Negara Tujuan Ekspor Jahe Indonesia

Negara Tujuan Ekspor Jahe Indonesia

Negara tujuan ekspor jahe Indonesia sangat banyak. Harga ekspor jahe sendiri cukup tinggi. Sebenarnya, jahe sendiri hanya satu dari banyaknya komoditas ekspor yang dimiliki negeri ini.

Memang, ada banyak hal dari negeri ini yang bisa diekspor ke negeri luar dan sukses menghasilkan pundi-pundi uang. Namun jika dilihat, bidang pertanian memang salah satu yang paling maju.

Apalagi jika membicarakan tentang rempah. Rempah Indonesia begitu mendunia. Bahkan banyak peneliti menyebutkan jika rempah di negeri ini memiliki kualitas terbaik di dunia.

Jika dilihat pada sejarah, rempah ini bahkan menjadi alasan datangnya para penjajah ke Indonesia. Oleh sebab itu, sangat tepat jika bidang itu dimaksimalkan oleh pribumi.

Diantara banyaknya jenis rempah sendiri, jahe adalah salah satu yang paling populer. Selain karena banyaknya negara tujuan ekspor jahe Indonesia, budidayanya di Indonesia cukup berkembang.

Oleh sebab itu, merupakan keputusan tepat jika memutuskan untuk memaksimalkan bidang tersebut dalam berbisnis.

Manfaat Jahe yang Sangat Banyak

Manfaat Jahe yang Sangat Banyak
gambar: pixabay

Di kalangan rempah, Jahe memang salah satu jenis terpopuler. Bentuknya sangat khas. Jika dilihat secara cepat, bentuknya mirip seperti jari manusia.

Namun pada rempah tersebut, jari-jarinya nampak menggelembung pada bagian ruas. Gelembung tersebut nampak menjadi ciri khas tersendiri dari jahe.

Ketika diolah, tanaman ini bisa dijadikan berbagai macam olahan. Banyaknya variasi olahan ini menjadi salah satu alasan mengapa peminatnya sangat banyak.

Di dunia barat yang menjadi Negara tujuan ekspor rempah Indonesia, produk ini biasa diolah menjadi sebuah minuman bernama ginger ale.

Intinya, ini adalah minuman dengan tambahan jahe di bagian dalam.

Namun minuman tersebut adalah minuman berkarbonasi. Hal ini menjadi sangat unik ketika membayangkan sebuah minuman berkarbonasi dengan campuran jahe.

READ  Penghambat Perdagangan Internasional

Hal berbeda dilakukan di beberapa wilayah asia yang menjadi negara tujuan ekspor jahe Indonesia seperti jepang dan taiwan.

Negara-negara tersebut tidak mendatangkan jahe untuk pembuatan minuman.

Mereka menjadikannya asinan. Negara-negara asia terutama yang berlokasi di asia tengah memang sangat terkenal dengan asinannya. Di Indonesia sendiri, jahe bisa dijadikan berbagai macam olahan.

Mungkin orang Indonesia begitu mengenal minuman-minuman seperti bandrek dan wedang. Bahkan ada juga penghangat seperti sekoteng yang bisa dibuat.

Rempah ini juga bisa dijadikan sebagai tambahan masakan. Ada banyak makanan khas indonesia yang menjadikan jahe sebagai bahan makanan.

Ketika sebuah makanan ditambahkan rempah tersebut, akan muncul rasa hangat dan aroma khas. Ini juga menjadi alasan mengapa negara tujuan ekspor jahe Indonesia sangat banyak.

Ketika dikonsumsi, rempah tersebut bisa menjauhkan seseorang dari rematik. Ini terjadi karena rasa hangat yang diciptakan. Selain itu, keberadaannya juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Beberapa orang bahkan menggunakannya untuk menjauhkan diri dari kondisi mual dan muntah.

Penghasil Jahe di Indonesia Sangat Banyak

Penghasil Jahe di Indonesia Sangat Banyak
gambar: pixabay

Karena banyaknya manfaat dan negara tujuan ekspor jahe Indonesia, ada banyak wilayah di Indonesia yang berlomba-lomba menanamnya.

Ini dilakukan karena proses menanamnya sendiri sangat mudah. Bahkan, hampir setiap daerah bisa menanamnya tanpa terkecuali.

Walaupun semua daerah memiliki potensi sama, kualitas yang diberikan pulau jawa sangat tinggi.

Ini terjadi karena industri jahe di pulau Jawa sudah sangat berkembang. Perkembangan itu jelas memengaruhi kualitas sehingga perkembangannya menjadi sangat pesat.

Apabila daerah lain fokus mengembangkannya, bukan tidak mungkin perkembangan yang terjadi di pulau jawa bisa tersaingi.

Bogor sendiri merupakan pengirim terbanyak ke negara tujuan ekspor jahe Indonesia. Bisa dibilang, Bogor adalah pusat perkembangan jahe yang ada di pulau jawa.

READ  Pengertian Ekspor dan Impor

Dengan cuaca dingin yang dimiliki, rempah disana bisa berkembang dengan cukup baik. Kondisi ini sudah sangat terbukti dari baiknya kualitas yang diberikan kota tersebut.

Di bawah bogor, ada tasik. Omzet yang dimiliki petani tasik hampir menyamai para petani bogor. Hal ini terjadi karena kedua wilayah tersebut sama-sama memiliki cuaca dingin.

Bahkan beberapa daerah sekitar tasik seperti Bandung dan Sukabumi juga merupakan penghasil rempah besar di Indonesia.

Beberapa wilayah di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur juga cukup membantu dalam melakukan pengiriman ke negara tujuan ekspor jahe Indonesia.

Di jawa timur, beberapa daerah utama adalah Ngawi dan Ponorogo. Sedangkan di jawa tengah sendiri industri ini cukup berkembang di Magelang dan Temanggung.

Untuk daerah di luar jawa, industri ini cukup berkembang di wilayah sulawesi tenggara dan sulawesi tengah.

Di Sumatra sendiri industri rempah sebenarnya cukup baik. Medan menjadi pusat pertanian Jahe yang berada di pulau sumatra.

Dari beberapa daerah Indonesia tersebut, omzet yang dihasilkan mencapai triliunan rupiah.

Negara yang Dijadikan Tujuan Ekspor

Negara yang Dijadikan Tujuan Ekspor
gambar: pixabay

Walaupun ekspor rempah banyak dikenal dilakukan ke wilayah eropa. Nyatanya pernyataan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

Negara tujuan ekspor jahe Indonesia yang paling utama sendiri terletak di Asia. Jika dilihat dari statistik, Jepang berada di urutan teratas.

Tingginya fokus mereka terhadap perkembangan teknologi membuat bidang rempah tidak terlalu berkembang.

Hal inilah alasan utama mengapa jepang bisa menjadi tujuan ekspor utama bagi negara ini. Di bawah jepang, terdapat hongkong dan korea.

Kedua wilayah itu juga sama-sama tidak memberikan fokus cukup besar pada industri rempah. Taiwan dan tiongkok juga masuk ke daftar ini dengan letak di bawah hongkong dan korea.

Di bawah kelima negara tersebut, negara tujuan ekspor jahe Indonesia adalah wilayah Asean. Singapura dan Filipina adalah negara asean pengimpor jahe terbesar dari Indonesia.

READ  Harga Minyak Nilam Kualitas Ekspor

Untuk singapura sendiri, hal ini menjadi sangat wajar mengingat wilayahnya sangat sempit dan cukup sulit untuk dilakukan pertanian.

Urutan selanjutnya sebenarnya cukup mengejutkan. Ternyata, Malaysia merupakan salah satu pengimpor jahe terbesar. Lalu Vietnam juga masuk pada daftar tersebut.

Secara wilayah, kedua negara tersebut sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan rempah sendiri.

namun kedua wilayah tersebut nampaknya tidak memberikan fokus cukup besar pada bidang ini.

Tidak adanya fokus tersebut membuat proses impor dari Indonesia sangat diperlukan. Jika dilihat, peringkat sepuluh besar pengimpor rempah dari Indonesia sendiri diisi oleh negara-negara di Asia.

Itu karena, di bawah Malaysia dan Vietnam adalah India yang berada di urutan ke sepuluh.

Ekspor yang Dilakukan ke Eropa

Walaupun tidak masuk ke sepuluh besar, eropa tetap menjadi tujuan ekspor remah dari Indonesia. Salah satu tempat yang dikirim dengan jumlah paling banyak adalah Inggris.

Di bawah Inggris sendiri ada Belanda. Kedua negara eropa tersebut sama-sama melakukan impor rempah cukup besar dari Indonesia.

Selain asia dan eropa, ekspor ini juga dilakukan ke benua Amerika dan Australia. USA menjadi negara yang mengimpor rempah cukup besar dari negeri ini.

Lalu pengiriman ke negara Australia juga terjadi dalam jumlah besar. Jika terus dikembangkan, industri rempah Indonesia bisa berkembang lebih besar lagi.

Walaupun Indonesia sangat menguasai pasar rempah, hal ini tidak akan terus bertahan apabila penerusnya tidak ada.

Oleh sebab itu, diperlukan keinginan lebih dari para pemuda untuk mengetahui cara ekspor jahe.

Mungkin ulasan mengenai negara tujuan ekspor jahe Indonesia ini bisa menyadarkan tentang pentingnya hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FAST RESPONSE

If you have any questions about our services, we would love to hear from you. Please Call Us Today.

CONTACT US

18 Office Park 10th A Floor TB Simatupang Street No. 18, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

+62-812-9031-1909