Komoditas Ekspor Non Migas Indonesia

Komoditas Ekspor Non Migas Indonesia

Komoditas ekspor non migas Indonesia pada tahun 2020 lalu tetap mengalami peningkatan walaupun dunia tengah dilanda krisis. Hal ini menjadi bukti bahwa ekspor Indonesia tetap mengalami peningkatan.

Seperti kita ketahui bahwa kegiatan ekspor impor sangat penting demi kemajuan perekonomian suatu negara. Biasanya semakin banyak barang yang diekspor maka semakin baik pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan beberapa negara di dunia, sehingga kegiatan jual beli barang bisa dilakukan. Indonesia sendiri umumnya lebih banyak menjual hasil kekayaan alam sebagai komoditi ekspor tersebut.

Jenis barang yang bisa dijual ke negara lain adalah barang yang adalah barang yang bisa dihasilkan di negara sendiri serta dapat dibutuhkan oleh negara lain.

Jalinan kerja sama yang baik dengan negara lain tentu dibutuhkan, agar proses jual beli barang tersebut tidak terkendala. Perlu juga diketahui bahwa terdapat juga persaingan dengan negara lain dalam melakukan kegiatan ekspor tersebut.

Beberapa Negara Tujuan Komoditas Ekspor Non Migas Indonesia

Beberapa Negara Tujuan Komoditas Ekspor Non Migas Indonesia
gambar: pixabay

Ekspor dapat diartikan sebagai kegiatan menjual produk ke negara lain untuk mendapatkan keuntungan. Pada umumnya terjadi hubungan timbal balik antara negara pengekspor dan negara pengimpor.

Kondisi politik suatu negara memberikan pengaruh besar pada kegiatan ekspor impor tersebut. Oleh karena itu, jika Indonesia ingin melakukan ekspor ke negara lain, harus memiliki kepentingan yang sama dengan negara tersebut.

Hingga saat ini, negara – negara yang menjadi tujuan Indonesia dalam melakukan ekspor, seperti China, Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Taiwan, Australia, Jerman, dan yang lainnya.

Saat ini pemerintah berusaha meningkatkan komoditas unggulan ekspor non migas agar memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Semakin banyak komoditas ekspor, maka semakin tinggi pula kesempatan menaikkan nilai mata uang negara tersebut. Tentunya dalam proses pedagangan internasional tersebut ada beberapa aturan yang wajib dipatuhi.

Di tingkat internasional Komoditas ekspor non migas Indonesia sangat diakui kualitasnya. Oleh karena itu tidak heran jika non migas kerap menjadi produk unggulan penjualan.

Barang – barang ekspor tersebut harus memiliki kualitas baik, agar bisa bersaing dengan negara lain, dan diminati oleh banyak orang.

Tentunya bukan hanya Indonesia yang memiliki komoditas ekspor non migas. Oleh karena itu mutu barang perlu ditingkatkan serta harga juga perlu disesuaikan.

Mengenal Pengertian Komoditas Ekspor dan Jenis – Jenisnya

Mengenal Pengertian Komoditas Ekspor dan Jenis – Jenisnya
gambar: pixabay

Komoditas sendiri dapat diartikan sebagai benda atau produk yang memiliki nilai guna serta dapat diperjual belikan. Tentu saja tujuan penjualan tersebut adalah untuk mendapatkan keuntungan.

Beberapa ahli menguraikan bahwa Komoditas ekspor non migas Indonesia merupakan benda yang memiliki wujud, serta mudah diperjual belikan karena dibutuhkan oleh orang lain.

Jadi suatu barang yang memiliki wujud, serta dapat diperdagangkan sudah bisa dikategorikan sebagai komoditas. Produk ini dapat diperdagangkan sebagai produk impor atau ekspor dengan tujuan mendapatkan profit.

Komoditas ekspor sendiri dapat diartikan sebagai benda berwujud yang diperjual belikan ke negara lain atau diperdagangkan sebagai produk jualan utama. Barang dagangan ini merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara kita.

Komoditas sendiri dibedakan menjadi 4 jenis, yakni logam, energi, pertanian, dan juga peternakan.

Logam

Produk logam merupakan benda – benda yang diperoleh dari hasil pertambangan, seperti logam industri atau juga logam berharga.

Logam industri contohnya seperti timah, nikel, tembaga, titanium, cobalt, karbon, besi, dan yang lainnya. Logam industri tentu sangat dibutuhkan karena bisa diolah menjadi beragam perangkat elektronik atau perangkat lainnya.

Sedangkan untuk contoh komoditas ekspor non migas logam seperti perak, platinum, emas, dan juga palladium. Logam berharga lebih sering digunakan sebagai perhiasan dan harganya juga relatif tinggi.

Energi

Untuk komoditas jenis energi sendiri produknya merupakan hasil tambang yang digunakan sebagai bahan bakar. Dalam artikel ini produk yang dibahas adalah Komoditas ekspor non migas Indonesia, contohnya seperti batu bara.

Pertanian

Komoditas pertanian merupakan segala produk yang diperoleh dari hasil pertanian. Dalam hal ini, barang dagang tersebut dibagi lagi menjadi dua jenis, yakni komoditas hasil pertanian dan juga hasil perhutanan.

Untuk barang dagang hasil pertanian contohnya seperti gula, jagung, padi, garam, kopi dan lainnya. Sedangkan komoditas hasil perhutanan seperti karet, rotan, sawit, kapas, dan lainnya.

Peternakan

Untuk komoditas peternakan, yang termasuk ke dalamnya adalah semua produk hasil peternakan, misalnya seperti susu, telur, daging, pakan ternak, dan yang lainnya.

5 Komoditas Ekspor Non Migas Indonesia Terbesar 2021

Walaupun pertumbuhan ekonomi dunia melambat akibat pandemi Covid -19 tahun 2020 dan 2021 ini, masih ada beberapa produk dagang yang mengalami pertumbuhan.

Hal ini tentu menjadi kabar baik karena adanya pertumbuhan ekonomi menunjukkan bawah masyarakat masih mampu bertahan menghadapi krisis. Barang dagang non migas tersebut masih mampu mencatatkan hasil positif pada tahun 2020 dan 2021 ini.

Badan Pusat Statistik mencatat bahwa terdapat 5 komoditas ekspor non migas unggulan 2020 – 2021 yang meraih pertumbuhan terbesar. Berikut 5 komoditas ekspor dengan pertumbuhan terbesar.

1. Logam Mulia

Logam Mulia
gambar: pixabay

Logam mulia merupakan produk dagang yang mencatatkan pertumbuhan paling baik. Dalam hal ini emas yang mendapatkan kenaikan paling tinggi. Pada tahun 2020 tersebut diketahui bahwa nilai emas mengalami kenaikan sebesar 79,79 %.

Negara yang menjadi tujuan penjualan emas paling banyak pada 2020 lalu adalah Singapura, Swiss, dan juga Jepang. Pandemi Covid – 19 merupakan salah satu penyebab melambungnya harga emas tersebut.

2. Lemak dan Minyak Hewan/ Nabati

Selain emas, lemak dan minyak hewan/ nabati juga mengalami pertumbuhan tinggi. Besarnya kenaikan nilai jual lemak dan minyak hewan tersebut mencapai 17, 34 persen.

3. Kendaraan

Komoditas ekspor non migas Indonesia lainnya yang juga mengalami kenaikan adalah kendaraan dan bagiannya. Berdasarkan data statistik tersebut, penjualan kendaraan dan bagiannya mencapai 45, 65 persen.

4. Besi dan Baja

Barang ekspor lain yang mengalami kenaikan pada 2020 adalah besi dan baja. Produk besi dan baja mengalami pertumbuhan sebesar 18,96 persen.

5. Mesin dan perlengkapan elektrik

Mesin dan perlengkapan elektrik juga menjadi barang dagang unggulan yang mengalami kenaikan tinggi, yakni mencapai 13,73 persen.

Beberapa Penyebab Harga Komoditas Ekspor Turun

Harga komoditas ekspor non migas Indonesia bisa saja mengalami penurunan atau kenaikan. Oleh karena itu diperlukan analisis mendalam agar penyebab penurunan harga bisa dihindari.

Perang dagang merupakan salah satu penyebab turunnya harga produk tersebut. Seperti kita ketahui bahwa saat ini Amerika Serikat dan China sedang melakukan perang dagang.

Mengingat kedua negara tersebut menjalin hubungan dagang dengan Indonesia, maka tentu saja negara kita juga terkena imbasnya. Harga barang dagan turun disebabkan oleh perang dagang tersebut.

Kondisi politik juga memberikan pengaruh besar, misalnya jika Anda terjadi konflik di Indonesia, maka harga komoditas ekspornya bisa saja turun.

Masih banyak hal lain yang menjadi penyebab turunnya harga produk tersebut. kondisi ekonomi global juga tentu memberikan pengaruh besar.

Pada umumnya jika Indonesia mampu menjalin hubungan dagang yang baik dengan negara lain, harga Komoditas ekspor non migas Indonesia bisa tetap stabil atau bahkan mengalami kenaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAST RESPONSE

If you have any questions about our services, we would love to hear from you. Please Call Us Today.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-8128-8361-396