Teori Perdagangan Internasional Sederhana

Teori Perdagangan Internasional Sederhana

Ada banyak teori perdagangan internasional sederhana yang mudah untuk dipelajari. Pengetahuan akan hal tersebut sebenarnya sangat penting.

Ketika seseorang hendak memiliki bisnis dengan cakupan besar, sekadar modal keberanian tidak cukup.

Diperlukan pengetahuan lebih tentang manfaat perdagangan internasional dan kemampuan dalam mempelajari banyak hal.

Bisnis hanya dengan modal keberanian tidak akan bertahan lama. Itu karena, para pesaing sudah mempersiapkan senjatanya masing – masing.

Tentu, perbandingannya sangat jauh antara mereka yang bertarung dengan persiapan dengan mereka yang bertarung tanpa persiapan. Bentuk persiapan dalam bisnis sendiri bermacam – macam.

Namun kali ini, sangat ditekankan bahwa pengetahuan akan teori juga sangat penting. Tidak perlu mempelajari teori rumit.

Nyatanya, terdapat beberapa teori perdagangan internasional yang sederhana dan mudah dipelajari. Tentu Anda sendiri tidak akan kesulitan dalam mempelajari teori – teori tersebut.

Adam Smith dan Kaum Merkantilisme

Adam Smith dan Kaum Merkantilisme
gambar: pixabay

Teori perdagangan internasional sederhana pertama dikeluarkan oleh Adam Smith. Bisa dikatakan, ini merupakan salah satu teori paling populer di dunia bisnis.

Konsep dari adam smith ini sering disebut sebagai konsep keunggulan mutlak. Intinya, terdapat sebuah kondisi dimana pebisnis akan mendapat keunggulan mutlak dalam transaksi.

Keunggulan mutlak sendiri terjadi ketika barang yang dijual diterima oleh pembeli sepenuhnya. Rincinya, keunggulan mutlak ini berbicara tentang keuntungan mutlak.

Keuntungan mutlak merupakan keuntungan dimana sebuah negara mendapatkan pundi – pundi rupiah ketika mengirim barang hasil produksinya ke negeri lain.

Tentu, faktor yang perlu diperhatikan pada teori tersebut adalah biaya produksi.

Tidak mungkin sebuah negara dapat mendapat keuntungan mutlak apabila biaya produksinya berbeda dengan wilayah tujuan.

Oleh sebab itu, teori perdagangan internasional sederhana ini mengharuskan kedua pihak untuk memiliki biaya produksi sama.

READ  Pertanyaan Seputar Letter of Credit

Kaum merkantilisme juga memiliki teorinya sendiri. sebenarnya, ada banyak orang yang tidak mengetahui apa itu kaum merkantilisme.

Kaum ini sebenarnya merupakan sekelompok orang yang menganut ideologi kapitalisme dalam hidupnya. Namun, kapitalisme yang dianut adalah kapitalis komersial.

Teori perdagangan internasional sederhana yang dikeluarkan oleh kaum merkantilisme sendiri sangat luar biasa.

Mereka mengatakan, perdagangan bukanlah suatu hal yang ditujukan untuk memajukan perekonomian satu orang.

Bagi mereka, perdagangan merupakan hal yang ditujukan untuk memajukan perekonomian negara.

Walaupun prinsip ini adalah milik orang luar, rasanya tidak salah jika menerapkan konsep itu dalam diri.

Dengan tertanamnya konsep tersebut dalam jiwa seorang warga negara, kemajuan bangsa akan menjadi semakin cepat.

Itu karena, seseorang akan mendahulukan kepentingan negara dibanding dirinya sendiri.

David Ricardo dan Mazhab Neoklasik

David Ricardo dan Mazhab Neoklasik
gambar: pixabay

David Ricardo juga pernah mengeluarkan teori perdagangan internasional sederhana. Ia mengeluarkannya pada tahun 1817.

Konsepnya sendiri sering disebut dengan keunggulan komperatif dalam kebijakan perdagangan internasional. Walaupun sudah lebih dari dua abad, konsep tersebut masih bertahan hingga hari ini.

Bahkan hingga hari ini, apa yang dikeluarkan david richardo masih diakui.

Banyak ahli mengatakan, konsep keunggulan komperatif dari David Ricardo masih layak untuk dimasukkan sebagai konsep perdagangan modern.

Sebenarnya, konsep ini sendiri berbicara tentang kerugian dan keuntungan. Namun, perbandingan antara kerugian dan keuntungan ini tidak dilihat secara asal.

Keuntungan dan kerugian tersebut dilihat secara relatif. Hal ini jelas membuat hasil perbandingannya menjadi lebih akurat.

Keakuratan itulah alasan utama mengapa teori perdagangan internasional sederhana ini begitu diakui. Selain teori dari david ricardo, ada juga Mazhab Neoklasik yang tidak kalah populer.

Mazhab Neoklasik ini sebenarnya sukses merubah sudut pandang setiap pebisnis dalam melakukan perencanaan.

Pasti ketika berbisnis, seseorang akan melihat pada biaya tenaga kerja dan kebutuhan produksi. Ini sangat wajar mengingat kedua kebutuhan tersebut akan terus ada dan tidak mungkin dihilangkan.

READ  Negara Tujuan Ekspor Karet Indonesia

Disinilah peran Mazhab Neoklasik sebagai teori perdagangan internasional sederhana muncul. Mazhab ini mencoba mengalihkan sudut pandang untuk tidak lagi mengarah ke dua hal tersebut.

Pada mazhab ini, pebisnis dituntut untuk mengalihkan fokusnya pada kepuasan pelanggan dan marginal utility.

Dengan perubahan fokus ini, seorang pebisnis akan berpikir jauh ke depan. Namun jika dilihat, mazhab ini membuat kebutuhan produksi dan biaya pegawai tetap diperhatikan.

Ini berhubungan dengan kepuasan pelanggan dimana hal tersebut akan sulit dipenuhi apabila kebutuhan produksi dan biaya pegawai tidak diperhatikan.

John Stuart Mill dan Hecksher Ohlin

Jika sebelumnya David Ricardo sukses dengan konsep komparatifnya, John Stuart Mill membuat pengembangan dari konsep tersebut.

Tentu pengembangan konsep ini tetap bisa dimasukkan ke dalam teori perdagangan internasional sederhana. Intinya, konsep dari John Stuart Mill mengedepankan konsep DTDN.

DTDN sendiri merupakan singkatan dari Dasar Tukang Dalam Negeri. Ketika DTDN dipakai, seorang pebisnis perlu fokus untuk mempertahankan keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Keseimbangan ini bisa memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan pertama terletak pada tidak adanya stok barang percuma.

Hal berbeda jelas akan terlihat jika keseimbangan ini tidak dipahami. Kemungkinan stok barang berlebihan dan akhirnya terbuang percuma menjadi lebih besar.

Selain itu, DTDN juga akan membuat setiap permintaan terpenuhi. Terpenuhinya setiap permintaan bias membuat omzet dari suatu dagangan tidak akan mengalami penurunan.

Hecksher Ohlin juga mempunyai konsep terkenal. Konsep tersebut sering disebut HO. HO ini sangat simpel dan mudah dipahami.

Pada dasarnya, HO berbicara tentang relevansi antara biaya produksi dan ekspor impor. Ketika sebuah negara memiliki biaya produksi tinggi, ekspornya pasti akan meningkat.

Itu karena, barang hasil produksi akan banyak diminati oleh wilayah luar. Selain itu, tingginya biaya membuat stok barang akan cukup untuk melakukan ekspor.

READ  Cara Mengekspor Barang

Hal berbeda akan terlihat pada negara dengan kepemilikan biaya produksi rendah. Kondisi ini akan membuat negara tersebut banyak melakukan impor.

Ini terjadi karena produksinya sedikit. Selain itu, rendahnya biaya produksi akan mengakibatkan penurunan stok.

Hal ini jelas membuat impor menjadi lebih mungkin untuk dilakukan. Ini sangat merubah teori – teori sebelumnya dimana kedua hal ini sering dibalikkan sebelum Hecksher Ohlin mengeluarkan konsep ini.

Michael Porter dan Wassily Leontif

Michael Porter dan Wassily Leontif
gambar: pixabay

Michael Porter juga memiliki teori sederhana yang membicarakan tentang keunggulan persaingan. Menurutnya, keunggulan persaingan sebuah negara dipengaruhi oleh empat faktor.

Keempat faktor tersebut antara lain proses produksi, kondisi produksi, struktur dan strategi, dan kualitas mutu. Keempat hal tersebut perlu dipenuhi.

Jika yang dipenuhi hanya satu, dua, atau tiga, pelaku bisnis akan mudah ditaklukkan oleh mereka yang memenuhi keempatnya. Konsep sederhana terakhir dikeluarkan oleh Wassily Leontif.

Konsep dari wassily leontif sendiri sering disebut sebagai paradoks leontif. Teorinya ini menjelaskan tentang faktor penyebab adanya perdagangan internasional.

Ketika disimpulkan, faktor penyebab tersebut ada empat. Faktor pertama adalah perbedaan sumber daya alam antara satu daerah dengan daerah lain.

Lalu, faktor selanjutnya adalah perbedaan kemampuan manusia. Fokus dan intensitas dalam menciptakan suatu produk juga dimasukkan ke dalam paradoks leontif.

Terakhir, tarif juga menjadi salah satu faktor. Setelah dipahami, setiap pembaca pasti sadar jika teori – teori di atas sangat simpel dan begitu mudah untuk dipelajari.

Dengan pemahaman tentang teori perdagangan internasional tersebut, semoga bisnis yang coba dijalani bisa meraih kesuksesan.

Dengan itu, teori perdagangan internasional sederhana yang kami paparkan menjadi tidak sia – sia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAST RESPONSE

If you have any questions about our services, we would love to hear from you. Please Call Us Today.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-812-9031-1909