Negara Tujuan Ekspor Indonesia

Negara Tujuan Ekspor Indonesia

Bagi pengusaha, mengetahui negara tujuan ekspor Indonesia yang terbesar bisa menjadi referensi penting untuk memperluas pangsa pasar. Memang dengan kemajuan teknologi saat ini, kegiatan menjual barang ke luar negeri bukan lagi sesuatu yang rumit.

Pemerintah Indonesia bahkan sudah membuat regulasi yang mengatur tentang kebijakan ekspor bagi industri-industri besar maupun pelaku usaha kecil menengah.

Regulasi tersebut bertujuan untuk melindungi industri maupun produk yang dijual ke mancanegara.

Ekspor sendiri didefinisikan sebagai kegiatan dalam perekonomian untuk menjual barang ke luar negeri. Jika semua aspek sudah terpenuhi, maka menjual produk lintas negara bukan sesuatu yang tidak mungkin.

Kegiatan penjualan seperti ini juga tidak hanya dilakukan oleh industri besar saja, tapi juga pelaku usaha kecil hingga menengah.

Untuk melakukan ekspor sudah pasti membutuhkan akses, baik dari segi komunikasi maupun akomodasi sehingga melalui aktivitas ini bisa dilakukan dengan lancar dan menghasilkan laba besar bagi industri pengekspor.

Pada pembahasan kali ini kami akan mengulas daftar negara tujuan ekspor Indonesia lengkap beserta informasi komoditinya. Mari simak!

Negara Tujuan Ekspor Indonesia Berdasarkan Komoditinya

Negara Tujuan Ekspor Indonesia Berdasarkan Komoditinya
gambar: pixabay

Menurut data dari Kementerian ada beberapa nama negara yang menjadi tujuan ekspor utama Indonesia. Berikut ini daftar negara tujuan ekspor Indonesia lengkap beserta informasi komoditi utamanya:

1. Hasil Karet dan Produknya

Beberapa negara tujuan ekspor Indonesia untuk hasil perkebunan karet beserta produk turunannya meliputi AS, Jepang, Cina, India, Jerman, Korea, Malaysia, Brasil, Canada dan Turkey.

2. Komoditi Sawit

Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sawit terbesar dengan tujuan ekspor utamanya ke China, India, Spanyol, Pakistan, Mesir, Bangladesh, AS, Italia dan Malaysia.

3. Komoditi Tekstil dan Produknya

Daftar negara tujuan untuk mengekspor hasil tekstil dan turunannya meliputi Turki, Uea, Cina, Jepang, AS, Inggris, Korea Sel dan Belgia.

4. Komoditas Hasil Perhutanan

Hasil hutan Indonesia yang di ekspor ke luar negeri meliputi kayu dan non kayu (getah, buah, madu, minyak kayu putih, sagu, dll).

Negara ekspor hasil hutan ini mencakup Belanda, Taiwan, Malaysia, India, China, Inggris, Arab Saudi, Australia dan Alzazair.

5. Barang-barang Elektronik

Salah satu barang elektronik buatan Indonesia berlabel SNI yang laku keras di luar negeri adalah AC. Negara-negara yang menjadi tujuan export AC diantaranya Pilipina, Cina, Vietnam, Hongkong dan Singapura.

6. Produk Alas Kaki

Alas kaki buatan Indonesia bahkan mampu menembus profit ekspor hingga Rp 71 Triliun lebih sepanjang 2018 lalu.

Amerika Serikat, Jerman dan Cina menjadi negara tujuan ekspor alas kaki. Beberapa negara lainnya meliputi Italia, Meksiko, Belanda, Belgia dan Jerman.

7. Komoditi Udang

Indonesia juga menjadi pengekspor hasil laut terbesar di dunia, salah satunya dari komoditi udang.

Melimpahnya hasil tangkapan udang vaname dan windu di tanah air paling banyak diekspor ke Amerika Serikat.

8. Otomotif

Ada beberapa merk mobil buatan Indonesia yang diekspor ke luar negeri dengan negara tujuan Mexico, Brasil, Polipina, Saudi Arabia dan Pakistan.

9. Komoditi Kopi

Kopi dari hasil perkebunan di Indonesia (termasuk kopi instan) banyak yang diekspor ke Rusia, Cina, Italia, Jerman, Aljazair dan Malaysia. Namun saat ini sudah semakin banyak negara tujuan ekspor kopi Indonesia.

Selain komoditas-komoditas seperti sudah disebutkan di atas, masih banyak produksi dari industri Indonesia lainnya yang diekspor ke luar negeri.  Seperti kerajinan homemade, cinderamata, asbak, kain, benih ikan, dan lain-lain. Bahkan ada juga komoditas unik yang juga diekspor.

Republik Rakyat China Menjadi Tujuan Ekspor Terbesar

Republik Rakyat China Menjadi Tujuan Ekspor Terbesar
gambar: pixabay

Berdasarkan data statistik tahunan yang terbaru pada 2020 lalu, China masih menjadi negara tujuan ekspor Indonesia terbesar. Hasil komoditi utama yang paling banyak diekspor ke negara tersebut berupa plastik dan olahan tepung.

Meskipun sepanjang tahun lalu dunia tengah mendapatkan masalah akibat pandemi virus Corona, akan tetapi belum ada perubahan signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia, termasuk profit dari ekspor ke negara tirai bambu tersebut.

Bahkan menurut data terbaru, hasil export non-migas Indonesia ke Tiongkok mencapai lebih dari $ 12 miliar.

Seperti yang disampaikan dari data BPS bahwa China masih menguasai produk non migas Indonesia, kemudian diikuti AS dan Jepang.

Dilihat dari komoditi hasil perkebunan seperti manggis, kelapa dan pisang juga paling banyak diekspor ke China. Namun produk ekspor lebih didominasi oleh bahan bakar mineral, baja dan besi, serta minyak nabati.

Jika melihat riwayat perdagangan Internasional dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, China menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan ekspor Indonesia.

Hal ini bisa menjadi referensi bagi para pelaku usaha yang ingin melebarkan sayap bisnisnya hingga ke mancanegara.

Apalagi hubungan bilateral antara China dan Indonesia juga sangat baik, sehingga tidak ada masalah terkait perdagangan Internasional antar keduanya.

Tips Menentukan Negara Tujuan Ekspor

Salah satu kendala yang sering dialami oleh pelaku usaha pemula yakni menentukan negara tujuan ekspor barang. Ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan pertimbangan ketika menentukan negara mana tujuan ekspor usaha Anda.

Hal paling utama adalah melihat prospek dari jenis barang yang akan Anda jual ke luar negeri, lebih cocok masuk ke pasar negara mana.

Seperti yang sudah Kamu berikan daftarnya di atas bahwa setiap komoditi memiliki pangsa pasar ke negara berbeda-beda.

Selain itu, jika Anda ingin memulai ke salah satu negara terlebih dahulu, maka pertimbangkan dengan membuat analisis SWOT seperti yang banyak digunakan dalam dunia bisnis.

Tujuannya untuk menilai negara mana yang paling memberikan keuntungan sebagai tujuan ekspor Anda.

Pertimbangan lainnya juga bisa dilihat trade balance dari negara tujuan export yang diinginkan. Hal ini berkaitan dengan mata uang dimana negara dengan nilai impornya lebih kecil dari ekspor mempunyai kurs lebih kuat, begitu juga sebaliknya.

Negara dengan mata uang yang lemah kurang potensial dijadikan sebagai negara tujuan mengekspor barang.

Hindari negara-negara dengan karakteristik neraca perdagangan cenderung stabil karena dinilai bisa menghambat kegiatan ekspor Anda.

Terakhir, pertimbangkan tentang faktor-faktor penting seperti tarif bea masuk, ongkos pengiriman, pajak dan lain-lainnya yang berkaitan.

Pertimbangkan poin-poin tersebut berdasarkan beberapa nama negara tujuan ekspor Indonesia di atas.

Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Ekspor

Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Ekspor
gambar: pixabay

Selain mengetahui daftar negara tujuan ekspor Indonesia, penting juga menghindari kesalahan-kesalahan agar aktivitas export Anda berjalan dengan maksimal.

Yakni mengenai barang yang Anda jual, tidak semua produk bisa laku dijual ke luar negeri.

Banyak pelaku usaha pemula yang melakukan kesalahan seperti ini sehingga bisnis ekspor yang dikembangkan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Itulah mengapa persiapan dan pertimbangan yang matang di awal harus mendapatkan perhatian penuh.

Kurangnya persiapan dan informasi yang detail mengenai birokrasi bisa menjadi masalah serius bagi pelaku usaha.

Apalagi dengan kemajuan teknologi jaman sekarang, sepertinya tidak sulit untuk memperoleh informasi apapun seputar kegiatan ekspor.

Dengan melihat penjelasan di atas, kami harap bisa memberikan gambaran bagi pengusaha-pengusaha yang tertarik untuk menjual barang ke luar negeri.

Tidak menutup kemungkinan kedepannya daftar negara tujuan ekspor Indonesia akan semakin banyak sehingga memberikan peluang besar bagi pelaku usaha.

Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan perdagangan Internasional dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjalankan proses perdagangan secara tertib antar dua negara berdasarkan kesepakatan bersama.

Kebijakan juga sering disebut sebagai regulasi yang menjadi aspek penting untuk kegiatan ekspor impor dalam skala global.

Secara umum, di dalam regulasi perdagangan Internasional tersebut mengatur kegiatan ekspor pada industri dalam skala nasional maupun pelaku usaha individu sekalipun.

Ekspor sendiri saat ini menjadi salah satu kegiatan dalam perekonomian untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Sejauh ini pemerintah Indonesia telah membuat aturan-aturan yang mengatur tentang kegiatan jual beli lintas negara.

Terlebih, Indonesia sudah tergabung menjadi anggota di beberapa organisasi ekonomi tingkat global yang artinya aktivitas ekspor-impor menjadi bagian penting di dalamnya.

Apabila tidak ada kebijakan perdagangan internasional, maka dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah-masalah yang memicu konflik antara dua negara.

Meskipun akhir-akhir ini regulasi mengenai perdagangan Internasional justru dijadikan sebagai senjata untuk mendiplomasi negara lain.

Mari kita kulik lebih detail mengenai kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan perdagangan Internasional.

Definisi Tentang Kebijakan Perdagangan Internasional

Definisi Tentang Kebijakan Perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional mengacu pada kegiatan jual beli yang melibatkan antar negara, baik perorangan maupun industri besar.

Diantara kedua negara tersebut biasanya sudah melakukan kesepakatan bersama atau yang disebut kebijakan perdagangan.

Sementara definisi kebijakan perdagangan Internasional merupakan suatu peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur struktur perdagangan agar berada di jalur kendali pemerintah.

Dalam praktiknya, perdagangan Internasional seperti ekspor impor harus dilakukan berdasarkan pertimbangan yang tepat karena dapat mempengaruhi kondisi perekonomian secara nasional.

Apalagi sekarang kita hidup di masa pasar bebas, apabila tidak ada kebijakan yang mengatur mengenai perdagangan Internasional maka aktivitas perdagangan tersebut menjadi tidak terkendali.

Sehingga pemerintah Indonesia sendiri berupaya untuk mengeluarkan peraturan-peraturan terbaik yang dapat melindungi para pelaku usaha demi kepentingan bangsa dan negara.

Jika Anda adalah seorang pelaku usaha yang tertarik untuk mencoba kegiatan ekspor barang ke luar negeri, wajib memahami tentang kebijakan perdagangan internasional.

Karena regulasi dari pemerintah bukan hanya memberikan perlindungan, tapi beberapa ada yang bisa menjadi hambatan.

Akhir-akhir ini memang pebisnis-pebisnis skala menengah mulai terjun untuk memperluas pangsa pasar ke mancanegara. Banyak industri rumahan yang tertarik untuk menjual produk-produk mereka keluar negeri.

Maka dari itu, mari pahami lebih jauh tentang kebijakan-kebijakan yang mengatur perdagangan internasional.

Jenis-jenis Regulasi Tentang Perdagangan Internasional

Secara umum kebijakan perdagangan Internasional terbagi menjadi dua jenis, yakni proteksionis dan Perdagangan Bebas. Masing-masing pengertiannya bisa dipahami dalam penjelasan berikut:

1. Perdagangan bebas

Kebijakan ini merupakan ketetapan yang memberikan kebebasan bagi para pelaku usaha untuk melakukan perdagangan ke luar negeri dengan menghilangkan semua hambatan.

Itu artinya, dalam perdagangan bebas siapapun bisa melakukan kegiatan jual beli tanpa adanya aturan yang mengikat.

Saat ini belum semua negara menggunakan kebijakan perdagangan bebas. Namun tidak menutup kemungkinan adanya arus globalisasi yang semakin pesat seperti sekarang akan semakin membuka peluang adanya kebijakan perdagangan bebas.

2. Proteksionis

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap produk lokal sehingga tetap mampu bersaing meskipun banyak produk asing yang masuk akibat kegiatan ekspor-impor.

Regulasi ini dibagi lagi menjadi beberapa macam yang akan kami jelaskan lebih lengkap pada sub pembahasan berikutnya.

Kebijakan Dalam Perdagangan Internasional dan Penjelasannya

Kebijakan Dalam Perdagangan Internasional dan Penjelasannya

Berikut telah kami rangkum beberapa kebijakan perdagangan Internasional yang harus diketahui oleh para pelaku usaha, diantaranya:

1. Bea cukai dan tarif perdagangan

Pemerintah di setiap negara memberikan aturan mengenai tarif perdagangan Internasional atau yang disebut bea cukai. Kebijakan mengenai tarif ini bertujuan untuk memberikan jaminan terhadap keamanan produk-produk yang di ekspor maupun impor.

2. Premi

Kebijakan berupa bonus yang diberikan kepada para produsen ketika mencapai target penjualan. Biasanya target penjualan tersebut hanya diinformasikan kepada para pelaku usaha perdagangan internasional.

Kebijakan ini juga dinilai punya yang cukup fantastis dan menguntungkan bagi produsen.

3. Kuota/ Jatah

Regulasi ini berkaitan dengan adanya pembatasan terhadap barang-barang yang bisa masuk ke dalam negeri maupun dijual ke luar negeri.

Dalam hal ini, setiap produsen mempunyai kuota atau jatah terhadap produk yang diperjualbelikan setelah melalui proses seleksi.

4. Perdagangan Autarki

Merupakan suatu regulasi dalam aktivitas perdagangan Internasional yang bertujuan untuk mencegah kendali dari negara lain. Biasanya terjadi karena adanya pengaruh dari marketplace Internasional yang memaksa untuk tunduk terhadap keyakinan diri sendiri.

5. Kebijakan Impor

Kebijakan yang berkaitan dengan larangan pemerintah suatu negara terhadap aktivitas impor dari negara lain.

Regulasi tersebut bisa saja dibuat atas dasar suatu alasan yang berkaitan dengan kelangsungan perdagangan di dalam negara itu sendiri.

6. Subsidi

Pemerintah juga memberlakukan kebijakan perdagangan Internasional yang berkaitan dengan subsidi barang untuk melindungi produksi dan supaya harganya tetap.

7. Larangan Pembatasan Ekspor Impor

Untuk melancarkan kegiatan ekspor dan impor, pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai larangan pembatasannya.

Hal ini bertujuan agar kegiatan ekspor tidak sia-sia, misalnya pada negara tujuan yang tidak membutuhkan produk tersebut.

8. Politik Perlindungan

Kebijakan politik perlindungan dilakukan oleh suatu negara importir untuk melindungi para pelaku usaha dan industrinya.

Tujuan adanya regulasi ini untuk meningkatkan jumlah lapangan kerja serta mengoptimalkan hasil produksi nasional.

Kebijakan ini juga sering berkaitan dengan upaya untuk mencegah kondisi krisis dalam perdagangan internasional.

9. Dumping

Politik dumping masih banyak dilakukan oleh beberapa negara yang melakukan kegiatan ekspor agar lebih mudah bersaing dengan produk-produk lokal di negara tujuan tersebut.

Contohnya seperti Cina, negara tersebut banyak mengekspor produk-produk ke Indonesia dengan harga jual jauh lebih murah daripada produk lokal.

Sehingga produk produk ekspor tersebut akan lebih mudah diterima oleh masyarakat karena harganya relatif lebih murah.

Tujuan Adanya Regulasi Perdagangan Internasional

Tujuan Adanya Regulasi Perdagangan Internasional

Kebijakan perdagangan Internasional diberlakukan sebagai salah satu upaya pengendalian dari pemerintah terhadap aktivitas perekonomian tersebut. Berikut beberapa tujuan adanya regulasi, diantaranya:

1. Autarki

Sebagai salah satu upaya untuk mencegah adanya pengaruh dari negara lain, meliputi berbagai bidang seperti militer dan politik.

2. Mencapai Kesejahteraan

Melalui regulasi juga diharapkan bisa memberikan jaminan tercapainya kesejahteraan karena dapat pelaku usaha bisa memperoleh keuntungan secara optimal.

Dalam peraturan tersebut juga akan mewujudkan perkhususan terhadap produksi dan meningkatkan permintaan dari masyarakat suatu negara karena adanya peningkatan konsumsi.

Selain itu, melalui kebijakan dalam perdagangan Internasional juga akan menghilangkan faktor-faktor penghambat seperti larangan, tarif, kuota dan lainnya.

3. Sebagai Proteksi

Melalui regulasi dalam perdagangan Internasional juga menjadi alat untuk memberikan proteksi bagi industri-industri yang sedang tumbuh.

Selain itu juga memberikan payung hukum terhadap produk-produk yang dijual lintas negara. Proteksi yang dimaksud disini mencakup larangan impor, kuota, subsidi dan dumping.

Bagi yang ingin memperluas jangkauan pasar hingga ke manca negara maka pelaku usaha wajib mengetahui regulasi-regulasi dari pemerintah.

Seperti yang sudah disampaikan dalam pembahasan tentang kebijakan perdagangan Internasional di atas bahwa regulasi penting karena bisa menjadi pelindung bagi pelaku usaha.

Penghambat Perdagangan Internasional

Penghambat Perdagangan Internasional

Jika Anda seorang pengusaha yang tertarik untuk memperluas pasar ke mancanegara, maka wajib mengenali apa saja penghambat perdagangan Internasional beserta upaya mengatasinya. Seperti yang kita lihat bahwa saat ini aktivitas jual beli antar negara merupakan suatu hal yang lumrah bagi bisnis menengah ke atas.

Di era perekonomian pasar bebas seperti sekarang, perdagangan secara Internasional menjadi sarana penting bagi negara dalam upaya pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang tidak bisa diproduksi sendiri. Karena dalam kegiatan perdagangan Internasional tersebut meliputi aktivitas menjual dan membeli antar negara yang bertujuan untuk saling menguntungkan.

Namun, kegiatan jual beli dalam perdagangan Internasional itu bukan hanya dilakukan dalam lingkup kenegaraan saja. Karena sekarang sudah banyak pelaku usaha tanah air sudah banyak yang memperluas market hingga ke negara lain dengan melakukan ekspor barang.

Mereka bukan hanya dari kalangan pengusaha kelas besar, ada juga pengusaha skala rumahan yang sudah merasakan manfaat ekspor barang.

Sementara, dalam perdagangan secara Internasional tersebut tidak selalu berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Ada beberapa penghambat perdagangan Internasional yang wajib diketahui sehingga bagi pengusaha pemula bisa melakukan antisipasi dan upaya-upaya mengatasinya. Mari simak lebih detail pembahasan tersebut dalam artikel ini.

Regulasi dan Kebijakan Perdagangan Internasional

Regulasi dan Kebijakan Perdagangan Internasional
gambar: pixabay

Setiap negara yang memperbolehkan penduduknya untuk melakukan aktivitas jual beli Internasional tentu sudah menyediakan regulasi dan kebijakan.

Secara umum, adanya regulasi dan kebijakan tersebut bertujuan untuk menjamin keamanan serta sebagai upaya pengawasan dari pemerintah.

Namun seringkali peraturan terkait ekspor menjadi salah satu faktor utama penghambat perdagangan internasional. Hal itu berkaitan dengan adanya pembatasan jumlah ekspor, jenis produk, pajak hingga birokrasi-birokrasi yang memakan waktu tidak sebentar.

Salah satu solusi untuk mencegah ruwetnya mengurus birokrasi di dalam negeri maupun negara tempat tujuan ekspor, maka pengusaha harus memahami secara detail terlebih dahulu detail pengurusannya.

Mencari tahu bagaimana ketentuan penjualan antar negara akan membantu Anda lebih mudah dalam mengurus masalah ini.

Dari pihak pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya sudah membuat regulasi sebijak mungkin guna melindungi para pelaku usaha lokal. Sayangnya, hingga saat ini regulasi tersebut masih dinilai kurang memuaskan bagi pengusaha ekspor, dibandingkan impor barang dari luar negeri.

Hambatan Terkait Perbedaan Mata Uang (Kurs)

Hambatan Terkait Perbedaan Mata Uang
gambar: pixabay

Setiap negara memiliki jenis mata uang yang berbeda, dan hal ini menjadi salah satu faktor penghambat perdagangan Internasional karena berkaitan dengan kurs (nilai tukar). Sederhananya, kurs yang bisa berubah-ubah setiap saat tersebut akan membuat pihak eksportir kesulitan menentukan harga jual.

Masalah ini tidak hanya menyulitkan pihak eksportir saja, melainkan juga importir. Sebab jika nilai tukar mata uang dari negara yang mengekspor lebih tinggi akan merugikan bagi pihak pengimpor.

Disinilah perlu adanya penetapan mengenai standar mata uang Internasional dalam perdagangan.

Dalam aktivitas jual beli skala Internasional seperti ini, biasanya mata uang negara pengekspor yang akan digunakan sebagai alat pembayaran. Masalahnya, ketika mata uang negara pengekspor cenderung tinggi, importir akan berpikir dua kali untuk melakukan pembelian.

Adanya Pengaruh dari Organisasi Ekonomi

Dalam dunia perdagangan Internasional kita mengenai istilah organisasi ekonomi yang bertujuan untuk melindungi kepentingan negara-negara anggotanya. Misalnya organisasi MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) dan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations).

Organisasi-organisasi tersebut akan membuat kebijakan yang cenderung lebih mengutamakan dan menguntungkan anggotanya. Sehingga bagi negara yang tidak masuk dalam daftar anggota organisasi tersebut mungkin akan mengalami hambatan, misalnya dalam hal birokrasi.

Menjadi bagian dari organisasi ekonomi Internasional memang memberikan keuntungan sendiri bagi negara-negara yang tergabung. Karena mereka akan memperoleh kebijakan yang bisa melancarkan bisnis, seperti tarif ekspor impor lebih murah.

Untuk saat ini, Indonesia sudah tergabung di beberapa organisasi ekonomi regional maupun global seperti SAARC, MEE, AFTA, NAFTA, CAFTA, APEC, GATT, WTO, dan OPEC.

Sehingga pelaku usaha di Indonesia akab lebih mudah untuk melakukan aktivitas jual beli dalam skala global.

Lalu mengapa poin ini juga termasuk penghambat perdagangan internasional? Karena secara tidak langsung kegiatan ekspor impor menjadi lebih terbatas.

Hal ini merugikan bagi pelaku usaha yang negara tujuan pemasarannya tidak tergabung di organisasi ekonomi tersebut.

Peraturan Anti Dumping yang Menaikkan Tarif Bea Masuk

Peraturan Anti Dumping yang Menaikkan Tarif Bea Masuk
gambar: pixabay

Politik anti dumping sangat dikenal sebagai penghambat perdagangan Internasional yang harus diketahui oleh pelaku usaha sebelum merambah pasar internasional. Tujuannya sebenarnya untuk melindungi produk-produk lokal dari barang impor yang dijual dengan harga jauh lebih murah.

Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dimana mereka membuat kebijakan tarif bea produk impor yang tinggi. Sehingga ketika produk tersebut dijual kembali maka harganya tidak lebih murah dari produk lokal.

Namun dengan adanya peraturan anti dumping seperti ini juga menjadi penghambat perdagangan Internasional bagi eksportir. Karena artinya, mereka juga akan dikenakan tarif bea masuk cukup tinggi dari negara lain untuk alasan yang sama.

Bahkan, politik anti dumping dianggap sebagai masalah besar karena menjadi wadah praktik pencurangan yang akan berpengaruh terhadap arus perdagangan internasional.

Aturan ini mungkin tidak akan merugikan bagi pengusaha-pengusaha lokal, tapi cukup merugikan bagi pelaku usaha dengan pasar Internasional.

Masalahnya, eskportir tidak bisa menjual produk dengan harga murah agar lebih mudah bersaing dengan produk-produk lokal negara tujuan eskpor. Mau tidak mau mereka juga harus menaikkan harga jual untuk membayar ketentuan anti dumping ini.

Apalagi peraturan mengenai anti dumping sendiri juga belum diterapkan sebagaimana mestinya. Bisa dilihat dari produk-produk impor asal China yang memiliki harga jual lebih murah daripada produk asli tanah air.

Siapa yang tahu, praktik regulasi yang mengatasnamakan anti dumping bisa saja ditunggangi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Seperti munculnya mafia-mafia eksportir yang menawarkan bebas bea masuk dari negara tujuan.

Embargo Mengenai Larangan Perdagangan Antar Negara

Kebijakan embargo juga bisa menjadi penghambat perdagangan Internasional karena sering dijadikan alat yang digunakan untuk diplomasi negara. Embargo sendiri merupakan suatu peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara untuk melarang kegiatan ekspor impor ke negara tertentu.

Misalnya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran. AS membuat aturan untuk melarang ekspor produk apapun dari Iran yang bertujuan untuk mendiplomasi Iran agar mau berkomitmen dalam pengendalian senjata nuklir.

Dengan adanya kebijakan embargo tersebut kita bisa melihat adanya pengaruh besar terhadap pelaku usaha Internasional. Masalah seperti ini bahkan bisa terjadi sewaktu-waktu akibat konflik antar dua negara atau lebih , seperti konflik Indonesia dan Iran.

Ada beberapa komiditi Indonesia yang dieskpor ke Iran dengan hasil penjualan sangat besar seperti biskuit, sabun, kopi, kertas, palm oil hingga pewangi ruangan.

Pada Desember yang lalu, pemerintah Indonesia tengah mencoba mengatasi masalah perdagangan dengan Iran tersebut.

Memahami tentang hambatan-hambatan dalam dunia pasar internasional sangat penting bagi pengusaha.

Sehingga kedepannya bisa mengupayakan dan melakukan antisipasi terhadap faktor-faktor penghambat perdagangan Internasional tersebut untuk meminimalisir tingkat kerugian hingga resiko bangkrut.

Alat Pembayaran Perdagangan Internasional

Alat Pembayaran Perdagangan Internasional

Demi memudahkan para pengusaha dalam melakukan transaksi, dibutuhkan alat pembayaran perdagangan internasional yang baik dan sesuai kondisi.

Dengan keberadaan alat pembayaran seperti ini, proses transaksi jadi jauh lebih lancar dan cepat.

Sebagian orang awam mungkin beranggapan kalau alat pembayaran di pasar internasional ini hanya berupa uang tunai atau kredit saja.

Padahal masih ada banyak sekali bentuk alat pembayaran yang diakui di pasar internasional.

Alat-alat pembayaran ini tentunya diciptakan untuk memudahkan para pengusaha dalam memaksimalkan proses transaksi ekspor impor yang mereka lakukan.

Karenanya bentuk alat pembayaran tersebut tidak selalu berupa uang.

Dikutip dari berbagai sumber, ada 9 jenis alat pembayaran perdagangan internasional yang masih digunakan secara konsisten dan diakui validitasnya oleh seluruh pemerintah dunia.

Apa saja alat pembayaran tersebut? SImak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pembayaran dengan Uang Tunai atau Kontan

Pembayaran dengan Uang Tunai atau Kontan
gambar: pixabay

Seperti sudah kita bahas sebelumnya, alat pembayaran yang paling umum digunakan dalam transaksi di pasar internasional adalah uang kontan.

Ini bisa dibilang sebagai metode transaksi yang paling mudah untuk dilakukan.

Hanya saja transaksi dalam bentuk uang tunai atau uang kontak seperti ini memiliki keterbatasan ruang.

Jadi proses transaksi hanya bisa dilakukan jika penjual dan pembeli berada di tempat yang berdekatan.

Adapun mengenai jenis mata uang yang dipilih sebagai alat pembayaran disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing.

Ada yang menggunakan mata uang penjual, ada juga yang sebaliknya. Yang terpenting nilai atau kurs dari mata uang tersebut setara dengan harga barang yang diperjual belikan.

Pembayaran dengan Menggunakan Jenis Cek

Jenis alat pembayaran perdagangan internasional lain yang biasa digunakan adalah cek.

Alat pembayaran Internasional non kontan ini sering digunakan oleh penjual dan pembeli yang memang berada dalam posisi yang berjauhan.

Untuk Anda yang belum terlalu memahami cek, alat bayar internasional ini merupakan surat perintah khusus yang biasanya disediakan oleh pihak bank bagi para nasabahnya.

Surat perintah ini nantinya dipahami oleh pihak bank sebagai permintaan pencairan dana dalam jumlah sesuai dengan yang tertera pada cek itu sendiri.

Adapun mengenai dana yang diminta bisa dimasukkan ke rekening penerima ataupun dicairkan secara cash. Namun proses pencairan ini tidak sesederhana itu.

Ada beberapa proses validasi yang harus dilewati oleh penerima dana sebelum cek untuk pembayaran internasional tersebut dibayarkan.

Pembayaran dengan Menggunakan Telegrafik Transfer

Selain cek, ternyata ada alat pembayaran perdagangan internasional lain yang tidak kalah populer di kalangan para eksportir dan importir dunia.

Alat pembayaran tersebut adalah telegrafik transfer.

Telegrafik transfer ini memiliki konsep yang sama dengan cek, hanya saja cara kerjanya berbeda.

Jika cek bisa dicairkan oleh penerima dana, maka tidak begitu dengan telegrafik transfer ini.

Prosedur pencairan telegrafik transfer hanya bisa digunakan untuk memindahkan dana dari satu rekening ke rekening lain.

Dalam hal ini tentu saja dari rekening importir ke rekening eksportir. Prosesnya akan dikelola secara otomatis oleh sistem telegram yang dimiliki oleh masing-masing pihak bank.

Hal ini memungkinkan pihak importir untuk tidak mengirimkan lembar telegrafik transfer ke penerima dana.

Hanya saja alat pembayaran internasional telegrafik transfer ini memiliki kerentanan yang cukup tinggi.

Pembayaran dengan Wesel yang bisa Memudahkan Transaksi Penjual dan Pembeli

Meski sudah jarang terdengar, ternyata wesel masih menjadi salah satu alat pembayaran perdagangan internasional utama di kalangan para pengusaha ekspor impor.

Wesel yang juga disebut sebagai Bill of Exchange (BoE) ini memudahkan penjual dan pembeli untuk bertransaksi meski berada di lokasi yang berjauhan.

Untuk menggunakan wesel, biasanya pihak pengirim akan mengunjungi gerai penyedia wesel itu sendiri terlebih dahulu.

Di Indonesia , penyedia layanan wesel yang paling umum adalah kantor pos. Namun kini banyak bank yang menyediakan fasilitas pembayaran tersebut.

Pada lembaran wesel ini Anda hanya perlu mengisi beberapa informasi terkait nominal, tujuan, dan biodata pribadi.

Kemudian dilengkapi dengan data penerima pembayaran yang dituju. Untuk menggunakan layanan pembayaran melalui wesel, Anda tidak perlu memiliki rekening sama sekali.

Transaksi akan diproses melalui penggunaan PIN atau kode khusus nantinya.

Pembayaran dengan Letter of Credit

Alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah Letter of Credit.

Alat pembayaran ini konsepnya menyerupai wesel yang sudah kita bahas pada poin sebelumnya.

Hanya saja letter of credit ini terbilang lebih aman dibandingkan dengan wesel.

Soalnya pada saat Anda memilih wesel, pembayaran harus dilakukan secara cash saat itu juga.

Sedangkan pada saat Anda menggunakan Letter of Credit, pembayaran bisa dilakukan secara kredit. Ini tentunya akan sangat memudahkan anda.

Penggunaan Letter of Credit ini juga dianggap lebih menguntungkan bagi pembeli.

Jadi bilamana dia tidak bisa melakukan pembayaran kepada penjual, secara otomatis pihak Bank tempat dia mengajukan Letter of Credit akan melunasi utangnya kepada penjual.

Kemudian pembeli hanya perlu melakukan pembayaran kepada pihak bank setelahnya.

Letter of Credit ini biasanya lebih disukai oleh pihak penjual karena terbilang jauh lebih aman dibandingkan dengan wesel biasa.

Pembayaran dengan Emas yang Memiliki Fungsi Sama dengan Uang Kontan

Pembayaran dengan Emas yang Memiliki Fungsi Sama dengan Uang Kontan
gambar: pixabay

Alat pembayaran perdagangan internasional lain yang juga sering digunakan oleh para pengusaha adalah emas.

Secara fungsional, emas ini sama dengan uang kontan. Hanya saja bentuknya berbeda.

Namun pembayaran dengan menggunakan emas ini biasanya lebih diminati oleh para penjual.

Dengan menggunakan emas, mereka bisa terhindar dari resiko inflasi yang selalu mengintai para eksportir dan importir di seluruh dunia.

Emas sebagai alat pembayaran internasional memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai. Di mana nilai barang yang dijual disesuaikan berat sejumlah emas.

Pembayaran dengan emas akan melindungi nilai barang tersebut karena tidak akan dirusak oleh inflasi.

Pembayaran dengan Menggunakan Kompensasi Pribadi

Selain emas, alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah kompensasi pribadi.

Alat pembayaran ini sebenarnya alat pembayaran yang tidak resmi. Karenanya harus dilandasi dengan asas kepercayaan.

Contoh situasi yang memungkinkan untuk menggunakan alat bayar kompensasi pribadi misalnya A (INA) hendak membeli barang dari B (USA) dengan harga 500 dollar.

Kemudian C (USA) hendak membeli barang kepada D (INA) dengan harga yang setara.

Dalam kondisi ini A (INA) membayar kepada D (INA) sedangkan C (USA) membayar kepada B (USA).

Transaksi selesai dan barang pun bisa segera dikirimkan. Cukup memudahkan sekali bukan?

Pembayaran dengan Menggunakan Valuta Asing

Cukup populer, alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah valas. Biasanya mata uang yang digunakan adalah USD atau Dolar Amerika.

Namun metode pembayaran ini hanya terbatas pada mereka yang memang sesama pengguna valas.

Kalau salah satu diantaranya bukan pengguna valas, secara otomatis transaksi pembayaran tidak akan bisa dilakukan.

Namun metode pembayaran jenis ini terbilang sangat efektif dalam berbagai kondisi.

Pembayaran dengan Menggunakan Kartu Kredit

Pembayaran dengan Menggunakan Kartu Kredit
gambar: pixabay

Selain beberapa opsi yang sudah kami sampaikan di atas, alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah kartu kredit.

Biasanya alat bayar ini digunakan untuk transaksi dalam jumlah kecil saja karena kartu kredit memiliki limit tertentu.

Biasanya alat pembayaran satu ini digunakan untuk transaksi dalam jumlah yang minimal saja.

Peminat kartu kredit ini cukup banyak, apalagi mengingat proses pembayarannya yang bisa dicicil sesuai tenor yang disepakati.

Selain beberapa metode pembayaran di atas, ada juga metode lain yang tidak kalah sering digunakan yakni Escrow Account (rekening dua pihak) dan E-Wallet.

Namun kedua alat pembayaran perdagangan internasional tersebut masih sangat jarang digunakan.

Komoditas Ekspor Indonesia

Komoditas Ekspor Indonesia

Banyak sekali komoditas ekspor Indonesia yang diakui kualitasnya oleh dunia.

Komoditas ini datang dari berbagai sektor dari mulai pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan dan lain-lain.

Sebagai salah satu negara terbesar dan terluas di dunia, sudah tentu komoditas negeri kita ini sangat beragam

Kekayaan komoditas di negeri kita ini sangat dibutuhkan oleh dunia. Terutama untuk komoditas yang memang sangat langka.

Contohnya minyak bumi, batu bara, dan lain-lain.

Ada banyak negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia karena kebutuhannya yang sangat tinggi terhadap komoditas jenis tersebut.

Namun perlu Anda ketahui, ternyata ada banyak sekali komoditas ekspor yang terbilang tidak masuk akal.

Sebagian orang berpikir komoditas tersebut unik karena keberadaannya memang tidak terlalu dilirik di negeri sendiri.

Namun di luar negeri, ternyata komoditas unik tersebut dihargai dengan sangat tinggi. Bahkan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negeri ini.

Lantas apa saja komoditas ekspor Indonesia yang unik dan laris di pasar internasional tersebut? Simak selengkapnya disini!

Kulit Reptil Seperti Ular dan Buaya

Kulit Reptil Seperti Ular dan Buaya
gambar: pixabay

Tidak disangka, ternyata kulit reptil liar seperti ular dan buaya begitu laris di pasar internasional.

Seperti kita ketahui, di negeri kita sendiri kulit reptil seperti ini seringkali dijadikan bahan baku pembuatan dalam industri fashion.

Ada yang dirubah menjadi tas, sabuk, jaket, dompet, dan lain-lain. Namun ternyata tidak hanya pasar dalam negeri saja yang membutuhkan kulit reptil seperti ini.

Pasar luar negeri juga sangat menginginkannya. Namun ternyata mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan-baku tersebut.

Sebagai negara tropis dengan luas wilayah yang besar, tentu saja ada banyak sekali spesies reptil yang bisa ditemukan.

Tidak heran kalau kemudian ada banyak pengusaha yang menjadikan kulit reptil ini sebagai sarana untuk mendapatkan keuntungan dari pasar ekspor.

Di luar negeri sendiri, komoditas ekspor Indonesia ini dijadikan bahan baku dalam industri fashion.

Percaya atau tidak, para pengusaha yang terjun ke dalam bisnis ekspor kulit reptil ini mampu menarik keuntungan hingga USD 3,6 juta atau sekitar alias 35 miliar Rupiah per tahunnya.

Tokek Kering atau Bihu Kering

Bukan hanya kulit reptil saja, ternyata tokek kering juga sangat laris di pasar internasional. Terlebih lagi di negeri tirai bambu, China.

Di negara Asia Timur ini tokek lebih dikenal dengan nama bihu. Bihu kering ini sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.

Para tabib tradisional di China biasa menggunakan komoditas ekspor Indonesia ini sebagai bahan baku pembuatan obat.

Dalam praktiknya, diyakini kalau kombinasi ramuan tokek kering dan bahan lainnya bisa digunakan untuk mengatasi asma, masuk angin, kanker, tumor dan penyakit kulit.

Tidak mengherankan kalau kemudian setiap tahunnya Indonesia terus mengekspor tokek kering ke wilayah China.

Tidak tanggung-tanggung, setiap tahunnya negara kita bisa mengirim toket kering dengan bobot mencapai 2 hingga 3 ton.

Total transaksi yang dilakukan setiap tahunnya juga mencapai ratusan juta Rupiah.

Hal ini dibenarkan oleh Musyaffak Fauzi yang menjabat sebagai Kepala Karantina Pertanian Surabaya.

Dalam wawancara yang dilakukan, Fauzi mengungkapkan kalau potensi ekspor tokek di wilayah Jawa Timur ke China benar-benar menjanjikan.

Air Laut dari Perairan Indonesia

Air Laut dari Perairan Indonesia
gambar: pixabay

Tidak akan ada yang menyangka kalau ternyata air laut menjadi komoditas ekspor Indonesia yang sangat menjanjikan.

Bahkan mungkin sebagian orang menganggap ini hanya candaan. Namun sama sekali tidak ada yang salah dengan informasi ini.

Indonesia merupakan negara maritim yang 70% wilayahnya merupakan laut. Hal ini berarti Indonesia sendiri memiliki cadangan air asin yang sangat tinggi.

Tidak semua negara memiliki cadangan air asin sebesar negara kita.

Tidak aneh kalau kemudian mereka memesan air asin dalam jumlah besar setiap bulannya kepada para eksportir di negara kita.

Adapun air asin ini biasanya digunakan sebagai media pengobatan alternatif.

Namun di beberapa wilayah, banyak juga orang yang menggunakan air asin atau air laut asli Indonesia ini untuk memelihara ikan laut.

Percaya atau tidak, air asin di Indonesia dianggap sebagai air asin paling berkualitas yang ada di dunia ini.

Meskipun permintaannya cenderung naik turun, tapi potensi bisnis komoditas ekspor Indonesia ini begitu tinggi.

Berdasarkan data di lapangan, total nilai ekspor dari komoditas ini pada tahun 2012 lalu bisa mencapai hingga 763 ribu Dollar Amerika atau setara dengan 73 miliar Rupiah.

Ada yang tertarik untuk mencoba ekspor?

Kaki Kodok untuk Konsumsi dan Obat

Selain komoditas ekspor yang sudah kami jelaskan di atas, ternyata ada jenis komoditas lain yang tidak kalah unik.

Namun komoditas tersebut sangat laris di pasar Internasional. Salah satunya adalah kaki kodok.

Permintaan komoditas ekspor Indonesia ini cukup tinggi di pasar internasional. Terutama di Perancis dan China.

Di China, kaki kodok ini digunakan sebagai sarana pengobatan. Namun sebagian dipakai juga untuk konsumsi sehari-hari.

Begitu juga di Perancis, setiap tahunnya warga yang bangga dengan keberadaan Menara Eiffel ini mampu menghabiskan kurang lebih 4000 ton kaki kodok.

Namun tentunya tidak semua jenis kodok yang diterima di negara-negara tersebut. Mereka hanya menerima kodok jenis swike.

Biasanya kodok jenis ini tinggal di pepohonan atau daerah yang lembab. Postur badannya cenderung kurus kering dengan kulit yang basah berlendir.

Kodok Swike ini banyak ditemukan di seluruh wilayah Indonesia.

Namun tidak ada yang akan mengira kalau jenis kodok swike ini bisa menjadi komoditas ekspor Indonesia yang sangat laris di pasar internasional.

Kebutuhan akan kaki kodok ini sendiri semakin besar saja setiap tahunnya. Menurut BPS, permintaan kaki kodok di China terus mengalami peningkatan setiap bulannya.

Selama tiga bulan terakhir, pemerintah mampu mengekspor kaki kodok senilai 15,7 Juta Dollar Amerika atau setara dengan Rp. 150 Miliar.

Lidi Sawit dari Sumatera Utara

Lidi Sawit dari Sumatera Utara
gambar: pixabay

Perkebunan sawit ternyata tidak hanya mengekspor komoditas minyak sawit saja.

Lidi dari pohon sawit ternyata juga menjadi produk unggulan yang tidak bisa disepelekan keberadaannya.

Dulunya produk ekspor Indonesia satu ini dibuang begitu saja dan dibiarkan busuk di perkebunan sawit.

Namun saat ini lidi sawit menjadi salah satu komoditas ekspor Indonesia unggulan yang terus menanjak permintaannya.

Berdasarkan data dari Kementrian Pertanian, Indonesia mampu mengekspor lidi sawit dengan total berat mencapai 8,5 ribu ton pada semester pertama tahun 2020 lalu.

Dengan mencapai angka ini, ekspor lidi sawit mengalami peningkatan sebesar 30% dibanding dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2019, pemerintah hanya mampu mengekspor 6,3 ribu ton lidi sawit dengan frekuensi 81 kali.

Bahkan meski berada dalam masa pandemi, kebutuhan akan lidi sawit ini di pasar Internasional tetap tinggi.

LIdi sawit ini kebanyakan diminta oleh negara-negara di Asia Selatan seperti Nepal, Pakistan, dan India.

Namun negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia juga meminta dalam jumlah yang tidak sedikit.

Tentunya masih banyak komoditas ekspor unik asal Indonesia lainnya yang laris di pasaran.

Hanya saja potensi tersebut belum tergali dengan maksimal oleh pemerintah maupun masyarakat.

Untuk Anda yang sedang menggeluti usaha, terus konsisten karena bisa jadi produk Anda itulah yang akan menjadi komoditas ekspor Indonesia selanjutnya.

Manfaat Ekspor Barang

Manfaat Ekspor Barang

Manfaat ekspor barang ke luar negeri paling dirasakan bagi para pelaku usaha. Ekspor sendiri didefinisikan sebagai suatu kegiatan penjualan produk berupa barang maupun jasa ke negara lain.

Dalam bidang ekonomi, kegiatan penjualan ke luar negeri seperti ini bertujuan untuk meningkatkan keuntungan. Biasanya dilakukan karena melimpahnya produk yang dijual di dalam negeri, sehingga bisa dijual ke negara lain yang membutuhkan.

Namun, banyak juga para pelaku usaha yang melakukan kegiatan penjualan barang ke luar negeri untuk memperluas pasar. Dalam prosesnya tentu harus dilakukan berdasarkan regulasi seperti bea cukai antara pengirim maupun penerima barang jualan tersebut.

Setiap negara memang mempunyai aturan yang berbeda-beda terkait ekspor barang dari luar negeri, termasuk di Indonesia. Secara umum, biasanya pelaku usaha akan dikenakan yang namanya pajak.

Mengapa kegiatan ekspor sangat penting? Itulah yang akan kami bahas disini mengenai manfaat ekspor barang bagi para pelaku usaha di berbagai sektor. Terutama bagi Anda yang sedang berusaha untuk mengembangkan sayap bisnis maka salah satu aktivitas perekonomian ini wajib untuk dicoba.

Tujuan Ekspor Barang Secara Umum

Tujuan Ekspor Barang Secara Umum
gambar: pixabay

Sebelum membahas lebih jauh mengenai manfaat ekspor barang, mari kita singgung sedikit terlebih dahulu mengenai tujuannya. Secara umum, kegiatan perekonomian ini bisa menjadi sumber devisa untuk meningkatkan pengembangan para pengusaha kecil menengah yang secara tidak langsung juga ikut berkontribusi terhadap kemajuan negara.

Seperti yang kita ketahui bahwa pemerintah Indonesia mengizinkan aktivitas jual beli di tingkat internasional. Hal itu juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha dalam berkompetisi di lingkup global.

Mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan tanpa batas melalui kegiatan ini.

Apalagi di tengah kemajuan teknologi zaman sekarang, aktivitas-aktivitas ekspor barang tidak hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar saja.

Sudah banyak pelaku usaha kelas menengah yang merambah lingkup Internasional untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Adanya dukungan pemerintah terhadap kegiatan ekspor barang serta regulasi yang melindungi para pelaku usaha juga turut memajukan kesejahteraan perekonomian masyarakat Indonesia. Sehingga tidak ada salahnya untuk terjun dalam dunia yang lebih luas melalui kegiatan ekspor. Mari simak lebih jauh manfaatnya yang akan kami bahas secara lengkap berikut ini.

Manfaat Ekspor Barang Bagi Industri Nasional

Bagi industri-industri nasional terutama yang bergerak di bidang manufaktur, manfaat ekspor barang mungkin paling dirasakan. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh melalui kegiatan ekspor barang ke luar negeri:

1. Melakukan penjualan dalam skala besar

Dalam kegiatannya, export biasanya berkaitan dengan penjualan dalam skala besar. Biasanya barang-barang yang akan dijual ke luar negeri mendapatkan perlakuan khusus, lalu dimuat pada kontainer.

Dengan adanya manfaat ini membuat para industri manufaktur tidak perlu khawatir ketika ada kelebihan produksi. Apalagi melalui export juga membantu meningkatkan laju percepatan bisnis karena penjualan yang tinggi.

2. Meningkatkan hasil produksi

Jika suatu industri memutuskan untuk melakukan penjualan hingga ke mancanegara maka secara otomatis hasil produksinya akan meningkat. Apalagi jika produk yang dijual tersebut merupakan jenis bahan pokok, misalnya seperti makanan, maka tidak menutup kemungkinan permintaan pasar Internasional juga sangat tinggi.

Apabila melihat dari sudut pandang keseimbangan neraca supply ability, kegiatan ekspor bisa membantu untuk mengoptimalkannya. Karena tidak ada hasil produksi yang akan terbuang sia-sia kelebihan

3. Untuk menyediakan kebutuhan di luar negeri

Kegiatan ekspor juga menjadi salah satu bentuk hubungan bilateral antar dua negara atau lebih. Ada suatu negara yang berlebihan akan suatu barang, tapi kekurangan di barang lainnya maka bisa disediakan oleh negara lain. Di sinilah salah satu manfaat ekspor barang untuk saling melengkapi antar negara.

4. Mendapatkan pengakuan Internasional terhadap produk yang dijual

Dengan memperluas jangkauan pasar hingga ke mancanegara juga turut menjadi alat untuk mendapatkan pengakuan secara internasional. Barang-barang yang dijual ke luar negeri tersebut akan mendapatkan pengakuan dalam hal kualitas serta harga sehingga berpotensi untuk memenangkan pasar secara global.

Hal inilah yang menjadi alasan kegiatan ekspor bisa menjadi alat untuk mencapai visi dan misi negara. Selain itu juga akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pada umumnya.

Manfaat Ekspor Bagi Masyarakat Indonesia

Manfaat Ekspor Bagi Masyarakat Indonesia
gambar: pixabay

Manfaat ekspor barang tidak hanya dirasakan bagi para pelaku industri kelas nasional, tapi juga masyarakat Indonesia secara umum. Berikut beberapa hal yang bisa diperoleh melalui kegiatan eksportir barang ke luar negeri:

1. Meningkatkan kesejahteraan melalui perekonomian

Aktivitas mengekspor barang ke luar negeri berpengaruh besar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang perekonomian. Karena melalui kegiatan tersebut akan meningkatkan pendapatan daerah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan secara signifikan.

2. Mengurangi pengangguran

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kegiatan export akan berpotensi meningkatkan permintaan produksi bagi industri. Hal ini secara tidak langsung akan membantu mengurangi jumlah pengangguran karena industri membutuhkan tambahan jumlah pekerja.

Seperti pada pabrik-pabrik manufaktur besar di Indonesia, mereka menyerap tenaga kerja yang paling tinggi. Sehingga, dengan memperluas jangkauan pasar ke mancanegara turut membantu mengurangi angka kemiskinan nasional.

3. Meningkatkan pengetahuan tentang perdagangan internasional

Manfaat ekspor barang ke luar negeri lainnya yaitu bisa meningkatkan wawasan masyarakat terhadap aktivitas perdagangan internasional. Secara otomatis, para pelaku usaha menengah memiliki cara berpikir yang lebih terbuka bahwa pasar global punya profit lebih besar.

Hal ini juga akan meningkatkan antusiasme para pengusaha muda untuk mengoptimalkan produktivitas bisnis mereka agar mendapatkan laba sebesar-besarnya. Apalagi banyak barang-barang lokal Indonesia yang layak untuk dikompetisikan secara internasional.

Alasan Pengusaha Lokal Harus Coba Ekspor Barang

Alasan Pengusaha Lokal Harus Coba Ekspor Barang
gambar: pixabay

Apakah kegiatan export hanya diperuntukkan bagi industri-industri besar? Tentu saja tidak, pemerintah kita sudah membuat regulasi yang mengijinkan para pelaku usaha di berbagai sektor mulai dan skala kecil sekalipun untuk menjual produk mereka ke luar negeri.

Apalagi dengan melihat beberapa manfaat ekspor barang seperti yang telah dibahas di atas, kegiatan ini bisa menjadi alat penting bagi usaha yang sedang berkembang. Misalnya, dengan mengekspor hasil produksi ke luar negeri maka dapat menjangkau pasar lebih luas dibandingkan kompetitor.

Jumlah penduduk secara global tentu berkali-kali lipat lebih banyak daripada pasar Indonesia yang kurang dari 260 juta jiwa. Hal inilah yang menjadi salah satu kunci penting tujuan ekspor barang ke luar negeri, yakni mendapatkan pangsa pasar lebih luas.

Melalui kegiatan ekspor juga akan meningkatkan kapasitas produksi yang tidak terbatas karena jumlah permintaan lebih tinggi. Dari sini saja kita bisa melihat laba yang diperoleh industri akan lebih besar. Maka dari itu tidak ada salahnya bagi pelaku-pelaku usaha di Indonesia untuk segera mencoba potensi kegiatan perekonomian yang satu ini.

Omset penjualan usaha sudah pasti akan naik secara signifikan dengan memanfaatkan kegiatan ekspor barang ke mancanegara.

Yuk, sudah saatnya memperluas cara berpikir Anda sebagai pengusaha, sekalipun masih pemula. Beberapa manfaat ekspor barang seperti yang sudah dibahas secara lengkap diatas bisa menjadi gambaran betapa kegiatan ini memiliki prospek besar di masa depan.

Pengertian Ekspor dan Impor

Pengertian Ekspor dan Impor

Pengertian ekspor dan impor merupakan aktivitas jual beli lingkup internasional yang dilakukan oleh dua negara atau perusahaan. Dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri karena permintaan terlalu banyak, sementara stock menipis.

Sebagai contoh, pemerintah China melakukan pembelian batu bara kepada perusahaan Indonesia. Atau produk fashion dari Perancis masuk ke pasar Indonesia. Dalam melakukannya setiap aktivitas tersebut selalu diawasi oleh dewan pengawas atau Pabean.

Direktorat jenderal Bea dan Cukai merupakan badan pabean yang selalu mengawasi pergerakan jual beli tersebut. Di bawah kewenangan Kementerian Keuangan karena, beberapa barang ada yang dikenakan pajak atau pungutan.

Pengertian ekspor dan impor ini sebenarnya lebih ditekankan mengambil keuntungan sebagai wujud dari pergerakan ekonomi suatu negara. Dalam menentukan pertumbuhan ekonomi setiap kuartalnya. kegiatan ini sangat berpengaruh.

Semakin kencang melakukan ekspor dibandingkan impor. Maka, bisa dikatakan pertumbuhan ekonominya tumbuh kencang. Bila berkebalikan maka laju tumbuhnya minus sehingga, akan masuk jurang resesi atau istilah mudahnya adalah krisis ekonomi.

Setiap negara pasti tidak ingin masuk ke dalam resesi. Ada dampak panjang bila hal tersebut terjadi, salah satunya adalah angka pengangguran naik. Jadi, ekonomi tidak bisa berputar hingga pembayaran hutang ke sejumlah bank dunia juga terus menumpuk.

Tidak sanggup untuk membayar inilah setiap negara dapat dinyatakan bangkrut. Buruknya lagi, kemiskinan sampai kelaparan akan semakin merajalela. Setiap kepala pemerintah berusaha menghindarinya, walau saat ini krisis dunia masih berlangsung akibat pandemi.

Tujuan Ekspor dan Impor Setiap Negara

Tujuan Ekspor dan Impor Setiap Negara
gambar: pixabay

Pengertian ekspor dan impor juga dapat diartikan sebagai memenuhi kebutuhan hidup masyarakat secara luas. Ilustrasinya seperti ini, dulu saat bangsa Eropa menjajah Indonesia. Mereka membutuhkan rempah-rempah sebagai penghangat tubuh.

Seluruh kawasan Eropa tidak ada wilayah yang dapat menanamnya. Oleh karena itu, mereka melakukan perdagangan sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara, untuk menanamnya sangat sulit karena, tanaman tersebut tidak bisa hidup di cuaca dingin.

Pentingnya kegiatan ekspor dan impor bagi suatu negara adalah memenuhi keinginan pasar dalam negeri. Sebagai contoh, masyarakat Jepang menyukai produk olahan rumput laut. Sementara, permintaan tinggi tetapi, tidak punya kelebihan barang agar dapat diolah.

Dengan begitu, mereka harus membelinya dari luar negeri terutama Indonesia yang menyediakan bahan tersebut. Hanya saja, dalam melakukan jual beli tidak sembarangan, harus diteliti terlebih dulu bagaimana kualitasnya.

Pengertian ekspor dan impor bisa diartikan sebagai pemenuhan permintaan pasar domestik yang setiap hari semakin bertambah. Serta menjaga daya beli masyarakat sebagai upaya pemerintah membuat sejahtera penduduknya.

Terutama, soal konsumsi makanan serta minuman. Sedikit susah memang karena, kendala utamanya adalah cuaca. Sebagai contoh komoditi bawang putih. Stok dalam negeri mulai menipis, otomatis harga melambung.

Terlalu tinggi membuat masyarakat tidak mau membelinya. Pedagang serta petani akan rugi karena, produk tersebut tidak laku hingga akhirnya, busuk kemudian dibuang. Sementara, produksi bawang putih sendiri terkendala oleh faktor cuaca.

Manfaat Besar dari Kegiatan Ekspor dan Impor

Manfaat Besar dari Kegiatan Ekspor dan Impor
gambar: pixabay

Pengertian ekspor dan impor lebih ditekankan pada pemenuhan barang dan jasa sebuah negara karena, sulitnya melakukan produksi dalam negeri. Hal ini terkadang dilakukan oleh setiap pemerintah agar dapat produksi lainnya lebih berkembang.

Sebagai contoh pemerintah sedang mengembangkan industri pertanian yang sudah masuk pasar global dunia. Agar bisa bersaing dengan negara lain, pemerintah memastikan kondisi produk sesuai keinginan pasar.

Untuk mencapai keinginan itu, harus ada teknologi khusus untuk membantu produksi. Oleh karena itu, upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan pembelian dari luar negeri. Melakukan adaptasi kemudian, mencontohnya agar pembelian ini dapat ditekan.

Dengan begini, daya saing sebuah produk bisa terus berjalan. Jadi, kegiatan jual beli antar negara tetap berjalan baik. Efeknya cukup panjang, yaitu menambah potensi tumbuhnya lapangan pekerjaan.

Pengertian ekspor dan impor dapat diartikan sebagai sebuah bisnis yang berkembang. Dalam prosesnya, kegiatan ini akan memperkenalkan produk ke mancanegara. Semakin banyak, maka kesempatan meraih pangsa pasar lebih terbuka.

Sebagai perusahaan eksportir hal ini sangat penting agar perkembangan industri tetap berjalan baik. Tidak hanya sampai disitu saja, bagi negara sendiri kegiatan tersebut juga menambah devisa.

Cadangan dana ini sangat bermanfaat untuk pembangunan nasional serta menahan laju pertumbuhan Dolar Amerika agar tidak menekan Rupiah jatuh sehingga, pengusaha dalam negeri mengalami kesulitan.

Melambungnya Dolar membuat kebutuhan produksi akan meningkat, terutama bagi mereka yang mengutamakan kegiatan impor untuk memenuhi stock barang. Karena, dalam negeri belum mampu produksi atau harganya justru lebih mahal.

Faktor Unggulan Proses Jual Beli

Pengertian ekspor dan impor merupakan cara pemerintah untuk mengembangkan iklim bisnis. Bukan hanya perusahaan dalam negeri saja, mancanegara juga dapat masuk dengan sejumlah persyaratan.

Dari sana, pajak dapat dihasilkan sehingga, menambah kas untuk pembangunan secara nasional lebih baik. Membangun segala fasilitas yang dibutuhkan agar semakin banyak industri masuk ke Indonesia. Salah satu cara terbaik mengentaskan kemiskinan.

Setiap industri dalam melakukan aktivitas jual beli ini pasti mempertimbangkan beberapa faktor utama. Seperti, kondisi alam serta cuaca sebuah wilayah sangat berpengaruh pada komoditi tertentu.

Pengertian ekspor dan impor bisa diartikan sebagai bagian dari investasi kepada sebuah kawasan. Sehingga, memunculkan alternatif baru untuk meningkatkan kualitas karena, persaingan tersebut berjalan dengan baik.

Sebagai contoh, Produk karet dari Indonesia merupakan barang terbaik karena keduanya berada di wilayah tropis. Olahannya sering dimanfaatkan untuk berbagai macam hal. Melalui faktor ini setiap perusahaan asing akan masuk untuk kemudian, mengolahnya.

Masuknya perusahaan tersebut membuat industri dalam negeri harus meningkatkan kualitas. Dengan begini kesempatan untuk menghasilkan komoditi karet menjadi lebih besar. Penawarannya dapat dilakukan dalam bentuk mentah atau barang baru.

Pengertian ekspor dan impor juga dititik beratkan kepada kemampuan sebuah industri dalam mengelola keuangan akibat dari perekonomian sebuah negara. Sebagai contoh saat Samsung mendirikan pabrik di suatu wilayah.

Mereka akan melihat bagaimana biaya serta aturan yang ditetapkan apakah iklimnya baik atau tidak. Biasanya rakitan dalam negeri juga akan dijual ke pasar Internasional menjadi pendapatan tambahan devisa negara.

Syarat Utama Barang Ekspor dan Impor

Syarat Utama Barang Ekspor dan Impor
gambar: pixabay

Dalam melakukan kegiatan ini ada sejumlah syarat harus dipenuhi. Contoh ekspor dan impor dilakukan dengan memperhatikan kualitas mulai dari segi warna, harga, waktu penyerahan sampai petunjuk bagaimana cara menggunakannya.

Beberapa negara islam biasanya, wajib menyertakan sertifikat halal untuk setiap produk yang masuk. Dengan sertifikat tersebut, keamanan terhadap barang terjamin. Selera konsumen juga sangat berpengaruh terciptanya jual beli tersebut.

Contohnya adalah produk Kopi Indonesia. Hampir seluruh dunia mengakui bahwa cita rasanya memang nikmat. Tidak hanya satu wilayah saja, seluruh kota punya keunggulan serta cita rasa khas. Faktor ini membuat komoditi kopi menjadi paling utama dan terus dikembangkan.

Saat ini kegiatan jual beli sedang dikembangkan oleh Indonesia. Neraca perdagangan surplus pada bulan Mei 2020 menjadi pemicu agar bulan kedepannya selalu menghasilkan nilai positif. Dengan kualitas selalu dikembangkan.

Pengertian ekspor dan impor adalah aktivitas perdagangan dilakukan oleh setiap negara dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari kegiatan ini juga bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi setiap negara.

Cara Mengekspor Barang

Cara Mengekspor Barang

Memiliki perkembangan ekonomi yang lebih baik tentu menjadi salah satu harapan pemerintah Indonesia. Cara mengekspor barang sering disarankan untuk dipelajari dengan baik bagi pelaku usaha demi mendorong ekonomi maju.

Para pelaku ekonomi pasti sudah sangat paham bahwa saat ini Pemerintah memang sedang bersemangat untuk membantu para pelaku usaha agar bisa mengekspor produk mereka ke mancanegara.

Harapan tersebut dilakukan demi mendapatkan kemajuan ekonomi bangsa Indonesia bisa menyamai beberapa negara maju. Untuk menambah semangat para penggiat usaha maka pemerintah Indonesia memberikan penghargaan.

Penghargaan tersebut akan diberikan bagi pelaku usaha yang berhasil memiliki prestasi dalam eksportir, penghargaan tersebut bernama primaniyarta. Tentu saja hal ini dijadikan semangat dari penggiat usaha agar produk mereka bisa go internasional.

Jika Anda merupakan salah satu pelaku usaha dan ingin mencoba mengekspor produk namun belum mengetahui bagaimana prosedur tepat maka cari informasi lebih dulu. Dengan informasi yang tepat akan membantu Anda mendapatkan kemudahan dalam melakukan ekspor. Jangan sampai ada kesalahan dan membuat produk tidak bisa dikirim ke mancanegara.

Sebagai seorang pemula ekspor ke luar negeri Anda dapat mencari informasi untuk langkah pengiriman barang disini.

Cara Mengekspor Barang Dapatkan Surat Kontrak Penjualan

Cara Ekspor Barang Dapatkan Surat Kontrak Penjualan
gambar: pixabay

Cara ekspor barang yang harus dilakukan untuk menjual produk ke mancanegara adalah membuat surat kontrak untuk penjualan. Sales Contract Process tersebut merupakan dokumen dimana menyatakan bahwa usaha Anda telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan eksportir dan importir antar negara.

Untuk mendapatkan dokumen ini tentu saja ada beberapa syarat yang harus Anda lakukan mulai dari persyaratan pembayaran, kualitas dari produk, jumlah yang akan dijual atau beli, pengiriman, asuransi, dan masih banyak lagi lainnya. Bahkan ada beberapa langkah untuk mendapatkan surat yang satu ini.

Ekspor adalah menjualkan produk Anda ke negara lain dengan kualitas terbaik. Nah, Anda harus melakukan promosi terlebih dahulu sehingga akan ada calon pembeli dari negara lain.

Setelah itu, Anda juga harus mendapatkan surat permintaan pada komoditas tertentu dari calon importir. Biasanya berisikan tentang deskripsi barang, waktu pengiriman, kualitas, bahkan juga harganya. Nantinya Anda yang mengekspor akan memberikan tanggapan atas permintaan calon pembeli tersebut atau offer sheet.

Jika pihak importir sudah mendapatkan penawaran yang Anda berikan maka Anda bisa mempelajari offer sheet (jika benar-benar setuju pada proses penjualan). Pihak importir akan memberikan surat pesanan dibentuk order sheet kepada anda.

Terakhir, Anda harus menyiapkan surat kontrak untuk melakukan jual beli. Jangan lupa untuk ditandatangani dengan eksportir kepada importir(ada dua surat yang harus ditandatangani, 1 untuk importir dan 1 untuk eksportir). Barulah terakhir calon importir akan mempelajari surat tersebut dan mengirimkan konfirmasi.

Cara Ekspor Barang dengan L/C Opening Process

Cara mengekspor barang bagi pemula selanjutnya adalah melakukan proses pembukaan untuk L/C. Jadi beberapa hal yang harus dilakukan oleh penerima ekspor agar bisa melakukan proses jual beli tersebut. Pihak importir akan meminta Bank devisa untuk membuka surat kredit atau surat jaminan atas uang yang akan dibayarkan kepada calon eksportir sesuai dengan kesepakatan.

Nantinya, pihak bank akan membuka surat kredit tersebut dan mencari apakah ada jaringan bank di negara tempat eksportir. Mungkin Anda sudah paham jika bank ini kerap disebut dengan advising bank.

Nantinya, pihak advising bank akan menerima surat dan melakukan proses pemeriksaan. Dipastikan bahwa surat-surat dan permintaan dari importir kepada eksportir tersebut sah.

Langkah ini dilakukan demi keamanan transaksi dan sesuai dengan kontrak yang telah dituliskan. Jika semua sudah benar, maka pihak advising bank akan mengirimkan surat kredit tersebut untuk menjamin barang yang akan diekspor.

Tidak mudah memang untuk ekspor ke negara lain sebab banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Tetapi jika Anda berhasil memberikan kepercayaan kepada pihak importir maka keuntungan besar mungkin didapatkan oleh usaha Anda karena penghasilannya cukup besar.

Cara Ekspor Barang dengan Cargo Shipment Process

Cara Ekspor Barang dengan Cargo Shipment Process
gambar: pixabay

Tidak berhenti sampai disitu, para calon eksportir juga harus menyiapkan hal lain. Misalnya melakukan cargo shipment process. Setelah Anda menerima surat kredit dari pihak advising bank yang telah dilakukan oleh importir maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan seperti berikut ini.

  1. Pertama, Anda tentu harus memesan kapal pengiriman barang yang sering digunakan ekspor dan impor. Proses yang satu ini akan mengacu pada beberapa ketentuan yang telah disebutkan di kontrak penjualan.
  2. Selanjutnya pihak eksportir juga harus memiliki surat guna untuk pemberitahuan ekspor barang. Untuk membuatnya maka Anda bisa mengunjungi Kantor Bea Cukai pada pelabuhan di daerah anda.
  3. Kemudian pihak yang akan ekspor harus membayar pajak ekspor pada advising bank yang telah digunakan untuk melakukan pelayanan ekspor-impor sesuai dengan kontrak penjualan
  4. Jika semua urusan pada Bea Cukai sudah selesai maka perusahaan pengapalan akan memuat barang atau produk usaha anda. Selanjutnya ada beberapa Dokumen untuk bukti perjalanan barang dengan kapal. Bukti tersebut akan diserahkan pada pihak advising bank sehingga akan diteruskan kepada bank devisa tempat pembeli produk usaha Anda berada.
  5. Cara ekspor barang selanjutnya akan dimulai ketika importir sudah menerima dokumen perjalanan barang ekspor, tetapi harus melakukan pembayaran kepada bank devisa tempat mereka berada. Untuk dokumen tersebut sangat penting bagi pihak importir sebab syarat untuk pengambilan barang nantinya. Tidak hanya itu, tetapi pihak importir juga harus memiliki bukti pembayaran terhadap jasa pengapalan barang tersebut.

Dapatkan Proses Negosiasi Dokumen Pengiriman sebagai Cara Ekspor Barang

Dapatkan Proses Negosiasi Dokumen Pengiriman sebagai Cara Ekspor Barang
gambar: pixabay

Terakhir, Anda harus mendapatkan proses negosiasi dokumen pengiriman atau proses untuk pengambilan pembayaran dari pihak importer kepada bank. Nah, untuk mengambil uang hasil penjualan produk Anda ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk klaim uang tersebut. Syaratnya tentu saja dokumen dari pihak perkapalan yang mengatur pengiriman barang kepada importir.

Apabila Anda sedang menerima dokumen tersebut dari perusahaan perkapalan yang mengirimkan barang tersebut, maka harus menyiapkan dokumen lain yang telah disyaratkan dan tertera di dalam letter of credit. Misalnya saja siapkan invoice, surat keterangan negara asal, packing list, dan masih banyak yang lainnya.

Jika semua persyaratan tersebut telah dilengkapi maka segera serahkan kepada pihak bank agar Anda memperoleh pembayaran sesuai kontrak Letter of Credit. Biasanya pihak advising bank akan memberikan pemeriksaan terlebih dahulu untuk melihat keakuratan dokumen pengiriman barang.

Apabila semua sudah benar-benar lengkap dan asli maka Anda bisa mengirimkan kepada pihak bank devisa di negara importir agar mendapatkan uang pembayaran. Nantinya pihak bank devisa akan memeriksa kelengkapan dokumen kembali dan sesuai jika sudah sesuai akan melunasi pembayaran tersebut kepada advising bank yang ada di daerah anda.

Bank devisa akan menyerahkan dokumen tersebut kepada importir yang telah digunakan untuk mengambil barang yang telah diimpor tersebut.

Proses melakukan ekspor dan impor memang bukan hal sederhana. Pada tahapan ini Anda akan melakukan proses penjualan dan pembelian di negara lain sehingga membutuhkan keamanan agar antara pembeli dan penjual memiliki kepercayaan. Apabila Anda berhasil melakukan cara mengekspor barang di atas dengan baik, maka titik terang ekonomi usaha Anda bisa terus berkembang.

Istilah Dalam Ekspor Impor

Istilah Dalam Ekspor Impor

Untuk Anda yang hendak terjun ke dalam dunia perdagangan internasional ada banyak hal yang harus dipahami, salah satunya adalah istilah dalam ekspor impor itu sendiri.

Ini sangat penting untuk dikuasai oleh mereka yang memang berkecimpung di dalam perdagangan antar negara.

Kalau tidak, tentu saja akan ada banyak kendala yang muncul. Bisa dibilang ini merupakan salah satu langkah awal yang wajib dilalui jika Anda hendak terjun ke dalam dunia ekspor impor.

Jadi jangan pernah menyepelekan berbagai jenis istilah yang akan Anda temui kedepannya ini.

Terutama untuk para pemula, memahami istilah ini penting agar Anda tidak salah dalam mengartikan setiap dokumen ekspor impor yang diterima.

Kalau sampai terjadi kesalahan, tentu saja hal ini bisa berdampak besar terhadap kelancaran ekspor impor itu sendiri.

Perlu diingat, klien yang akan Anda hadapi tidak berasal dari negeri yang sama. Tapi terpisahkan oleh lautan yang sangat luas dengan jarak ribuan mil disana.

Jadi komunikasi akan sangat terbatas. Daripada harus mengulang, lebih baik Anda bersusah payah terlebih dahulu sejak awal.

Apa Pengertian Ekspor dan Impor?

Apa Pengertian Ekspor dan Impor
gambar: pixabay

Sebelum kita lanjut ke pembahasan istilah dalam ekspor impor, ada baiknya kalau Anda memahami pengertian dari ekspor dan impor itu sendiri terlebih dahulu.

Ekspor adalah proses pengiriman barang ke luar negeri. Pelakunya dikenal dengan nama eksportir.

Komoditi yang bisa diekspor sangat beragam bisa berupa barang jadi atau bahan baku. Pengiriman ke luar negeri atau ekspor tidak hanya terbatas pada satu benua saja, tapi juga bisa lintas benua.

Dalam dunia ekspor pemilik barang wajib mengikuti prosedur pengiriman dan penerimaan barang di negara tujuan.

Sedangkan impor adalah proses mendatangkan barang dari luar negeri. Secara tidak langsung impor ini adalah lawan kata dari ekspor. Orang yang melakukan proses impor disebut importir.

Sama seperti proses ekspor, dalam proses impor ini para pembeli harus mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah di masing-masing negara.

Tujuannya agar proses pengiriman menjadi lancar dan tidak terkendala oleh apapun.

Apa Saja Istilah dalam Ekspor Impor?

Apa Saja Istilah dalam Ekspor Impor
gambar: pixabay

Di dalam dunia ekspor impor ada banyak sekali istilah yang harus Anda pahami.

Tujuan dari pembuatan istilah-istilah ini adalah untuk memudahkan para pedagang untuk melakukan transaksi Secara efektif.

Lantas apa saja istilah-istilah tersebut? Ini dia penjelasannya.

Air waybill : Air waybill adalah kontrak yang secara mutlak diterbitkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan jalur udara.

Bill of lading atau (B/L) : Bill of Landing ini adalah surat tanda penerimaan barang yang sudah dinaikkan atau dimuat pada kapal. Istilah dalam ekspor impor ini juga menjadi bukti valid atas kepemilikan barang tertentu.

Bill of Landing juga menjadi bentuk perjanjian resmi untuk barang yang diangkut melalui jalur perairan.

Invoice : Invoice ini adalah nota, atau bisa juga faktur yang berisikan transaksi jual beli. Di dalamnya terdapat data jumlah barang, harga serta akumulasi total harga yang dibebankan pada sebuah transaksi ekspor ataupun impor.

C&F : C&F ini merupakan singkatan dari Cost and Freight. JIka diartikan secara harfiah, C&F ini berarti semua biaya yang berkaitan dengan biaya produksi dan pengiriman diakumulasikan ke dalam harga barang yang dikirimkan.

Clearance : Clearance adalah hak dari sebuah alat pengiriman seperti misalnya kapal untuk segera meninggalkan pelabuhan tempat mereka mengirimkan sebuah barang.

Istilah dalam ekspor impor ini juga bisa diartikan sebagai izin bagi sebuah kapal untuk segera beranjak dari pelabuhan karena proses pengiriman sudah selesai.

Untuk arti selanjutnya, clearance ini bisa ditujukan kepada perizinan untuk segera mengeluarkan sebuah produk atau barang dari penahanan pabean akibat ada izin atau syarat yang belum dilengkapi.

Consignee : Consignee adalah nama penerima barang sekaligus alamat lengkapnya sebagai tujuan utama pengiriman oleh logistik.

F. O. B : F.O.B adalah singkatan dari free on board yang berarti seorang penjual hanya memiliki kewajiban atau tanggung jawab terhadap sebuah produk sampai produk tersebut tiba di pelabuhan yang sudah ditunjuk oleh pengirim.

Packing List : Packing list atau daftar pengepakan adalah sebuah nota atau faktur yang berisikan data barang-barang yang masuk ke dalam sebuah packing berikut data lengkap mengenai gross dan netto dari produk itu sendiri.

Commodity : Commodity atau komoditas adalah istilah dalam ekspor impor khusus yang biasanya diterapkan kepada produk pertanian. Namun ada juga beberapa pihak yang menyebutnya product saja.

Health Certificate (HC) and Phytosanitary Certificate (PC) : Istilah ini merupakan sebuah sertifikasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki wewenang untuk mengurusi perihal hewan-hewan dan tumbuhan.

Biasanya penerapan istilah dalam ekspor impor satu ini digunakan pada prosedur pengiriman hewan atau tumbuhan yang dianggap langka dan membutuhkan proses konservasi secara ketat untuk menjaga kelestariannya.

Di Indonesia sendiri proses sertifikasi HC dan PC ini diterbitkan oleh Badan Karantina Pertanian yang ada di bawah naungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Tidak main-main, mereka yang melakukan kecurangan terhadap HC dan PC akan mendapatkan sanksi pidana sesuai undang-undang yang berlaku di masing-masing negara.

Weight : Weight adalah bobot kotor dari sebuah produk yang dikirimkan melalui pelabuhan. Bobot kotor ini termasuk boot cangkang, packaging pengiriman, plastik dan lain-lain.

Itulah beberapa istilah dalam ekspor impor yang wajib Anda pahami saat hendak terjun dalam perdagangan internasional.

Tentunya masih banyak istilah lain yang harus dipahami seiring dengan berjalannya waktu. Namun istilah di atas adalah istilah yang paling sering muncul dalam dunia ekspor impor.

Mengapa Istilahnya Banyak Menggunakan Bahasa Inggris?

Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa istilah dalam ekspor impor ini menggunakan bahasa Inggris. Mari kita jelaskan satu persatu alasannya.

Pertama, bahasa Inggris ini merupakan bahasa internasional dimana ada banyak sekali negara yang menggunakannya.

Secara logika, penggunaan istilah dalam bahasa Inggris ini pasti lebih mudah untuk dipahami oleh mereka yang ada di negara lain.

Karenanya salah satu persyaratan untuk menjadi seorang admin ekspor impor ini adalah pemahaman bahasa Inggris yang baik.

Selai digunakan untuk memahami istilahnya, komunikasi bahasa Inggris seringkali harus dilakukan terhadap klien atau konsumen saat Anda hendak melakukan proses ekspor dan impor.

Mengapa Harus Memahami Istilah Ekspor Impor?

Mengapa Harus Memahami Istilah Ekspor Impor
gambar: pixabay

Memahami istilah dalam ekspor impor ini akan memberikan Anda banyak keuntungan. Pertama adalah terjaminnya kelancaran proses ekspor atau impor yang sedang Anda lakukan.

Selain itu proses ekspor impor ini akan mempercepat proses pengiriman barang yang hendak Anda terima atau[un berikan kepada klien.

Di sisi lain pemahaman yang baik mengenai istilah ekspor impor ini akan memudahkan pihak-pihak lain dalam melakukan dokumentasi administratif.

Jadi istilah ini sudah menjadi kode sederhana yang akan dipahami dengan cepat oleh para pelaku ekspor impor di seluruh dunia.

Karenanya jika Anda ingin terhindar dari berbagai resiko saat melakukan ekspor dan impor, pahamilah istilah dalam ekspor impor ini dengan baik mulai sekarang juga.

Istilah Dalam Forwarding

Istilah Dalam Forwarding

Perkembangan perekonomian suatu negara saat ini tidak dapat terlepas dari kondisi perekonomian global. Hubungan ekonomi antar negara menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi masing-masing negara. Dengan adanya kegiatan perdagangan internasional, menjadi manfaat bagi negera negara yang melakukan kegiatan ekspor maupun impor.

Forwarding merupakan semua bentuk kegiatan pelayanan untuk kegiatan ekspor maupun impor, sedangkan orang atau badan hukum yang melaksanakan kegiatan forwarding adalah seorang atau perusahaan freight forwarder dan bertugas untuk mengatur pengiriman dan penerimaan dari penjual ke pembeli.

Istilah Dalam Forwarding

1. Air Freight adalah biaya pengiriman barang dengan menggunakan transportasi udara yaitu pesawat.

air freight
Gambar: unsplash

2. AWB (Airway Bill) merupakan dokumen ataupun secara elektronik yang menjadi satu tanda bukti perjanjian pengangkutan jasa udara. AWB dibutuhkan untuk melakukan proses kegiatan pengiriman barang dari daerah pabean yang berbeda menggunakan transportasi udara.

Airway bill terdapat informasi seperti jenis, berat, nilai barang, alamat asal dan alamat tujuan, dimana pengiriman tersebut menggunakan transportasi udara.

AWB dikeluarkan oleh maskapai penerbangan, sedangkan untuk (HAWB) House Airway bill diterbitkan oleh Perusahaan Freight Forwarders yang berfungsi sebagai bukti kontrak pengiriman barang dan bukti hak kepemilikan barang. AWB menjadi bukti pengiriman barang melalui udara.

3. B/L (Bill Of Lading) merupakan dokumen atau surat perjanjian pengangkutan menggunakan jasa laut yang dikeluarkan oleh pihak pelayaran atau perusahaan freight forwading.

B/L berfungsi sebagai kontrak perjanjian barang telah dimuat di kapal, tanda terima barang atau muatan, ataupun dokumen kepemilikan untuk mengambil barang di pelabuhan tujuan/tempat tujuan.

B/L disertakan dalam pembuatan COO (Ceftificate Of Origin). Bill Of Lading diterbitkan ketika keberangkatan kapal. BL menjadi bukti pengiriman barang melalui jalur laut.

4. Booking adalah istilah untuk pemesanan tempat

5. Bonded zone = Kawasan berikat

6. Cargo space = Ruang sisa muatan untuk cargo/ barang/ container

7. Container Yard [C/Y] = Tempat penumpukan container di dermaga

container yard
Gambar: unsplash

8. CFR (Cost and Freight) merupakan sistem pembelian barang dimana penyerahan barang dilakukan oleh eksportir, dan eksportir juga menanggung biaya angkut serta risiko sampai atas kapal.

9. CIF ( Cost Insurance & Freight ) merupakan sistem pembelian barang dimana penyerahan barang dilakukan oleh eksportir serta eksportir menanggung biaya angkut, risiko serta asuransi

10. Closing Time ( C/T ) adalah waktu ditutupnya kegiatan pemasukan atau penumpukan barang di UTPK (unit tempat penumpukan peti kemas) atau warehouse.

11. Comemercial Invoice adalah catatan permintaan resmi yang disiapkan oleh eksportir berupa tagihan yang berisikan nilai barang sesuai berdasarkan kontrak, dimana pada dokumen ini harus tertera rincian barang yang dijual.

12. CNF ( Cost and Freight ) adalah sistem pembelian barang dimana Biaya Pengiriman dan Harga Barang di bayarkan di pelabuhan muat namun asuransi menjadi tanggungan Penerima Barang.

13. Consignee sama artinya seperti importir atau penerima barang, istilah ini sangat familiar karena kerap digunakan dalam kegiatan ekspor impor

14. CFS (Container Freight Station) merupakan jenis pengiriman dari Gudang LCL Negara asal sampai ke Gudang LCL negara tujuan

15. CY (Container Yard) merupakan mode pengiriman dari tempat penumpukan peti kemas atau kontainer negara asal ke tempat penumpukan peti kemas negara tujuan.

16. Customs Clearance merupakan proses administrasi kegiatan ekspor atau impor seperti pajak, kepabean dan dokumen terkait agar suatu barang dapat diekspor maupun diimpor.

17. DO (Delivery Order) merupakan dokumen pengantar atas barang yang dikirim ke pembeli dan berisi informasi dari dari kesepakatan antara penjual dan pembeli.

18. DEPO merupakan lokasi penyimpanan container yang sedang tidak dioperasikan.

19. Dry Container adalah container kering / standar yang digunakan untuk mengirim barang selain berbahan gas maupun cair.

20. Descriptions of Goods adalah deskripsi barang.

21. ETA (Estimated Time of Arrival) merupakan waktu Perkiraan Kedatangan Kapal / Pesawat.

22. ETD (Estimated Time of Departure) merupakan waktu perkiraan keberangkatan kapal / pesawat dari pelabuhan muat.

23. EXW (Ex Works) merupakan pihak penjual hanya menentukan tempat pengambilan barang, belum termasuk biaya lainnya seperti biaya pengiriman, asuransi, jasa pick up barang, bea dan handling di pelabuhan tempat asal barang.

24. Freight = Biaya / ongkos kapal / perjalanan

25. Freight forwarding adalah layanan yang digunakan perusahaan untuk impor dan ekspor barang dalam negeri atau internasional. Perusahaan pengiriman barang bertindak sebagai perantara antara klien dan berbagai layanan transportasi untuk mengirimkan barang dari penjual ke pembeli.

26. Feet = Ukuran yang digunakan sebagai ukuran container

27. FCL (Full Container Loaded) merupakan pengiriman barang jalur laut dengan menggunakan kontainer muatan penuh. Sehingga dengan menggunakan metode FCL barang barang yang dikirim berada di dalam satu kontainer yang sama. FCL terdiri dari beberapa pilihan seperti 20 feet yang memuat 28 kubik, 40 feet yang memuat 68 kubik

28. Feeder Vessel adalah Kapal pengangkut dari pelabuhan muat ke pelabuhan transit.

29. FOB (Free On Board) merupakan kondisi dimana pihak eksportir bertanggungjawab mengenai pengemasan, pengiriman barang ke pelabuhan domestik, pajak dan bea ekspor serta barang dimuat di dalam kapal.

Setelah barang sudah berada di atas kapal hingga kemudia tiba di negara tujuan, pembayaran pajak dan bea impor, dan seterusnya, menjadi tanggung jawab dan dibebankan kepada importir.

30. Freight Collect merupakan sistem pembayaran biaya pengiriman disaaat importir menerima barang di pelabuhan tujuan.

31. Freight Prepaid merupakan pembayaran biaya pengiriman barang di pelabuhan muat. Hal ini menunjukkan pembayaran biaya muatan / kapal / pesawat / transportasi telah dibayar oleh eksportir sehingga, importir tidak perlu lagi membayar ongkos atau biaya transportasi kapal.

31. GW (Gross Weight) merupakan berat kesuluruhan dari suatu barang termasuk kemasan barang

32. HS code (Harmonized Commodity Description and Coding System) merupakan nomenklatur klasifikasi barang yang digunakan secara seragam di seluruh dunia. Dibutuhkan untuk mengatahui regulasi atau dokumen yang dibutuhkan dan mengidentifikasi klasifikasi suatu barang.

33. L/C (Letter of Credit) merupakan cara pembayaran dengan melibatkan pihak perbankan dengan mengacu kepada sales contract (kontrak jual beli)

34. LCL (Less than Container Loaded) merupakan pengiriman barang yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat container sehingga barang yang akan dikirim berada di dalam suatu kontainer bersama dengan barang milik orang lain.

35. Measurement / Cubication / CBM adalah ukuran kubikasi suatu barang ekspor. CBM (Cubic Meter) digunakan untuk mengetahui kubikasi atau volume suatu kargo

36. Mother Vessel adalah Kapal pengangkut / kapal besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan diseluruh penjuru dunia.

mother vessel
Gambar: unsplash

37. Net Weight / NW adalah berat bersih suatu barang tanpa dihitung berat kemasan atau berat barang sebelum dikemas.

38. NOA (Notice Of Arrival) adalah pemberitahuan kedatangan barang kepada importir dengan memberikan data-data dokumen barang serta salinan dokumen barang seperti Bill Of Lading, Invoice, Packing List.

39. Open Stack ( O/S ) merupakan waktu container dibuka atau barang bisa di tempatkan di UTPK (unit tempat penumpukan peti kemas) atau warehouse.

40. Packing list merupakan informasi mengenai detail barang dari barang yang akan dikirimkan. dalam packing list biasanya terdapat informasi berupa nama dan alamat eksportir, dan importir, detail invoice, pelabuhan tujuan dan kedatangan, serta detail barangnya berupa berat, jumlah, pengemasan. Dokumen ini di siapkan oleh eksportir

41. POD (Port of Discharge) merupakan Pelabuhan Bongkar.

port of loading
Gambar: unsplash

42. POL (Port Of Loading) merupakan Pelabuhan Muat.

43. PPJK merupakan Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan

44. Place of Receipt yaitu Tempat Penerimaan Barang.

45. Reefer Container merupakan container yang memiliki pengatur suhu. Biasa digunakan untuk pengiriman sautu barang yang membutuhkan suhu tertentu

46. Seal adalah segel kontainer / peti kemas

47. Shipping Instructions adalah surat pengajuan pengiriman barang yang diterbitkan oleh shipper.

48. Shipping Schedule merupakan jadwal keberangkatan pesawat / kapal

49. Stuffing / Loading merupakan proses barang ekspor dimuat ke dalam kontainer atau truck angkut

50. SKA (Surat Keterangan Asal) / COO (Certificate of Origin) merupakan sertifikasi asal barang yang menyatakan barang / komoditas yang diekspor berasal dari negara pengekspor.

Itulah istilah dalam forwarding diatas yang dapat dipelajari untuk menambah pengetahuan tentang ekspor dan impor.