Penghambat Perdagangan Internasional

Penghambat Perdagangan Internasional

Jika Anda seorang pengusaha yang tertarik untuk memperluas pasar ke mancanegara, maka wajib mengenali apa saja penghambat perdagangan Internasional beserta upaya mengatasinya. Seperti yang kita lihat bahwa saat ini aktivitas jual beli antar negara merupakan suatu hal yang lumrah bagi bisnis menengah ke atas.

Di era perekonomian pasar bebas seperti sekarang, perdagangan secara Internasional menjadi sarana penting bagi negara dalam upaya pemenuhan kebutuhan dalam negeri yang tidak bisa diproduksi sendiri. Karena dalam kegiatan perdagangan Internasional tersebut meliputi aktivitas menjual dan membeli antar negara yang bertujuan untuk saling menguntungkan.

Namun, kegiatan jual beli dalam perdagangan Internasional itu bukan hanya dilakukan dalam lingkup kenegaraan saja. Karena sekarang sudah banyak pelaku usaha tanah air sudah banyak yang memperluas market hingga ke negara lain dengan melakukan ekspor barang.

Mereka bukan hanya dari kalangan pengusaha kelas besar, ada juga pengusaha skala rumahan yang sudah merasakan manfaat ekspor barang.

Sementara, dalam perdagangan secara Internasional tersebut tidak selalu berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Ada beberapa penghambat perdagangan Internasional yang wajib diketahui sehingga bagi pengusaha pemula bisa melakukan antisipasi dan upaya-upaya mengatasinya. Mari simak lebih detail pembahasan tersebut dalam artikel ini.

Regulasi dan Kebijakan Perdagangan Internasional

Regulasi dan Kebijakan Perdagangan Internasional
gambar: pixabay

Setiap negara yang memperbolehkan penduduknya untuk melakukan aktivitas jual beli Internasional tentu sudah menyediakan regulasi dan kebijakan.

Secara umum, adanya regulasi dan kebijakan tersebut bertujuan untuk menjamin keamanan serta sebagai upaya pengawasan dari pemerintah.

Namun seringkali peraturan terkait ekspor menjadi salah satu faktor utama penghambat perdagangan internasional. Hal itu berkaitan dengan adanya pembatasan jumlah ekspor, jenis produk, pajak hingga birokrasi-birokrasi yang memakan waktu tidak sebentar.

Salah satu solusi untuk mencegah ruwetnya mengurus birokrasi di dalam negeri maupun negara tempat tujuan ekspor, maka pengusaha harus memahami secara detail terlebih dahulu detail pengurusannya.

Mencari tahu bagaimana ketentuan penjualan antar negara akan membantu Anda lebih mudah dalam mengurus masalah ini.

Dari pihak pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya sudah membuat regulasi sebijak mungkin guna melindungi para pelaku usaha lokal. Sayangnya, hingga saat ini regulasi tersebut masih dinilai kurang memuaskan bagi pengusaha ekspor, dibandingkan impor barang dari luar negeri.

Hambatan Terkait Perbedaan Mata Uang (Kurs)

Hambatan Terkait Perbedaan Mata Uang
gambar: pixabay

Setiap negara memiliki jenis mata uang yang berbeda, dan hal ini menjadi salah satu faktor penghambat perdagangan Internasional karena berkaitan dengan kurs (nilai tukar). Sederhananya, kurs yang bisa berubah-ubah setiap saat tersebut akan membuat pihak eksportir kesulitan menentukan harga jual.

Masalah ini tidak hanya menyulitkan pihak eksportir saja, melainkan juga importir. Sebab jika nilai tukar mata uang dari negara yang mengekspor lebih tinggi akan merugikan bagi pihak pengimpor.

Disinilah perlu adanya penetapan mengenai standar mata uang Internasional dalam perdagangan.

Dalam aktivitas jual beli skala Internasional seperti ini, biasanya mata uang negara pengekspor yang akan digunakan sebagai alat pembayaran. Masalahnya, ketika mata uang negara pengekspor cenderung tinggi, importir akan berpikir dua kali untuk melakukan pembelian.

Adanya Pengaruh dari Organisasi Ekonomi

Dalam dunia perdagangan Internasional kita mengenai istilah organisasi ekonomi yang bertujuan untuk melindungi kepentingan negara-negara anggotanya. Misalnya organisasi MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) dan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations).

Organisasi-organisasi tersebut akan membuat kebijakan yang cenderung lebih mengutamakan dan menguntungkan anggotanya. Sehingga bagi negara yang tidak masuk dalam daftar anggota organisasi tersebut mungkin akan mengalami hambatan, misalnya dalam hal birokrasi.

Menjadi bagian dari organisasi ekonomi Internasional memang memberikan keuntungan sendiri bagi negara-negara yang tergabung. Karena mereka akan memperoleh kebijakan yang bisa melancarkan bisnis, seperti tarif ekspor impor lebih murah.

Untuk saat ini, Indonesia sudah tergabung di beberapa organisasi ekonomi regional maupun global seperti SAARC, MEE, AFTA, NAFTA, CAFTA, APEC, GATT, WTO, dan OPEC.

Sehingga pelaku usaha di Indonesia akab lebih mudah untuk melakukan aktivitas jual beli dalam skala global.

Lalu mengapa poin ini juga termasuk penghambat perdagangan internasional? Karena secara tidak langsung kegiatan ekspor impor menjadi lebih terbatas.

Hal ini merugikan bagi pelaku usaha yang negara tujuan pemasarannya tidak tergabung di organisasi ekonomi tersebut.

Peraturan Anti Dumping yang Menaikkan Tarif Bea Masuk

Peraturan Anti Dumping yang Menaikkan Tarif Bea Masuk
gambar: pixabay

Politik anti dumping sangat dikenal sebagai penghambat perdagangan Internasional yang harus diketahui oleh pelaku usaha sebelum merambah pasar internasional. Tujuannya sebenarnya untuk melindungi produk-produk lokal dari barang impor yang dijual dengan harga jauh lebih murah.

Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, dimana mereka membuat kebijakan tarif bea produk impor yang tinggi. Sehingga ketika produk tersebut dijual kembali maka harganya tidak lebih murah dari produk lokal.

Namun dengan adanya peraturan anti dumping seperti ini juga menjadi penghambat perdagangan Internasional bagi eksportir. Karena artinya, mereka juga akan dikenakan tarif bea masuk cukup tinggi dari negara lain untuk alasan yang sama.

Bahkan, politik anti dumping dianggap sebagai masalah besar karena menjadi wadah praktik pencurangan yang akan berpengaruh terhadap arus perdagangan internasional.

Aturan ini mungkin tidak akan merugikan bagi pengusaha-pengusaha lokal, tapi cukup merugikan bagi pelaku usaha dengan pasar Internasional.

Masalahnya, eskportir tidak bisa menjual produk dengan harga murah agar lebih mudah bersaing dengan produk-produk lokal negara tujuan eskpor. Mau tidak mau mereka juga harus menaikkan harga jual untuk membayar ketentuan anti dumping ini.

Apalagi peraturan mengenai anti dumping sendiri juga belum diterapkan sebagaimana mestinya. Bisa dilihat dari produk-produk impor asal China yang memiliki harga jual lebih murah daripada produk asli tanah air.

Siapa yang tahu, praktik regulasi yang mengatasnamakan anti dumping bisa saja ditunggangi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Seperti munculnya mafia-mafia eksportir yang menawarkan bebas bea masuk dari negara tujuan.

Embargo Mengenai Larangan Perdagangan Antar Negara

Kebijakan embargo juga bisa menjadi penghambat perdagangan Internasional karena sering dijadikan alat yang digunakan untuk diplomasi negara. Embargo sendiri merupakan suatu peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara untuk melarang kegiatan ekspor impor ke negara tertentu.

Misalnya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran. AS membuat aturan untuk melarang ekspor produk apapun dari Iran yang bertujuan untuk mendiplomasi Iran agar mau berkomitmen dalam pengendalian senjata nuklir.

Dengan adanya kebijakan embargo tersebut kita bisa melihat adanya pengaruh besar terhadap pelaku usaha Internasional. Masalah seperti ini bahkan bisa terjadi sewaktu-waktu akibat konflik antar dua negara atau lebih , seperti konflik Indonesia dan Iran.

Ada beberapa komiditi Indonesia yang dieskpor ke Iran dengan hasil penjualan sangat besar seperti biskuit, sabun, kopi, kertas, palm oil hingga pewangi ruangan.

Pada Desember yang lalu, pemerintah Indonesia tengah mencoba mengatasi masalah perdagangan dengan Iran tersebut.

Memahami tentang hambatan-hambatan dalam dunia pasar internasional sangat penting bagi pengusaha.

Sehingga kedepannya bisa mengupayakan dan melakukan antisipasi terhadap faktor-faktor penghambat perdagangan Internasional tersebut untuk meminimalisir tingkat kerugian hingga resiko bangkrut.

Alat Pembayaran Perdagangan Internasional

Alat Pembayaran Perdagangan Internasional

Demi memudahkan para pengusaha dalam melakukan transaksi, dibutuhkan alat pembayaran perdagangan internasional yang baik dan sesuai kondisi.

Dengan keberadaan alat pembayaran seperti ini, proses transaksi jadi jauh lebih lancar dan cepat.

Sebagian orang awam mungkin beranggapan kalau alat pembayaran di pasar internasional ini hanya berupa uang tunai atau kredit saja.

Padahal masih ada banyak sekali bentuk alat pembayaran yang diakui di pasar internasional.

Alat-alat pembayaran ini tentunya diciptakan untuk memudahkan para pengusaha dalam memaksimalkan proses transaksi ekspor impor yang mereka lakukan.

Karenanya bentuk alat pembayaran tersebut tidak selalu berupa uang.

Dikutip dari berbagai sumber, ada 9 jenis alat pembayaran perdagangan internasional yang masih digunakan secara konsisten dan diakui validitasnya oleh seluruh pemerintah dunia.

Apa saja alat pembayaran tersebut? SImak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Pembayaran dengan Uang Tunai atau Kontan

Pembayaran dengan Uang Tunai atau Kontan
gambar: pixabay

Seperti sudah kita bahas sebelumnya, alat pembayaran yang paling umum digunakan dalam transaksi di pasar internasional adalah uang kontan.

Ini bisa dibilang sebagai metode transaksi yang paling mudah untuk dilakukan.

Hanya saja transaksi dalam bentuk uang tunai atau uang kontak seperti ini memiliki keterbatasan ruang.

Jadi proses transaksi hanya bisa dilakukan jika penjual dan pembeli berada di tempat yang berdekatan.

Adapun mengenai jenis mata uang yang dipilih sebagai alat pembayaran disesuaikan dengan kesepakatan masing-masing.

Ada yang menggunakan mata uang penjual, ada juga yang sebaliknya. Yang terpenting nilai atau kurs dari mata uang tersebut setara dengan harga barang yang diperjual belikan.

Pembayaran dengan Menggunakan Jenis Cek

Jenis alat pembayaran perdagangan internasional lain yang biasa digunakan adalah cek.

Alat pembayaran Internasional non kontan ini sering digunakan oleh penjual dan pembeli yang memang berada dalam posisi yang berjauhan.

Untuk Anda yang belum terlalu memahami cek, alat bayar internasional ini merupakan surat perintah khusus yang biasanya disediakan oleh pihak bank bagi para nasabahnya.

Surat perintah ini nantinya dipahami oleh pihak bank sebagai permintaan pencairan dana dalam jumlah sesuai dengan yang tertera pada cek itu sendiri.

Adapun mengenai dana yang diminta bisa dimasukkan ke rekening penerima ataupun dicairkan secara cash. Namun proses pencairan ini tidak sesederhana itu.

Ada beberapa proses validasi yang harus dilewati oleh penerima dana sebelum cek untuk pembayaran internasional tersebut dibayarkan.

Pembayaran dengan Menggunakan Telegrafik Transfer

Selain cek, ternyata ada alat pembayaran perdagangan internasional lain yang tidak kalah populer di kalangan para eksportir dan importir dunia.

Alat pembayaran tersebut adalah telegrafik transfer.

Telegrafik transfer ini memiliki konsep yang sama dengan cek, hanya saja cara kerjanya berbeda.

Jika cek bisa dicairkan oleh penerima dana, maka tidak begitu dengan telegrafik transfer ini.

Prosedur pencairan telegrafik transfer hanya bisa digunakan untuk memindahkan dana dari satu rekening ke rekening lain.

Dalam hal ini tentu saja dari rekening importir ke rekening eksportir. Prosesnya akan dikelola secara otomatis oleh sistem telegram yang dimiliki oleh masing-masing pihak bank.

Hal ini memungkinkan pihak importir untuk tidak mengirimkan lembar telegrafik transfer ke penerima dana.

Hanya saja alat pembayaran internasional telegrafik transfer ini memiliki kerentanan yang cukup tinggi.

Pembayaran dengan Wesel yang bisa Memudahkan Transaksi Penjual dan Pembeli

Meski sudah jarang terdengar, ternyata wesel masih menjadi salah satu alat pembayaran perdagangan internasional utama di kalangan para pengusaha ekspor impor.

Wesel yang juga disebut sebagai Bill of Exchange (BoE) ini memudahkan penjual dan pembeli untuk bertransaksi meski berada di lokasi yang berjauhan.

Untuk menggunakan wesel, biasanya pihak pengirim akan mengunjungi gerai penyedia wesel itu sendiri terlebih dahulu.

Di Indonesia , penyedia layanan wesel yang paling umum adalah kantor pos. Namun kini banyak bank yang menyediakan fasilitas pembayaran tersebut.

Pada lembaran wesel ini Anda hanya perlu mengisi beberapa informasi terkait nominal, tujuan, dan biodata pribadi.

Kemudian dilengkapi dengan data penerima pembayaran yang dituju. Untuk menggunakan layanan pembayaran melalui wesel, Anda tidak perlu memiliki rekening sama sekali.

Transaksi akan diproses melalui penggunaan PIN atau kode khusus nantinya.

Pembayaran dengan Letter of Credit

Alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah Letter of Credit.

Alat pembayaran ini konsepnya menyerupai wesel yang sudah kita bahas pada poin sebelumnya.

Hanya saja letter of credit ini terbilang lebih aman dibandingkan dengan wesel.

Soalnya pada saat Anda memilih wesel, pembayaran harus dilakukan secara cash saat itu juga.

Sedangkan pada saat Anda menggunakan Letter of Credit, pembayaran bisa dilakukan secara kredit. Ini tentunya akan sangat memudahkan anda.

Penggunaan Letter of Credit ini juga dianggap lebih menguntungkan bagi pembeli.

Jadi bilamana dia tidak bisa melakukan pembayaran kepada penjual, secara otomatis pihak Bank tempat dia mengajukan Letter of Credit akan melunasi utangnya kepada penjual.

Kemudian pembeli hanya perlu melakukan pembayaran kepada pihak bank setelahnya.

Letter of Credit ini biasanya lebih disukai oleh pihak penjual karena terbilang jauh lebih aman dibandingkan dengan wesel biasa.

Pembayaran dengan Emas yang Memiliki Fungsi Sama dengan Uang Kontan

Pembayaran dengan Emas yang Memiliki Fungsi Sama dengan Uang Kontan
gambar: pixabay

Alat pembayaran perdagangan internasional lain yang juga sering digunakan oleh para pengusaha adalah emas.

Secara fungsional, emas ini sama dengan uang kontan. Hanya saja bentuknya berbeda.

Namun pembayaran dengan menggunakan emas ini biasanya lebih diminati oleh para penjual.

Dengan menggunakan emas, mereka bisa terhindar dari resiko inflasi yang selalu mengintai para eksportir dan importir di seluruh dunia.

Emas sebagai alat pembayaran internasional memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai. Di mana nilai barang yang dijual disesuaikan berat sejumlah emas.

Pembayaran dengan emas akan melindungi nilai barang tersebut karena tidak akan dirusak oleh inflasi.

Pembayaran dengan Menggunakan Kompensasi Pribadi

Selain emas, alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah kompensasi pribadi.

Alat pembayaran ini sebenarnya alat pembayaran yang tidak resmi. Karenanya harus dilandasi dengan asas kepercayaan.

Contoh situasi yang memungkinkan untuk menggunakan alat bayar kompensasi pribadi misalnya A (INA) hendak membeli barang dari B (USA) dengan harga 500 dollar.

Kemudian C (USA) hendak membeli barang kepada D (INA) dengan harga yang setara.

Dalam kondisi ini A (INA) membayar kepada D (INA) sedangkan C (USA) membayar kepada B (USA).

Transaksi selesai dan barang pun bisa segera dikirimkan. Cukup memudahkan sekali bukan?

Pembayaran dengan Menggunakan Valuta Asing

Cukup populer, alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah valas. Biasanya mata uang yang digunakan adalah USD atau Dolar Amerika.

Namun metode pembayaran ini hanya terbatas pada mereka yang memang sesama pengguna valas.

Kalau salah satu diantaranya bukan pengguna valas, secara otomatis transaksi pembayaran tidak akan bisa dilakukan.

Namun metode pembayaran jenis ini terbilang sangat efektif dalam berbagai kondisi.

Pembayaran dengan Menggunakan Kartu Kredit

Pembayaran dengan Menggunakan Kartu Kredit
gambar: pixabay

Selain beberapa opsi yang sudah kami sampaikan di atas, alat pembayaran perdagangan internasional lainnya adalah kartu kredit.

Biasanya alat bayar ini digunakan untuk transaksi dalam jumlah kecil saja karena kartu kredit memiliki limit tertentu.

Biasanya alat pembayaran satu ini digunakan untuk transaksi dalam jumlah yang minimal saja.

Peminat kartu kredit ini cukup banyak, apalagi mengingat proses pembayarannya yang bisa dicicil sesuai tenor yang disepakati.

Selain beberapa metode pembayaran di atas, ada juga metode lain yang tidak kalah sering digunakan yakni Escrow Account (rekening dua pihak) dan E-Wallet.

Namun kedua alat pembayaran perdagangan internasional tersebut masih sangat jarang digunakan.

Pembayaran Ekspor Impor

Pembayaran Ekspor Impor

Hai, sobat Exportir! Tahukah kamu keberadaan metode pembayaran perdagangan internasional ini sangat lah penting dalam proses ekspor impor ? 

Metode Pembayaran Perdagangan Internasional ini sangatlah penting perannya dalam mewujudkan sebuah perdagangan internasional yang baik dalam hal transaksi ekspor maupun transaksi impor.

Dalam dunia perdagangan internasional ini tidak ada pelaku bisnis yang bersedia melakukan sebuah transaksi ekspor-impor ini tanpa adanya sebuah kejelasan dalam pelaksaan pembayaran atas barang yang akan di transaksikan.

Barang yang diperdagangkan dan metode pembayaran merupakan inti dari sebuah perdagangan internasional. Oleh karena itu perdagangan internasional adalah sebuah pelaksanaan dari pencapaian kesepakatan antara barang yang diperdagangkan dan metode pembayaran yang dipergunakan yang dituang didalam sebuah Sales of Contract.

Metode pembayaran dalam Ekspor Impor memiliki banyak jenis-jenisnya diantaranya Advance Payment, Open Account, Documentary Collection, Letter of Credit serta Consignment dimana masing-masing jenis metode pembayaran ini memiliki sisi kelebihan dan kekurangan dari sudut Penjual / Seller / Eksportir serta dari sudut Pembeli / Buyer / Importir.

Yuk, simak lebih lanjut mengenai Metode Pembayaran di dalam dunia Perdagangan Internasional !

Jenis-Jenis Pembayaran Ekspor-Impor

Dalam dunia perdagangan internasional terdapat beberapa metode pembayaran ekspor impor yang biasanya dipergunakan dalam proses transaksi ekspor impor sebagai berikut :

1. Letter of Credit 

Letter of Credit ( L/C ) merupakan metode pembayaran perdagangan internasional dimana menggunakan dokumen Letter of Credit yang di terbitkan oleh Issung Bank atas pengajuan Applicant ( Buyer ) yang digunakan untuk membayar senilai yang tercantum dalam L/C kepada pihak Beneficiary ( Seller ) yang dapat memenuhi persyaratan dari Letter of Credit.

LetterOfCredit

Alur atau Proses dari Metode Letter of Credit

  1. Pembuatan sales of contract antara pihak eksportir dan pihak importir
  2. Importir mengajukan aplikasi pembukaan L/C kepada Bank Mandiri yang merupakan pihak  issuing bank
  3. Issuing bank mengirimkan dokumen L/C kepada pihak eksportir melalui Bank of Tokyo (BTO) yang merupakan pihak confirming bank
  4. Advising / confirming bank akan memberikan sebuah pemberitahuan kepada pihak eksportir tentang kedatangan dokumen  L/C dan meminta pihak eksportir untuk menunjukkan bukti pengiriman barang atau bill of lading (B/L) untuk dapat menerima pembayaran berserta dokumen lainnya yang tercantum didalam L/C
  5. Eksportir mengirim barang kepada importir melalui perusahaan pelayaran / shipping line dengan mendapat surat tanda muat (B/L) dan sertifikat pemeriksaan barang atau certificate of inspection dari perusahaan surveyor atau Bea dan Cukai mengenai barang yang akan dilakukan shipmentnya
  6. Perusahaan pelayaran atau shipping line akan menyerahkan dokumen  B/L kepada eksportir
  7. Eksportir menyerahkan dokumen B/L dan dokumen lainnya kepada pihak bank BTO untuk dapat memperoleh sebuah  pembayaran
  8. Bank BTO menyelesaikan pembayaran kepada pihak eksportir atas dasar penyerahan dokumen  B/L
  9. Bank BTO meneruskan dokumen B/L dan dokumen lainnya yang dibutuhkan dokumen L/C kepada Mandiri untuk diteruskan kepada importir Indonesia
  10. Bank Mandiri menyampaikan dokumen B/L kepada pihak importir untuk melakukan penyelesaian pengeluaran atas barangnya di pelabuhan tujuan setelah membayar bea masuk dan pungutan impor lainnya yang diwajibkan di kantor Bea dan Cukai 
  11. Pihak Importir menyelesaikan pelunasan pembayaran dengan Bank Mandiri
  12. Proses Clearing atau penyelesaian pembayaran antara Bank Mandiri dan Bank BTO

2. Advance Payment / Cash in Advance / Prepayment

Advance Payment merupakan metode pembayaran dimana pembayaran dilakukan sesuai dengan kesepakatan dalam Sales of Contract yang dilakukan pembayaran dimuka atau secara langsung oleh Pembeli ( Buyer ) sebelum Penjual ( Seller ) melakukan sebuah pengiriman barang kepada pihak Pembeli ( Buyer ). Metode pembayaran ini biasa disebut dengan pembayaran tunai / langsung atau juga Prepayment.

Metode Pembayaran ini sangatlah menguntungkan dan aman bagi pihak penjual dikarenakan mendapat kepastian pembayaran serta penjual dapat membiayai pengadaan barang yang akan di ekspor. Sedangkan pembeli memiliki risiko akan tidak kepastian terhadap pengiriman barang walaupun sudah membayar terlebih dahulu.

AdvancePayment

3. Documentary Collection ( D/C )

Documentary Collection merupakan metode pembayaran dengan cara Penjual ( Seller ) sebagai pihak Drawer melakukan sebuah penagihan atas pembayaran kepada Pembeli ( Buyer ) sebagai Pihak Drawee atas pengiriman harga sebuah barang yang sudah dilakukan pengiriman dari penjual kepada pembeli.

Documentary Collection dapat dilakukan dengan dua cara sebagai berikut :

  • Documents Against Payment ( D/P ) 

Pada D/P, Selagi pihak eksportir mengirim barangnya untuk pihak importir,  pihak bank menyerahkan sebuah dokumen komersial pada pihak pembeli setelah ia melakukan pembayaran, dimana dokumen ini diperlukan untuk pihak importir untuk mengambil barangnya di port tujuan.

  • Documents Against Acceptance ( D/A )

Pada D/A, pihak bank menyerahkan sebuah dokumen komersial kepada pihak pembeli jika ia melakukan akseptasi atas wesel yang ditarik dari pihak penjual / setelah ia melakukan pembayaran. 

Untuk akseptasi dalam pembayaran ini adalah sebuah janji pembayaran pada tanggal tertentu yang biasanya 30, 60, atau 90 hari dari setelah di akseptasi.

DocumentaryCollection

4. Open Account

Open Account merupakan metode pembayaran dengan cara dimana pihak penjual ( seller ) telah melakukan pengiriman / shipment atas barang dan dokumen – dokumen yang mewakili barang terlebih dahulu di tangan pihak pembeli dengan pembayaran oleh pihak pembeli kepada penjual yang dilakukan beberapa waktu kemudian.

Metode Pembayaran ini sangatlah menguntungkan dan aman bagi pihak pembeli dikarenakan mendapat kepastian pengiriman barang. Sedangkan penjual memiliki risiko akan tidak kepastian terhadap pembayaran walaupun penjual sudah mengirim barangnya.

OpenAccount

5. Consigment

Consigment merupakan metode pembayaran dimana pengiriman sebuah barang kepada pihak importir / pembeli / buyer yang akan menjual barang tersebut kepada pihak final buyer. Kepemilikan atas barangnya sendiri tetap berada di pihak eksportir / penjual / seller sampai barang tersebut terjual di negara importir.

Metode pembayaran ini sangatlah menguntukan bagi pihak Pembeli atau buyer dikarenakan dapat menjual barang tanpa adanya pembayaran terlebih dahulu namun bagi Pihak Penjual justru menanggung risiko adanya kemungkinan gagal dalam pembayaran atau terlambatnya pembayaran dikarenakan barangnya belum tentu dapat terjual.

Perbandingan Metode Pembayaran Perdagangan Internasional

PerbandinganMetodePembayaranPerdaganganInternasional

Dalam perdagangan internasional, pihak penjual serta pihak pembeli membuat kesepakatan mengenai penggunaan metode pembayaran perdagangan internasional berupa Letter of Credit, Advance Payment, Documentary Collection, Open Account serta Consignment.

Berikut urutan metode pembayaran teraman dan menguntungkan dari sudut Penjual dan Pembeli :

  • Sudut Pihak Penjual :

Terdapat metode pembayaran yang aman dan menguntungkan dari sudut Pihak Penjual, berikut urutannya :

Advance Payment ( most secure ) , Letter of Credit ( most secure ) ,Documentary Collection ( less secure ) , Consignment ( less secure ), Open Account ( less secure ).

  • Sudut Pihak Pembeli :

Terdapat metode pembayaran yang aman dan menguntungkan dari sudut Pihak Pembeli, berikut urutannya :

Open Account ( most secure ), Consignment ( most secure ), Documentary Collection ( less secure ) , Letter of Credit ( less secure ), Advance Payment ( less secure ).

Demikian artikel kali ini dari Mister Exportir mengenai Metode Pembayaran Ekspor Impor berserta Alurnya untuk kalian. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian semua. Inget Ekspor? Inget Mister Exportir !