devisa hasil ekspor.

Memang jika dibanding dengan komoditas ekspor negara ASEAN lainnya, Kamboja berada dibawah. Namun tetap melakukan ekspor dengan andalan beras, kedelai, karet, tembakau serta hasil pertanian lainnya secara berkualitas.

Komoditas Ekspor Negara Laos yang Sebagian Penduduknya

Pertanian menjadi penunjang ekonomi nasional negara ini, karena kegiatan utama masyarakatnya ialah bertani. Hasil komoditas ekspor negara ASEAN ini ada pada pertanian yakni beras, kemudian ada juga umbi-umbian, jagung, buah pisang, tembakau, kopi dan hasil pertanian lainnya.

Kondisi wilayah yang mayoritas adalah daratan, membuat Laos sangat bergantung terhadap hasil dari daratan. Perdagangan hasil hutan seperti kayu juga banyak dilakukan Laos selain hasil pertambangan seperti tembaga dan emasnya.

Komoditas Ekspor Negara Vietnam yang Cukup Mengesankan

Anggota ASEAN yang satu ini cukup mengesankan dalam membangun perekonomian nasionalnya. Terkenal dengan hasil perikanan seperti udang, lobster, kepiting hingga cumi membuat Vietnam sangat terkenal sebagai pemasok yang berkualitas secara global. Komoditas ekspor negara ASEAN ini besar juga pada bidang pertanian terutama beras.

Daratan yang kaya akan sumber alam seperti hutan turut meningkatkan ekspor Vietnam pada produk kayu, arang, dan rotan berkualitas. Sumber tambang juga tersedia cukup banyak di Laos dengan hasil berupa besi, kromium, batu bara, hingga timah menjadi komoditi ekspor negara ini.

Komoditas Ekspor Negara Singapore Tanpa Sumber Daya Alam

Terkenal sebagai negara paling maju di Asia, sebenarnya negara Singapore malah satu-satunya negara tanpa sumber daya alam sebagai komoditas utamanya. Dengan wilayah sempit dan jumlah penduduk yang sangat sedikit tidak membuat negara ini terus berkembang. Perekonomian negara ini ditopang oleh sektor perdagangan karena terkenal sebagai perantara dagang dari dunia Eropa maupun Amerika di wilayah Asia.

Para pengusaha di Singapore terkenal sebagai investor pada perusahaan luar negeri dan layanan dalam bidang keuangan dan telekomunikasi menjadi unggulan Komoditas ekspor negara ASEAN ini. Ada juga ekspor andalannya berupa produk elektronik dan hasil olahan bahan mentah yang di impor dari negara kaya sumber daya alamnya termasuk minyak bumi.

Komoditas Ekspor Negara Thailand yang Kebanyakan Mengekspor Beras

Komoditas Ekspor Negara Thailand yang Kebanyakan Mengekspor Beras
gambar: pixabay

Negara yang berbatasan dengan Malaysia ini banyak mengekspor beras karena pertanian Thailand sangat besar. Selain itu ada juga jati dan karet sebagai produk pertanian yang banyak terjual ke luar negeri.

Thailand memang telah menyiapkan bidang pertanian sebagai penunjang perekonomian nasionalnya sehingga komoditas ekspor negara ASEAN ini terkenal dengan buah-buahan, gula, karet hingga biji-bijian lainnya sangat berkualitas. Perkembangan teknologi juga turut meningkatkan komoditas ekspor negara Thailand termasuk produk tuna kaleng.

Komoditas Ekspor Negara Myanmar Seperti Batu Giok dan Permata

Negara ini terkenal dengan hasil alamnya berupa batu mahal seperti batu giok dan permata. Selain andalan ini Myanmar juga terkenal sebagai negara penghasil minyak bumi dan gas alam. Namun penghasilan utama masyarakat yang berasal dari bidang pertanian padi membuat negara ini terkenal sebagai pemasok beras.

Kaya dengan sumber daya timah, tembaga, kapur, dan hasil tambang lainnya membuat Myanmar banyak melakukan perdagangan dengan komoditi ini sebagai andalah secara global. Selain hasil buminya langsung, komoditas ekspor negara ASEAN ini turut membangun kiprahnya untuk mengekspor hasil industri manufaktur seperti tekstil dan barang lainnya.

Harga Kacang Mete Kualitas Ekspor

Harga Kacang Mete Kualitas Ekspor

Saat ini harga kacang mete kualitas ekspor terus mengalami kenaikan cukup tajam. Apalagi potensi penjualan ke luar negeri terus meningkat sepanjang tahun. Manfaat dan khasiatnya untuk kesehatan juga sudah banyak dibuktikan dengan berbagai penelitian medis.

Jadi tidak heran memang jika kacang mete memiliki potensi besar. Sama seperti komoditi kayu manis.

Jika dilihat memang konsumsi kacang mete dunia terus mengalami kenaikan yang sangat besar. Biasanya biji dari buah jambu mete ini dipakai untuk berbagai kebutuhan makanan seperti campuran cokelat, camilan dan sebagainya.

Bahkan beberapa negara mengakui bahwa Indonesia memiliki kualitas lebih baik dari negara lain.

Hingga saat ini Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara penghasil kacang mete dunia. Urutan pertama India yang memiliki hasil produksi ratusan ribu ton setiap tahun.

Namun bukan berarti di Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara-negara lain. Berikut beberapa fakta menarik harga kacang mete dunia.

Produksi Kacang Mete di Dunia

Produksi Kacang Mete di Dunia
gambar: pixabay

Negara Asia menjadi negara yang paling mendominasi dengan menempati 5 posisi teratas produksi kacang mete dunia. Posisi pertama ada India dan disusul oleh Vietnam pada urutan kedua.

1. Posisi 5 Dunia

Indonesia menempati posisi 5 dunia dengan rata-rata produksi mencapai 95 ribu ton setiap tahun. Tentu angka yang cukup besar karena memang Indonesia sendiri memiliki banyak sumber daya alam yang sangat berlimpah.

Apalagi sebagian besar tanah juga memiliki tingkat kesuburan lebih baik dari tempat lain.

Dari jumlah produksi dalam negeri tersebut, hampir 80% dijual ke negara lain dengan harga lebih tinggi. Apalagi harga kacang mete kualitas ekspor dari Indonesia sudah diakui oleh dunia internasional.

Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor adalah India dan Vietnam sekaligus sebagai negara produsen terbesar.

2. Daerah Penghasil Kacang Mete

Di Indonesia sendiri ada banyak daerah yang menghasilkan kacang mete dengan kualitas terbaik. Kebanyakan berada di daerah luar Jawa seperti Aceh, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara.

Produksi tradisional biasanya dijadikan sebagai olahan khas dari daerah tersebut sebagai salah satu oleh-oleh khas adat.

Kacang mete berkualitas banyak diproduksi dari kebun rakyat dengan berbagai ukuran kapasitas. Misalnya saja yang berada di daerah Flores dimana ada banyak sekali kebun desa yang menanam tanaman tersebut.

Bahkan proses panen dilakukan setiap bulan dengan kuantitas paling banyak pada bulan Juni hingga Desember.

3. Diolah Secara Organik

Salah satu yang menjadi alasan mengapa harga kacang mete kualitas ekspor dari Indonesia tinggi adalah karena prosesnya dilakukan secara organik. Tidak banyak menggunakan pupuk kimia yang bisa jadi mempengaruhi kualitasnya.

Bahkan dari pengolahan secara organik, biji yang dihasilkan lebih besar dan tebal dari negara lain.

Manfaat dan Kegunaan Kacang Mete

Manfaat dan Kegunaan Kacang Mete
gambar: pixabay

Setiap negara memiliki keyakinan masing-masing mengenai kegunaan dari biji jambu tersebut, baik untuk kesehatan atau konsumsi biasa.

Namun faktanya adalah biji tersebut sangat populer di dunia dengan berbagai macam manfaat serta kegunaan.

1. Manfaat Bagi Kesehatan

Salah satu manfaat kacang mete adalah untuk menjaga kesehatan tubuh lebih baik lagi. Perlu diketahui bahwa biji tersebut memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat seperti tembaga, magnesium, berbagai vitamin, dan kandungan lain.

Jadi tidak salah memang jika beberapa ahli gizi memberikan saran supaya rutin mengkonsumsinya.

Salah satu manfaatnya adalah untuk menjaga kepadatan tulang karena biji ini mengandung tembaga. Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa dalam 1 ons saja ada 622 mikrogram.

Sedangkan kebutuhan harian tubuh manusia adalah sekitar 900 mikrogram. Artinya Anda sudah memenuhi lebih dari ¾ kebutuhan harian tersebut.

2. Manfaat Bagi Kecerdasan

Salah satu alasan harga kacang mete kualitas ekspor dari Indonesia sangat tinggi adalah karena manfaatnya besar. Salah satu faktor yang mampu meningkatkan sel otak adalah lemak tunggak tidak jenuh.

Sedangkan biji ini memiliki kandungan lemak tunggal tidak jenuh cukup banyak sehingga sangat baik bagi otak.

Selain itu juga secara mengejutkan ada manfaat untuk melancarkan aliran darah ke otak. Artinya adalah sirkulasi oksigen yang dibawa darah ke otak juga semakin berlimpah. Ini sangat penting demi menjaga fungsi otak tetap baik.

Bahkan bisa meningkatkan kecerdasan otak dalam beberapa tingkatan.

3. Manfaat Bagi Kecantikan

Manfaat lain adalah untuk kecantikan, terutama menjadikan rambut lebih sehat serta berkilau. Kandungan asam linoleat didalamnya merupakan faktor penting untuk rambut lebih sehat.

Selain itu ada juga kandungan oleat dan zat tembaga yang sangat baik untuk pertumbuhan kulit rambut lebih sehat.

Harga Kacang Mete Kualitas Ekspor Indonesia

Harga Kacang Mete Kualitas Ekspor Indonesia
gambar: pixabay

Ada banyak alasan mengapa dunia sangat mengagumi produksi kacang mete dari Indonesia. Selain dari memiliki kualitas terbaik namun juga dianggap memiliki banyak kelebihan lain.

1. Memiliki Kualitas

Biji dari jambu monyet ini memang memiliki berbagai kualitas tergantung dari lingkungan dan pola penanaman. Biasanya untuk kualitas unggulan memiliki warna cukup khas seperti cokelat hingga deep ivory.

Karena itu harga kacang mete kualitas ekspor selalu lebih tinggi jika dibandingkan dengan dalam negeri.

Beberapa negara sangat menginginkan produk dari Indonesia tersebut. Misalnya saja Eropa dan India yang sangat suka dengan kualitas kacang mete Indonesia.

Biasanya di Eropa menjadikan olahan camilan sebagai teman minum teh atau kopi. Apalagi rasanya yang cukup manis dan memiliki ukuran besar.

2. Terdapat Beberapa Kelas

Kualitas kacang mete bisa dibedakan berdasarkan tipe kualitas yang sudah ditentukan sebelumnya. Biasanya standar paling rendah supaya bisa dikonsumsi harus terbebas dari semua kotoran, termasuk jamur dan sejenisnya.

Setidaknya biji sudah steril dari semua kotoran sehingga bisa langsung dikonsumsi tanpa khawatir keracunan.

Sedangkan untuk standar paling tinggi bisa dilihat warna kuning hingga light invery tanpa adanya kecacatan. Memiliki ukuran yang besarnya sama dengan volume tebal dan besar.

Hal ini membuat harga kacang mete kualitas ekspor dari Indonesia cukup tinggi. Namun tetap banyak diminati oleh negara lain.

Potensi Bagi UMKM dan Daerah

Produksi di Indonesia memang cukup besar mengingat banyak hutan desa atau hutan produksi dengan tanaman jambu monyet.

Tentu saja ini merupakan salah satu potensi yang bisa digali oleh para pelaku UMKM, terutama dalam bidang makanan.

1. Meningkatkan Taraf Ekonomi

Melihat banyaknya produksi dalam negeri dari berbagai daerah, ini menjadi kabar gembira bagi pelaku UMKM. Harga kacang mete kualitas ekspor sangat tinggi dengan beberapa inovasi tertentu.

Daerah juga bisa mendapatkan penghasilan lebih besar jika mampu mengelola dan mengekspornya dengan baik, terutama untuk membangun wilayahnya lebih baik lagi.

2. Bekal Persaingan Global

Konsumen selalu mencari produk dengan kualitas dan mutu terbaik, termasuk untuk kacang mete. Kesadaran masyarakat dunia mengenai kesehatan juga mengakibatkan harga kacang mete kualitas ekspor dari Indonesia cukup tinggi.

Namun menariknya Indonesia tidak pernah kehilangan pasar global karena mampu menyediakan produk mete kualitas terbaik.

Sumber daya alam di Indonesia memang tidak akan pernah habis karena hampir semua bisa tumbuh subur. Daerah yang dipenuhi dengan gunung berapi aktif telah membuat Indonesia menghasilkan banyak produk kelas atas.

Salah satunya adalah jambu monyet yang membuat harga kacang mete kualitas ekspor cukup tinggi.

Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia

Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia

Banyaknya lahan karet pada negara ini, negara tujuan ekspor karet Indonesia semakin bertambah banyak. Namun, tahukah Anda sejak pendemi menyerang, justru ekspornya malah menurun. Ada banyak sebab yang membuat hal itu bisa terjadi.

Karet memiliki pengaruh cukup penting bagi negara Indonesia sendiri. Bila Anda belum tahu, luas lahan untuk perkebunan tersebut di Indonesia saja terdapat 3.6 juta hektar. Sementara itu, dari luasnya perkebunan, mampu menyerap tenaga pekerja mencapai 2,5 juta, dihitung berdasarkan per kepala keluarga.

Data tersebut diambil dari Dirjen perkebunan pada tahun 2018. Untuk saat ini, memang kondisi dunia sedang cukup krisis. Pembatasan pengiriman ke negara tujuan ekspor karet Indonesia terhambat. Beberapa dari negara tersebut mengalami kelumpuhan ekonomi.

Meski, beberapa masih ada yang membutuhkan bahan baku ini, tapi permintaannya justru menurun. Berbeda sekali pada tahun 2019, di mana kegiatan pengiriman bahan baku ini cukup meningkat.

Anda harus tahu bahkan ekspor karet Indonesia 2019 naik hingga 2.81 juta ton pengiriman bahan baku tersebut. Dari jumlah yang besar itu, mampu menghasilkan keuntungan hingga 3.95 Miliar. Penjelasan lebih detailnya, silakan untuk memperhatikan detail informasi berikut.

Mengetahui Pengertian Ekspor dan Tujuannya

Mengetahui Pengertian Ekspor dan Tujuannya
gambar: pixabay

Sebelum membahas lebih jauh tentang kegiatan ekspor karet dari Indonesia ke berbagai negara, ada baiknya untuk mengetahui pengertiannya terlebih dulu dengan istilah ekspor dan tujuan diadakannya.

Ekspor adalah sebutan untuk transportasi atau komoditas untuk menjual barang dan jasa ke luar negeri dengan maksud memperoleh keuntungan. Bisa juga disebut dengan proses kegiatan ekonomi, yang terjadi jual/beli dan dikirimkan ke luar negeri dengan jumlah besar.

Hal itu terjadi karena kebutuhan dari dalam negeri sudah tercukupi, sementara permintaan dari luar negeri sangat tinggi hingga dari sini, harus mengirimkannya pada negara yang membutuhkan.

Contohnya saja karet. Bahan baku tersebut telah diminati oleh beberapa negara. Jadi, setiap tahun negara tujuan ekspor karet Indonesia pasti sudah memesannya untuk kebutuhan negara tersebut.

Sebenarnya, untuk performa dari kegiatan ekspor bahan baku tersebut selalu seimbang antara tahun 2015 hingga 2019. Tapi pada akhir 2019, memang mengalami penurunan hingga ke tahun 2020 pada masa pendemi.

Terlihat juga karet dieksport ke negara ASEAN seperti Malaysia, Vietnam, Filipina juga mengambilnya dari sini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kurun waktu empat setengah tahun dari 2015 ke 2018 naik permintaan ekspor hingga 70 persen.

Untuk ASEAN yang memiliki pemesanan paling tinggi, dipegang oleh Vietnam. Terhitung pada kurun waktu tersebut sebelum 2020, melakukan pemesanannya hingga 12,9 juta dolar Amerika.

Namun, karena pendemi beberapa importir berakhir menghentikan pemesanan bahan baku tersebut dari Indonesia karena sementara waktu, pabrik-pabrik produksi ban dihentikan hingga pendemi membaik.

10 Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia Terbesar

10 Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia Terbesar
gambar: pixabay

Selain karena covid-19, tadi sudah disebutkan juga pada tahun 2019, penurunan ekspor terjadi. Hal itu dikarenakan skema dari Agreed Export Tonnage Scheme serta terdapat sebuah penyakit yang menjangkit perkebunan karet Indonesia.

Ditambah lagi, beberapa importir terbesar menghentikan pemesanan bahan baku tersebut akibat pendemi Global. Padahal ekspor karet Indonesia ke Amerika paling tinggi. Tapi pada bulan Juni, tembus sebagai negara penderita covid tertinggi di dunia.

Dari riwayat ekspor perkebunan karet Sumatera ke Amerika, tercatat bahwa mereka meminta bahan tersebut hingga 1,2 miliar, 396,52 juta, dan 324,55 juta dan semua menggunakan mata uang dolar Amerika.

Kami mengambil data dari tahun 2016 ke 2018 mengenai urutan negara tujuan ekspor karet Indonesia terbesar, yaitu :

  1. Amerika Serikat : untuk negara Paman Sam ini dari BPS tahun tersebut dilakukan ekspor hingga 568,400
  2. Jepang : negara yang menduduki peringkat kedua karena Jepang juga memproduksi banyak kendaraan hingga melakukan pemesanan karet 413,000
  3. Tiongkok : negara yang sering bekerjasama dengan Indonesia ini, kegiatan ekspor yang dilakukan ke sana adalah 293,400
  4. India : hingga 210,800
  5. Korea Selatan : mencapai 179,000
  6. Kanada : 72,800
  7. Jerman : 68,000
  8. Belgia : memiliki data sama dengan Jerman yaitu 68,000
  9. Turki : 64,600
  10. Negara Lainnya : sementara negara lainnya bila digabungkan mencapai 461, 300

Itu membuktikan memang negara tujuan ekspor karet Indonesia bisa menjadi penentu keberhasilan perekonomian Indonesia. Memang faktanya Indonesia sendiri adalah produsen karet terbesar kedua di dunia,

Berterimakasih kepada para petani karet karena mampu menjaga kualitas bijinya hingga menembus pasar dunia.

Manfaat Bahan Baku Karet Bagi Beberapa Negara

Memiliki kurang lebih negara tujuan ekspor karet Indonesia terbesar, sudah pasti banyak yang bertanya, kenapa ekspor biji tersebut selalu meningkat setiap tahunnya. Mengabaikan adanya pendemi tahun ini, hingga pertengahan 2019, memang selalu mengalami peningkatan.

Terlebih lagi, tanaman ini memiliki mampu bertahan hingga 30 tahun lamanya. Dan setiap tahun memiliki produksi getah berkualitas. Biasanya, ketika diekspor, bukan berbentuk getah, tapi sudah dalam bahan baku karet.

Bila Anda bertanya, beberapa negara tujuan ekspor karet Indonesia memanfaatkannya untuk apa, inilah penjelasannya :

  1. Bisa menjadi bahan bagi industri sintesis. Bisa untuk membuat alat kesehatan, perkakas dan khususnya kendaraan. Seperti di Amerika, Jepang dan Tiongkok.
  2. Biasanya juga dibuat sebagai beberapa alat-alat dapur.
  3. Bahkan ada yang digunakan sebagai campuran makanan. Tapi harus diketahui bahwa pengolahan lebih lanjut harus dilakukan agar aman dikonsumsi.
  4. Menjadi salah satu bahan obat-obatan. Karena ternyata mengandung banyak zat yang baik.

Sementara itu, penanaman pohon karet yang ada di Indonesia juga memiliki peran dalam reboisasi dan rehabilitasi lahan. Pohon karet sendiri memang tidak terpengaruh dengan lahan dan mudah beradaptasi dengan lingkungan hingga tidak perlu tanah terlalu subur.

Rencana Kegiatan Pemasaran Ke Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia

Rencana Kegiatan Pemasaran Ke Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia
gambar: pixabay

Mengetahui dampak pendemi global yang belum berakhir, hingga beberapa negara berhenti import karet dari sini. Sebenarnya Indonesia masih memiliki harapan tinggi untuk prospek perencanaan kegiatan ekspor.

Diperkirakan pada tahun 2020-2022 dengan beringrasi pada Autoregresif Integrated Moving Average (ARIMA), bisa saja negara tujuan ekspor karet Indonesia kembali mengambil bahan baku karet. Karena tiap tahunnya juga bisa naik 1,79%.

Bahkan diperkirakan lagi, hingga tahun 2025 juga akan terus mengalami peningkatan signifikan dengan rata-rata per tahunnya mencapai 1,73%. Semuanya bisa tercapai dan kembali bangkit, asalkan melakukan beberapa saran berikut :

  1. Dibangunnya kebun benih unggul pada beberapa pusat perkebunan rakyat.
  2. Setelah dibangun, melakukan peremajaan bibit karet yang unggul hingga diterapkannya teknologi dalam pembudidayaan karet.
  3. Mampu memperbaiki sistem pemasarannya dengan tertuju pada sistem pemasaran bersama petani agar semuanya memperoleh keuntungan dan kesejahteraan.
  4. Mencari pasar baru yang kemungkinan memiliki potensi baik selain dari Tiongkok atau Amerika.
  5. Dan mampu meningkatkan kualitas produk dimulai dari peningkatan pengawasan produksi yang harus diperbaiki.

Jumlah perusahaan karet di Indonesia sendiri ada 315. Kondisi ekspor akan semakin baik di tahun 2021 ini apabila produktivitas didukung dengan pengetahuan kebutuhan pasar pasca pendemi. Lalu, negara tujuan ekspor karet Indonesia kembali bekerjasama dengan kita.

Itulah beberapa informasi pada artikel kali ini tentang negara tujuan karet Indonesia. Semoga informasi ini menambah pengetahuan kita semua! Terima kasih!

Potensi Komoditas Ekspor Jawa Barat

Potensi Komoditas Ekspor Jawa Barat

Potensi komoditas ekspor Jawa Barat dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Jawa barat memang sudah dikenal memiliki banyak sekali potensi alam maupun non alam.

Sistem manajemen dari pemerintah provinsi juga mendorong masyarakat untuk terus menghasilkan produk dengan kualitas lebih unggul.

Beberapa riset sudah menunjukkan bahwa jika dilihat, maka Jawa Barat memiliki nilai ekspor lebih besar daripada nilai impor. Artinya wilayah ini mampu memenuhi kebutuhan dalam provinsi serta mampu menjualnya ke luar negeri dan membawa keuntungan bagi daerah Jawa Barat.

Tentu saja hal tersebut menjadi sebuah prestasi karena tidak semua daerah mampu melakukannya.

Ada banyak sekali komoditas yang bisa di jual ke luar negeri dengan harga tinggi. Misalnya saja adalah produk pertanian dimana Jawa Barat memiliki dataran tinggi di beberapa daerah.

Karena itu jika dimaksimalkan akan ada banyak potensi terbuka sehingga mampu menembus pasar internasional.

Potensi dari Sektor Hasil Pertanian

Potensi dari Sektor Hasil Pertanian
gambar: pixabay

Sebagai negara agraria tentu saja tidak terlalu asing dengan sektor pertanian. Bahkan di beberapa daerah menjadi lumbung pertanian nasional, misalnya Jawa Barat.

1. Sektor kebutuhan pokok

Sebagai negara agraria memang sudah sewajarnya jika indonesia memiliki banyak produksi bahan pokok. Salah satunya adalah hasil pertanian padi yang menjadi makanan pokok masyarakat asia.

Komoditas ekspor hasil pertanian memang selalu menjadi sektor paling diminati pasar global, terutama dengan kualitas dan mutu yang lebih tinggi.

Di jawa barat sendiri daerah penghasil padi terbesar adalah kabupaten indramayu. Kabupaten ini sudah terkenal dengan hasil produksi padi kelas atas melalui berbagai varian padi.

Tidak salah memang jika produksi dari kabupaten indramayu mampu memenuhi kebutuhan dalam provinsi, bahkan masih bisa dijual ke luar negeri.

2. Sektor holtikultural

Potensi komoditas ekspor jawa barat selanjutnya adalah sektor holtikultural. Jawa barat memiliki beberapa daerah dataran tinggi yang sangat cocok untuk budidaya.

Biasanya sektor ini terbagi lagi dalam dua kelompok kecil. Ada kelompok buah-buahan dan kelompok sayuran yang semuanya menjadi komoditas penting.

Daerah ciamis adalah salah satu yang memiliki hasil holtikultura paling besar dengan produksi pisang.

Sedangkan untuk holtikultural sayuran paling banyak berasal dari daerah karawang, terutama dengan hasil jamur.

Semua produk holtikultural tersebut merupakan aset dan komoditas yang sangat penting untuk menembus pasar internasional.

3. Sektor biofarmaka

Sektor biofarmaka bisa juga disebut dengan hasil tanaman obat tradisional (toga). Biofarmaka menjadi potensi komoditas ekspor Jawa Barat dengan nilai cukup besar.

Misalnya saja tasikmalaya yang memiliki komoditas kapulaga paling besar. Sedangkan daerah lain adalah garut yang memiliki hasil biofarmaka berupa jahe.

Komoditas Mesin dan Peralatan Pelengkap

Komoditas Mesin dan Peralatan Pelengkap
gambar: pixabay

Selain dari hasil bumi, potensi komoditas ekspor Jawa Barat juga ada dalam bidang mesin serta perlengkapannya. Apalagi sudah bukan rahasia umum lagi bahwa daerah ini merupakan kawasan industri modern di Indonesia.

1. Mesin kendaraan

Potensi ekspor mesin kendaraan dari Jawa Barat memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Kawasan industri seperti Karawang dan sekitarnya merupakan daerah dengan banyak pabrik besar.

Produksi mesin-mesin kendaraan menjadi urutan pertama komoditas non alam yang paling banyak di jual ke luar negeri dan menembus pasar internasional.

Banyak sekali dibangun pabrik mesin kendaraan dari hasil kerjasama dengan perusahaan luar negeri.

Hal ini juga membuktikan bahwa sumber daya manusia di daerah sekitar mampu untuk menghasilkan produk kualitas unggulan.

Tidak heran juga mengapa produksi kendaraan tersebut mampu menarik banyak perhatian konsumen global.

2. Mesin listrik

Potensi komoditas ekspor Jawa Barat juga ada pada hasil produksi mesin listrik. Jika dilihat maka potensi dari ekspor mesin listrik menempati posisi dibawah mesin kendaraan.

Nilai ekspornya cukup besar sehingga pemerintah provinsi sudah menetapkan sebagai salah satu prioritas pada sektor mesin.

Pada tahun 2017 saja nilai dari komoditas ini telah mencapai 4.089,42 juta USD yang membuatnya menjadi prioritas.

Tidak salah memang jika pemerintah provinsi terus berusaha mengembangkan kerjasama dengan perusahaan asing.

Misalnya untuk membuat peralatan listrik unggulan seperti lampu, saklar, dan peralatan lain.

3. Mesin mekanik

Di posisi ketiga ada produksi hasil mesin mekanik yang fungsinya sangat membantu banyak pekerjaan manusia. Meskipun pada dasarnya cara pemakaian menggunakan tenaga manusia, namun faktanya masih sangat berguna.

Produksi di Jawa Barat sendiri seperti tang hingga gunting kawat cukup diminati oleh konsumen dari seluruh dunia.

Potensi Sektor Hasil Produksi Tekstil

Potensi Sektor Hasil Produksi Tekstil
gambar: pixabay

Masyarakat di Jawa Barat pada dasarnya memiliki nilai seni yang cukup tinggi, termasuk membuat kerajinan tangan.

Tidak salah memang jika kerajinan tangan memiliki banyak potensi komoditas ekspor Jawa Barat yang cukup menguntungkan.

1. Barang Rajutan

Produksi hasil rajutan memang tidak akan pernah mati dan kehilangan pasar. Hal tersebut karena barang-barang tersebut memiliki nilai estetika yang cukup tinggi.

Tidak heran jika bukan hanya kaum hawa saja yang menyukainya. Beberapa hasil rajutan tertentu juga banyak digemari oleh kaum adam.

2. Pakaian Jadi

Daerah Majalengka adalah yang paling atas memiliki pabrik-pabrik pembuatan pakaian jadi. Banyak produk komoditas ekspor dari tekstil seperti batik dan sejenisnya sangat digemari di luar negeri. Bahkan disana memiliki harga yang sangat besar karena ciri khas dan nilai estetika didalamnya sehingga sangat dihargai mahal.

3. Alas Kaki

Daerah Majalengka memang menjadi kawasan yang sangat strategis untuk mendirikan pabrik tekstil skala besar. Hal tersebut terlihat dari beberapa pabrik sepatu yang berdiri dengan banyak karyawan dari berbagai daerah.

Produksi alas kaki ini menjadi salah satu potensi komoditas ekspor Jawa Barat dengan nilai besar.

Potensi dari Beberapa Sektor Lain

Selain dari potensi pertanian, industri mesin dan tekstil, ada juga potensi lain dari beberapa sektor lain. Potensi komoditas ekspor Jawa Barat juga ada dari beberapa sektor lain seperti kertas dan karet.

1. Barang dari karet

Daerah Subang adalah salah satu daerah dengan penghasil karet terbesar di Jawa Barat. Hal tersebut membuat produksi karet sering di jual ke luar negeri.

Selain itu produksi karet Subang memiliki kualitas yang sangat baik.

Bukan hanya di ekspor secara mentah, namun juga barang jadi.

2. Kertas atau karton

Jawa Barat juga memiliki banyak pabrik kertas yang tersebar di seluruh wilayah. Kertas memang menjadi produk yang sangat penting untuk banyak bidang.

Hampir semua bidang membutuhkan produksi kertas dari berbagai ukuran dan jenis. Nilainya juga cukup besar karena memiliki nilai ekspor 1.121,34 juta USD.

3. Plastik

Nilai ekspor dari produksi plastik dan sejenisnya mencapai ratusan juta USD karena memang menjadi produk paling laris.

Kualitas yang diberikan juga tidak kalah dengan produksi luar negeri. Jadi memang tidak heran jika Jawa Barat selalu memiliki pasar produk plastik di luar negeri.

Sebagai salah satu kawasan paling maju di Indonesia, Jawa barat memang memegang peranan penting. Terutama beberapa daerah menjadi kawasan industri strategis.

Sedangkan daerah lain memiliki sumber daya alam berlimpah. Hal tersebut membuat potensi komoditas ekspor Jawa Barat tidak akan pernah ada habisnya.

Potensi Komoditas Ekspor Kalimantan

Potensi Komoditas Ekspor Kalimantan

Potensi komoditas ekspor Kalimantan memang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Bukan hanya dari sektor alam seperti pertanian dan perhutanan, namun juga dari sektor lain.

Kebanyakan memang merupakan sektor alam, baik minyak dan gas atau sejenisnya. Namun faktanya masih ada banyak komoditas lain yang memiliki potensi.

Salah satu dari beberapa pulau utama Indonesia tersebut memang memiliki sumber daya alam berlimpah. Apalagi dalam beberapa tahun mendatang akan ada perubahan besar dimana pusat ibukota akan berpindah ke Kalimantan.

Tentu ini akan membuat banyak produksi semakin meningkat dan tentunya pasar internasional menjadi lebih ramai.

Neraca perdagangan juga setiap tahun mengalami peningkatan hasil dari berbagai sektor. Dari beberapa provinsi yang ada semuanya menyimpan potensi masing-masing.

Wilayah seperti bagian timur dan utara pulau menjadi yang terdepan. Bahkan dengan banyak pusat kota berada di daerah sekitar pelabuhan yang membuat cukup ramai.

Potensi Sektor kehutanan dan Perkebunan

Potensi Sektor kehutanan dan Perkebunan
gambar: pixabay

Kalimantan terkenal dengan memiliki hutan lebat yang cukup besar. Banyak hasil dari hutan yang biasanya diolah terlebih dahulu atau belum diolah.

1. Bahan dari kayu

Sektor kehutanan adalah satu dari banyak potensi komoditas ekspor Kalimantan yang sudah mendapat banyak pasar internasional. Memang produksi kayu dari pulau ini cukup besar mengingat potensinya yang tidak ada habisnya.

Memiliki tanah subur membuat Kalimantan sangat cocok untuk produksi kayu secara industri tanpa merusak lingkungan.

Potensi sektor kehutanan memang menjadi salah satu prioritas unggulan karena menghasilkan banyak kayu berkualitas. Sebut saja kayu besi yang dianggap sangat kuat sehingga cocok dipakai untuk banyak keperluan.

Pada tahun 2018 saja setidaknya nilai yang sudah dihasilkan dari sektor ini telah mencapai 8.730.491 USD.

2. Bahan dari karet

Karet memang sangat banyak tumbuh di Kalimantan baik melalui perkebunan skala besar atau perkebunan rakyat. Potensinya juga sangat besar mengingat ada banyak lahan subur tersebar di seluruh provinsi.

Provinsi Kalimantan Barat misalnya pada tahun 2018 sudah memiliki nilai ekspor hingga 8.230.888 USD.

Selain itu, beberapa provinsi lain juga menjadikan karet sebagai salah satu komoditas utama. Hampir semua kawasan di Kalimantan memiliki tanah subur yang cocok dengan karet.

Apalagi aktivitas perdagangan juga terus mengalami peningkatan yang cukup tajam, terutama dengan jalur laut yang cukup ramai.

3. Perkebunan sawit

Jika membahas mengenai potensi komoditas ekspor Kalimantan tentu tidak bisa dilepaskan dari perkebunan sawit. Selain Sumatera, Kalimantan menjadi daerah dengan banyak perkebunan sawit berdiri.

Banyak perusahaan yang memilih untuk terjun dalam dunia agro seperti sawit karena nilai ekspor yang sangat besar dan cukup menguntungkan.

Potensi Hewani dan Produk Alam

Potensi Hewani dan Produk Alam
gambar: pixabay

Mengingat tanah yang subur dan cukup luas, ada banyak produk alam yang bisa dimanfaatkan. Bahkan beberapa produk hewani juga cukup memberikan nilai pada pendapatan daerah di beberapa kawasan.

1. Buah-buahan

Salah satu potensi komoditas ekspor Kalimantan adalah hasil buah-buahan yang cukup besar. Hutan rakyat menyimpan banyak tanaman asli dan buah asli sehingga memberikan nilai lebih.

Banyak buah-buahan berasal dari tanah Kalimantan mendapat sambutan hangat pasar internasional, misalnya adalah durian khas dari Kalimantan.

Ada juga beberapa jenis buah-buahan lain seperti pisang kepok yang sudah dijual ke Malaysia. Daerah timur pulau menjadi yang terdepan dalam melakukan ekspor pisang kepok ke luar negeri.

Apalagi kualitas dan mutu terjaga membuat produk alam ini mendapat sambutan hangat dari negara tetangga.

2. Lemak hewani dan nabati

Potensi ekspor produk alam juga ada pada minyak hewani dan nabati. Produk jadi seperti ini dihasilkan paling banyak dari daerah Kalimantan Utara.

Nilainya juga cukup besar karena pasar internasional sangat menyukai produknya. Terlebih lagi karena diolah dengan mutu tinggi.

Misalnya saja pada tahun 2018, nilai dari produk ini telah mencapai hampir 30 juta USD. Tentu saja potensi yang besar seperti ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Apalagi hutan tidak pernah kehabisan produk alami seperti madu dan lemak lain sehingga menjadi salah satu prioritas utama.

3. Ikan dan invertebrata air

Jenis ikan dan hewan air juga merupakan salah satu potensi komoditas ekspor Kalimantan Utara yang cukup mendapat perhatian.

Nilai ekspor pada tahun 2013 saja telah mencapai angka 92 juta USD. Tentu angka yang cukup besar mengingat banyak sekali potensi ikan dan invertebrata sejenisnya.

Potensi dari Sektor hasil Pertambangan

Potensi dari Sektor hasil Pertambangan
gambar: pixabay

Kalimantan memang dikenal dengan banyak hasil pertambangan yang tersebar luas. Bahkan banyak perusahaan asing yang tertarik untuk menanamkan modal demi meningkatkan hasil pertambangan tersebut.

1. Batubara

Tidak bisa dipungkiri memang bahwa batubara adalah salah satu potensi komoditas ekspor Kalimantan yang paling besar. Hampir setiap daerah pasti memiliki pertambangan batubara dalam jumlah besar.

Lokasinya juga tidak selalu berada di daerah dekat laut, namun tidak jarang terdapat banyak pertambangan pada daerah pedalaman.

Tanam gambut menjadi salah satu alasan mengapa banyak batubara tersimpan akibat proses jangka panjang. Beberapa negara seperti Filiphina, Jepang dan Malaysia adalah tujuan ekspor batubara.

Nilai ekspor batubara juga sangat besar sehingga mampu memberikan pemasukan kepada daerah dan negara dalam jumlah tidak sedikit.

2. Kondensat

Kondensat menjadi hasil dari pertambangan yang cukup banyak diproduksi di Kalimantan. Apalagi kebutuhan pasar juga masih cukup besar dan membuat kondensat sangat diterima di pasar internasional.

Negara tetangga sering meminta produksi kondensat dari Kalimantan karena dianggap memiliki nilai mutu yang sangat baik daripada lainnya.

3. Mineral alam

Pertambangan mineral memang banyak jenisnya dan tersebar luas di seluruh wilayah. Gas alam menjadi salah satu hasil dari produksi mineral dari Kalimantan.

Misalnya saja ekspor mineral alam dari Kalimantan Timur pada tahun 2015 mampu mencapai angka 4 juta USD dan terus meningkat nilainya sepanjang tahun.

Potensi dari Beberapa Sektor Lain

Potensi komoditas ekspor Kalimantan juga ada dari beberapa sektor strategis lainnya. Sebut saja dari industri besi hingga industri perangkat mesin.

1. Industri besi

Industri besi dan baja cukup maju di beberapa wilayah, terutama daerah dekat pertambangan.

Hasil pertambangan biji besi dan biji baja menjadi lebih banyak seiring bertambahnya teknologi pertambangan modern.

Selain itu luas konsensi lahan pertambangan juga bertambah untuk menggali simpanan mineral alam yang masih banyak terkandung.

2. Perangkat mesin

Perangkat mesin juga menjadi salah satu potensi komoditas ekspor Kalimantan mengingat industri mulai cukup berkembang.

Beberapa daerah seperti Banjarmasin dan Pontianak memiliki beberapa industri modern. Mesin-mesin modern diproduksi secara masal dan demi memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sisanya akan dijual ke luar negeri.

Perangkat optik juga menjadi salah satu komoditas utama di beberapa wilayah, misalnya Kalimantan Tengah.

Data pada tahun 2018 saja sudah menunjukkan bahwa nilai total ekspor perangkat optik sudah mencapai angka lebih dari 6 juta USD

Pulau yang akan menjadi ibukota baru di masa mendatang tersebut memang menyimpan banyak potensi.

Bukan hanya potensi alam seperti kehutanan namun juga mineral alam. Selain itu potensi komoditas ekspor Kalimantan juga terus meningkat setiap tahun.

FAST RESPONSE

If you have any questions about our services, we would love to hear from you. Please Call Us Today.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-812-9031-1909